Palang Jalan Trans Papua, SWAMEMO: Ini Misi Mulia, Semua Harus Dukung!

0
1501

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Tindakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Dogiyai harus didukung semua pihak untuk mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masuk ke wilayah adat Meepago.

Hal ini ditegaskan Johanes Kobepa, sekretaris Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Suku Walani, Mee dan Moni (LPMA Swamemo), Minggu (12/4/2020).

“Ketua dan anggota DPRD Dogiyai melakukan tindakan palang jalan trans Papua di Kilo Meter 130 itu sangat baik demi mencegah penularan virus Corona. Saya kira ini sangat wajar karena khawatir dengan penyebaran Covid-19. Ini misi mulia, semua pihak harus mendukung untuk mencegah virus Corona supaya semua orang yang tinggal di wilayah Meepago selamat,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Dogiyai Pimpin Rakyat Palang Jalan Trans Papua

Jika akses transportasi darat di jalan trans Papua masih terbuka, ia khawatirkan penularan virus mematikan itu bakal sulit dibendung.

ads
Baca Juga:  Yayasan PNG Memfasilitasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Dogiyai

“Jalan dipalang itu artinya pintu masuk sudah ditutup. Tinggal hal lain yang dilihat bersama semua pihak, apakah peluang munculnya Corona dari mana, dan itu bisa dicegah lagi,” lanjut Kobepa.

Penutupan sementara akses jalan darat diakuinya sudah sesuai kebijakan pemerintah. Nabire sebagai gerbang bagi wilayah Meepago, sangat wajar jika jalan darat dipalang untuk meminimalisir penularan pandemi Covid-19.

“Lagian jalan trans dipalang bukan selamanya. Pasti juga dibuka kembali dan kendaraan bisa melintas seperti biasanya. Tinggal di rumah lebih baik. Kita utamakan nyawa. Bukan utamakan kepentingan tidak jelas dari satu dua orang di saat ancaman wabah sudah di depan mata,” tegasnya.

Baca Juga: Semua Akses Transportasi di Wilayah Meepago Ditutup

Karena itu, John mengajak semua pihak mendukung tindakan DPRD Dogiyai. Palang jalan bahkan menurutnya dilanjutkan sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan virus masuk ke wilayah Meepago melalui jalan darat akibat lancarnya kendaraan roda empat maupun roda dua.

Baca Juga:  Cegah Pendangkalan Hebat di Danau Paniai, GPPMMA Bersihkan Sampah

“Baik pejabat, pegawai, pengusaha, tentara, polisi, masyarakat dan siapapun harus tenang di tempat. Stop bepergian melalui jalan trans Papua. Tinggal di rumah, berdoa, ikuti petunjuk pemerintah, sampai nanti ada informasi lebih lanjut,” ujar John.

Kobepa juga mendapat informasi, hal sama sudah dilakukan di wilayah Lapago, antara lain penutupan sementara jalan darat dari Jayapura ke Yalimo. Begitupun ke Wamena, Tolikara maupun Kobakma di kabupaten Mamberamo Tengah.

Baca Juga: Warga Meepago Kutuk Pelaku Pembuka Palang Jalan Trans

Sebelumnya, Alexander Pakage, sekretaris umum Dewan Adat Mee Kabupaten Dogiyai, Jumat (10/4/2020), menyatakan, tindakan menutup akses jalan darat tersebut bagian dari upaya memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 ke wilayah adat Meepago.

Pakage awalnya sangat senang begitu mendengar kalau Kilo Meter 130, distrik Siriwo, kabupaten Nabire, sudah dipalang. Ia bahkan mendukung penuh tindakan DPRD Dogiyai. Tetapi, keesokannya harinya digagalkan oleh oknum pemuda tertentu yang diduga diback-up oknum aparat kepolisian.

Baca Juga:  Bertamasya ke Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya Abepura

Dewan Adat Mee mengutuk keras kepada siapapun yang membuka palang jalan itu. Hanya orang bermaksud jahat yang lakukan tindakan bodoh ini. Mereka mau kita semua musnah,” ujarnya.

Baca Juga: Meepago Cegah Covid-19, Begini Aksi Hari Pertama di KM 100

Ia pertanyakan dengan alasan apa palang dibuka? Apa tujuannya? Atas perintah siapa? Jika pelakunya oknum pemuda, siapa di belakang mereka?

“Kami sangat kecewa dengan tindakan mereka. Kami kutuk siapapun pelakunya,” ujar Pakage.

Menurutnya, semua orang mestinya mendukung hal ini karena satu cara untuk mengantisipasi masuknya virus Corona ke wilayah Meepago.

Pewarta: Markus You

Artikel sebelumnyaDua Anggota Polisi Meninggal Usai Bertikai dengan TNI di Mamberamo Raya
Artikel berikutnyaStatus Ivan Sambon, KNPB Timika: Dia Bukan Anggota Kami!