Mahasiswa Uncen Tuntut Bebaskan Para Tapol Papua

0
1896
Mahasiswa Uncen baru-baru ini saat demo di gapura kampus Uncen Waena. (Ist - SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura menuntut segera bebaskan tujuh tahanan politik (Tapol) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tuntutan ini diungkapkan saat aksi unjuk rasa, Senin (2/3/2020) di depan gapura Uncen, Perumnas III Waena, Kota Jayapura.

Pantauan suarapapua.com, aksi demonstrasi dimulai sejak jam 9 pagi. Mahasiswa Uncen mulai berkumpul dan berorasi di depan Fisip, selanjutnya sambil berjalan kaki ke gapura kampus Uncen.

Dari depan gapura Uncen, orasi diawali koordinator lapangan, Nando Kobak. Dalam orasinya ia mengatakan, saat ini Presma Uncen, Presma USTJ dan dua mahasiswa lainnya ditahan dan telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.

“Mereka akan disidangkan lagi. Teman-teman mahasiswa, mari kita bersuara. Tuntut supaya mereka segera dibebaskan,” ujarnya.

Baca Juga:  JPU Tuntut Agus Kosay dan Beny Murib Dua Tahun dan Delapan Bulan Penjara

Selain tujuh Tapol Papua di Balikpapan, Kobak menyerukan segera bebaskan aktivis kemanusiaan Surya Anta Ginting dan aktivis Papua lain yang sedang ditahan dan disidangkan terpisah di Jayapura, Wamena, Nabire, Biak, Manokwari, maupun Jakarta.

ads

Lebih lanjut ia juga mengingatkan mahasiswa peka melihat dinamika yang terjadi di Tanah Papua.

“Mahasiswa penyambung lidah masyarakat. Ada masalah jangan diam. Kita mahasiswa harus menyuarakan. Besok tujuh Tapol akan disidangkan kembali, jadi mari kawan-kawan kita sampaikan aspirasi dalam demo damai ini,” tuturnya mengajak.

Salah satu mahasiswa dalam orasinya, menegaskan, generasi muda Papua harus berpikir untuk masa depan orang Papua setelah rangkaian peristiwa penahanan hingga pembunuhan terus berlangsung di atas negeri ini.

Baca Juga:  Komite Keselamatan Jurnalis Papua Barat dan PBD Resmi Terbentuk

“Generasi muda harus berpikir untuk Papua lepas dari penjajahan kolonial. Merdeka itu solusinya. Hanya dengan merdeka, air mata darah, segala kekerasan negara dan pelanggaran HAM, yang terus terjadi di Tanah Papua ini akan berakhir,” ujar mahasiswa jurusan Teknik itu.

Pembantu Rektor III Uncen, Dr. Jonathan Kiwasi Waromi, yang hadir dan menyaksikan langsung aksi demonstrasi ini memaklumi mahasiswa menyampaikan aspirasinya.

Menurutnya, korlap bersama senat mahasiswa yang memfasilitasi aksi unjuk rasa berlangsung dengan baik dan tertib.

“Aksi hari ini contoh yang baik untuk kedepan. Apapun aspirasinya bisa disuarakan dengan cara yang santun dan elegan seperi hari ini,” kata Waromi.

Baca Juga:  Dewan Adat Segun: Tanah Jangan Dijadikan Lahan Bisnis!

Penyampaian aspirasi secara santun tersebut menurutnya bagian tak terpisahkan dari mahasiswa sebagai agen perubahan dalam hidup berbangsa dan bernegara yang peka terhadap suatu persoalan.

“Saya apresiasi aksi hari ini aksi ini contoh yang baik untuk kedepan, ada ketidakadilan di tanah ini kita menyuarakan cara yang sopan, santun dan elegan seperi hari ini,” harapnya.

Aksi diakhiri dengan pembacaan statemen dari perwakilan pimpinan mahasiswa sekaligus penandatanganan petisi sebagai bentuk dukungan bebaskan segera para aktivis dari jeratan hukum.

Pewarta: CR-SP16
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaSolusinya, Bubarkan NKRI
Artikel berikutnya255 Anggota PPD Yahukimo Dilantik