Cegah Covid-19, Warga Dekai Palang Jalan Menuju Logpon

0
1525

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Solidaritas pemuda anti Covid-19 di Yahukimo bersama warga kampung Keike, distrik Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua, blokir jalan utama yang menghubungkan Pelabuhan Logpon menuju ibu kota kabupaten Yahukimo, Sabtu (11/4/2020).

Otniel Sobolim, ketua solidaritas pemuda anti Covid-19 di Yahukimo, mengatakan, pemalangan jalan utama tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang makin hari makin bertambah di sejumah negara.

“Kita palang jalan ini untuk membatasi mobilisasi orang dari luar masuk ke Yahukimo melalui jalur sungai. Karena akhir-akhir ini banyak penumpang kapal laut dan logistik yang masuk bersifat ilegal,” ujarnya.

Kedatangan penumpang tersebut, kata dia, dikhawatirkan terpapar virus Corona. Karena itu, solidaritas bersama masyarakat kampung setempat memblokir jalan raya.

Baca Juga:  Sikapi Kamtibmas di Yalimo, HMKY dan IMAPA Sampaikan Tuntutan

“Dengan kapal sudah datang banyak orang dan barang, jadi untuk sementara kami bersama masyarakat Keike kunci jalan umum sambil menunggu situasi wabah virus Corona redah,” jelas Sobolim.

ads

Selain aksi palang jalan, kata Sobolim, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat Keike bagaimana cara mencegah penularan Covid-19.

“Kami memberikan sosialisasi supaya semua tahu dan bisa hindari virus ini tidak terjangkit ke masyarakat asli Yahukimo. Pada intinya warga kampung Keike menyambut baik kegiatan sosialisasi yang kami lakukan,” kata Otniel.

Menurut informasi yang diperoleh Otniel, pemuda Yahukimo akan memalang sejumlah ruas jalan darat dan perairan sungai yang menghubungkan dari beberapa kabupaten menuju ke lokasi penambangan emas di kabupaten Yahukimo.

Baca Juga:  355 Panwaslu Pilkada di Kabupaten Lanny Jaya Dilantik

Sementara itu, Isak Keike, salah satu tokoh pemuda dari kampung Keike menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kegiatan sosialisasi yang dilanjutkan dengan pemalangan jalan demi membentengi warga masyarakat Yahukimo dari ancaman pandemi Covid-19.

“Saya berterima kasih kepada teman-teman yang datang melakukan sosialisasi dan blokade jalan untuk menyelamatkan kita semua. Kami tunggu-tunggu pemerintah, tetapi teman-teman yang datang. Semoga Tuhan berkati teman-teman,” ucapnya.

Isak berharap pemerintah daerah sosialisasikan ke masyarakat terkait upaya pencegahan virus Corona. Sebab menurutnya, masih banyak yang belum mendapat informasi secara detail tentang cara penularan dan pencegahannya.

“Untuk pemalangan jalan, secara resmi kami pemilik hak ulayat sudah tutup dari arah pelabuhan baru menuju Dekai kota untuk sementara waktu. Nanti kapan palang dibuka, kami tunggu arahan dari teman-teman solidaritas dan pemerintah daerah,” jelas Isak.

Baca Juga:  Stop Mabuk dan Judi, Alpius Yigibalom: Kalau Kedapatan, Polisi Tangkap!

Keike menambahkan, Covid-19 merupakan wabah sangat berbahaya karena sudah menelan banyak nyawa di seluruh dunia. Karena itu, ia mengajak seluruh warga di Yahukimo agar sama-sama memerangi Covid-19.

“Sesuai dengan materi pada saat sosialisasi, saya mengajak masyarakat agar menjaga pola hidup sehat dan rajin cuci tangan dan jauhi kerumunan banyak orang,” imbuhnya.

Kehadiran tim solidaritas dengan kegiatan sosialisasi dan aksi palang jalan disambut baik pengurus kampung Keike dan masyarakat setempat.

Pewarta: Ruland Kabak
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaStatus Ivan Sambon, KNPB Timika: Dia Bukan Anggota Kami!
Artikel berikutnyaSemua Orang di Meepago Dilarang Melintas Jalan Trans Papua