Sosialis Papua dan Partai

0
2220

Oleh: Vivtor Yeimo)*

Sosialis Papua belum bikin partai apapun. Partai Sosialis Papua dalam konteks organisasi revolusioner harus-lah/nya berdiri diatas landasan ideologis yang dibangun melalui tahapan strategis, dengan terlebih dahulu mempersiakan konsolidasi antar kader-kader revolusioner yang secara praksis aktif dalam teori dan praktek revolusioner selama ini.

Ideologisasi perjuangan pembebasan Papua tidak dapat dilakukan dengan sekedar unjuk pewadahan partai, sebagaimana budaya organisasi reaksioner, populis, borjuis, yang bernafsu menjadikan partai sebagai alat politik atau sebagai perpanjangan faksi ideologi dari partai lain di luar Papua.

Partai sosialis Papua akan (harus) lahir sebagai jawaban (sintesis) dari nilai dan sistem yang berlandaskan pada karakter kebangsaan Papua, yang memiliki nilai operasional dalam mewujudkan cita-cita revolusi sosialis di West Papua. Karenanya, konsepsi landasan ideologi Sosialis Papua haruslah kontekstual, bersinergi antar kader dalam tahapan membangun partai revolusioner.

Baca Juga:  Papua Sedang Diproses Jadi Hamba-Nya Untuk Siapkan Jalan Tuhan

Karena itu, Sosialis Papua dahulukan proses mengumpulkan, mengidentifikasi, menganalisa, membahas dan menetapkan landasan-landasan teori Sosialis Papua yang berguna untuk membangun kader-kader yang siap menjadi tulang punggung revolusi sosialis Papua, melalui kerja revolusioner dalam organisasi revolusioner atau partai.

ads

Syarat materil dari perlawanan revolusioner di West Papua harus terpenuhi, dalam konteks analisa kelas-kelas perlawanan dan kader-kader yang setia dan disiplin dalam praktek organisasi revolusioner. Karena membangun kendaraan ideologi (partai) adalah pekerjaan sampai mati dari kader yang membaktikan hidupnya.

Baca Juga:  Freeport dan Kejahatan Ekosida di Wilayah Suku Amungme dan Suku Mimikawee (Bagian 4)

Pembangunan partai sesungguhnya adalah membangun kader tanpa friksi kekuasaan politik ala aktivis kekiri-kirian yang pandai onani teori tanpa praktek sungguh-sungguh dalam sikap dan tindakannya. Hingga melahirkan kontradiksi tanpa logika dialektika maju dalam perjuangan rakyat Papua. Itu sama dengan memaksa mobil bergerak tanpa bensin dan tujuan.

Cita-cita sosialisme sesungguhnya adalah membuat rakyat menjadi pejuang, dan pejuang menjadi rakyat dalam membangun tata dunia tanpa kelas tertindas dan penindas. Maka rakyat pejuang harus dimatangkan dengan konsepsi gerak (startegi taktik) partai revolusioner yang konsisten. Begitulah demikian pentingnya alat revolusioner dalam mengawal revolusi.

Baca Juga:  23 Tahun Otsus, Orang Asli Papua Termarginalkan

Karena itu sejak awal saya konsisten memberitahu agar pewadahan Partai revolusioner tidak mesti ikut-ikutan budaya pembangunan organisasi di berbagai belahan dunia yang prematur, ambisius, reaksioner, tendensius, dan spekualif. Karena membangun Papua adalah membangun kembali sosialis dalam kerangka ilmiah dan praksis menuju pembebasan.

Mari aktifkan kembali lingkaran belajar antar kader revolusioner yang bersepakat membangun sosialisme di Papua. Adalah konsolidasi dan pendidikan sebagai tahap paling fundamental membangun organisasi revolusioner, sebagai kendaraan menuju cita-cita pembebasan: Revolusi demoratik menuju revolusi sosialis.

)* Penulis adalah Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat

Artikel sebelumnyaWarga Meepago Kutuk Pelaku Pembuka Palang Jalan Trans
Artikel berikutnyaTiga Anggota TPNPB Gugur di Timika