Klaim Indonesia Masuk Ras Melanesia (Sebuah Perspektif)

0
9404

Oleh: Paskalis Kossay)*

 Pengantar

Ras berasal dari bahasa Prancis “race”, dengan sendirinya bahasa Latin “radix” akar’. Adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal usul, geografis, tampang jasmani, dan kesukuan yang diwarisi (wikipedia, bahasa Indonesia).

Di Indonesia ada beberapa jenis ras, yaitu :

  • Melanesoid (Negro Melanesia): Suku bangsa yang termasuk dalam ras ini adalah orang papua dan orang Maluku.
  • Mongoloid Melayu: Jenis ras ini terletak diwilayah Indonesia bagian Tengah dan Barat.
  • Penduduk Keturunan Asing: Yang kasuk dalam kelompok ini adalah orang China (ras Mongoloid induk) dan keturunan Arab, Pakistan dan India (ras Kaukasoid).

Jika diklasifikasikan ras, dapat dilihat dari tanda jasmaniah atau sifat-sifat fisiknya. Tanda-tanda fisik tersebut antara lain: bentuk badan, kepala, bentuk air muka dan tulang rahang bawah, bentuk hidung, wana kulit, warna rambut dan mata serta bentuk rambut.

ads

Sedangkan pengertian Melanesia, sebenarnya dari bahasa Yunani yang artinya pulau hitam. Adalah gugusan kepulauan yang memanjang dari papua dan Aru lalu ke timur sampai pasifik bagian barat serta utara dan timur laut Australia.

Baca juga: Berstatus Pengamat di MSG, West Papua akan Diundang dalam Festival Budaya Melanesia

Istilah Melanesia ini pertama kali digunakan oleh penjelajah Prancis bernama Jules Dumont d’Urville pada 1832 untuk menunjuk ke sebuah kelompok etnis dan pengelompokan pulau-pulau yang berbeda dari Polynisia dan Micronesia.

Sekarang ini klarifikasi rasial dari Dumont d’Urville dianggap tidak tepat sebab dia menutupi keragaman budaya, linguistik, dan genetik Melanesia, sekarang ini hanya digunakan untuk penamaan geografis saja.

Secara geografis gugus kepulauan ini berbatasan dengan Indonesia Tengah disebelah Barat, Australia disebelah Barat Daya dan Selatan, Selandia Baru disebelah Tenggara, Polynesia disebelah Timur dan Timur Laut, serta Micronesia disebelah Utara.

Baca juga: Melindo: Politik Melanesiasi Diri dan Diplomasi Indonesia

Negara-negara yang termasuk kedalam ras Melanesia, yaitu : Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Salomon, Vanuatu, KaledonIa Baru, Timor Leste, Samoa dan Indonesia wilayah bagian Timur (Nusa Tenggara Timur, Papua dan Maluku).

Landasan Konsep tentang Melanesia

Konsep Melanesia sebagai wilayah yang berbeda datang dari para penjelajah Eropa ketika melakukan ekspedisi menjelajahi Pasifik. Pada tahun 1756 Charles de Brosses berteori bahwa ada orang-orang ras kulit hitam yang mendiami wilayah Pasifik.

Baca Juga:  Operasi Bibida dan Misi Ekspansi Militer

Pada tahun 1825 Jean Baptiste Bory de Saintvincent and Jules Dumont d’Urville mengidentifikasi mereka sebagai Melanesia yang merujuk kepada sekumpulan ras yang berbeda dari ras penghuni wilayah sekitarnya seperti ras Australian dan Neptunian.

Seiring dengan waktu, orang Eropa semakin melihat Melanesia sebagai kelompok masyarakat yang berbeda budaya, bukan lagi sekadar berbeda ras dan daerah. Pada abad ke 19, Robert Codrington, seorang misionaris Inggris menghasilkan serangkaian monograf pada orang Melanesia berdasarkan lama waktu mereka tinggal diwilayah tersebut.

Dalam karya-karyanya, seperti The Melanesian Lenguages (1825), dan The Melanesians Studies in Their Anthropology and Folk-Lore (1891), Codrington mendefenisikan Melanesia termasuk wilayah, Vanuatu, Kepulauan Solomon, Kaledonia Baru, dan Fiji. Wilayah Nugini kemudian masuk dalam Melanesia dalam studi berikutnya oleh para peneliti Antropologi.

Penelitian Jonathan Friendiaender dari Temple university mengatakan, para pemukim pertama di Australia, Nugini dan pulau-pulau besar dari Timur tiba antara 50.000 sampai 30.000 tahun yang lalu, ketika Neanderthal masih berkeliaran didaratan Eropa.

Baca juga: Perang Sudara Orang Papua di Kawasan Pasifik

Penduduk asli kelompok pulau-pulau yang sekarang disebut Melanesia. Kemungkinan besar juga nenek moyang dari orang-orang papua bermigrasi dari Asia Tenggara, mereka tampaknya telah menduduki pulau-pulau ini ke Timur sampai Kepulauan Salomo, termauk makira dari mungkin pulau-pulau kecil yang lebih jauh kearah Timur.

Periode setelahnya, dari arah jalur Barat, di wilayah-wilayah yang moderen ini masuk kawasan Asia Tenggara dan jalur Timur, lewat wilayah yang sekarang disebut Taiwan, datang lagi gelombang migrasi dari ras Mongoloid .

Mereka mulai bermigrasi seoitar 5.000 sampai 2.500 SM dan menetap diwilayah-wilayah tersebut. Pertemuan dengan ras Mongoloid didaerah tersebut, yang kemudian disebut sebagai orang-orang Austronesia dengan Melanesia. Periode interaksi kemudian mengakibatkan banyak perubahan yang kompleks dalam genetika, bahasa, dan budaya. Penemuan berbagai Artafak peninggalan juga menjadi bukti proses bertemunya dua ras besar kala itu.

Baca juga: Perang Sudara Orang Papua di Kawasan Pasifik

Seperti dikutip dari Mongabay, arkeolog Balai Peninggalan dan Peoestarian Purbakala (BP3), Sulawesih Selatan, Rustan menjelaskan, ras Mongploid yang berdiam dan berkembang di Sulawesih Selatan dan sebagian besar Nusantara.

Baca Juga:  Gereja Main Tambang?

Orang-orang Melanesia, dan Sulawesih kemudian bergeser kebagian Timur Indonesia, menuju Papua hingga Kepulauan Polonesia . Jadi ada titik dimana, Melanesia dan Mongoloid bertemu. Mungkin dipulau-pulau bagian Timur.

Klaim Indonesia Sebagai Ras Melanesia

Zaman Prasejarah sampai memasuki sejarah berlalu, akulturasi budaya dan interaksi sampai perkawinan campuran terjadi. Sampai pada akhirnya, negara Indonesia berdiri dengan sebagian besar Melanesia diwilayah Timur.

Identitas Melanesia tampak tidak diperkenalkan secara jelas dibangku sekolah. Mereka hanya identifikasikan sebagai orang-orang Indonesia Timur. Sampai akhirnya, kesadaran kolektif mulai terbangun. Festival budaya Melanesia untuk pertama kalinya digelar di Indonesia sebagai tuan rumah pada 2015 lalu.

Seperti dikutip dari Antara, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijon, mengatakan, Indonesia dipilih karena sekitar 80 persen penduduk yang disebut Melanesia bermukim di Indonesia.

Demikian pula Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud , Nono Adya Supriyatno mengatakan, saat ini Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki jumlah ras melanesia terbanyak dibandingkan negara-negara ras Melanesia lainnya. Jumlah masyarakat ras Melanesia di Indonesia bisa mencapai 13 juta jiwa yang tersebar lima provinsi Melanesia di Indonesia.

Baca juga: Dukungan Perjuangan Bangsa Papua di Pasifik (Bagian I)

Lima provinsi di Indonesia yang tergabung dalam ras Melanesia tersebut masing-masing adalah  Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NusavTenggara Timur.

Sementara itu jumlah ras Melanesia di enam negara lainnya hanya berjumlah sembilan juta jiwa yang terdiri dari negara Papua Nugini, Timor Leste, Vanuatu, Kalidonia Baru, Kepulauan Salomo, danbFiji. Kalau ditotalkan maka jumlahnya bisa mencapai 22 juta jiwa ras Melanesia yang ada dinegara-negara yang berbudaya Melanesia.

Indonesia mengklaim, Melanesia terbentang dari Kepulauan di Maluku sampai Kepulauan Fiji. Secara umum ras Melanesia merupakan ras yang berkulit gelap , rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, dan memiliki tubuh atletis.

Dengan klaim Indonesia bahwa 13 juta jiwa penduduk Indonesia bagian dari Melanesia, dan dengan menyelenggarakan Festival budaya Melanesia di NTT pada 2015, mendapat tanggapan tajam dari Vanuatu dan masyarakat Kanak. Alasan mereka jelas dan tegas.

Baca Juga:  MRP Berhak Memutuskan Hak-Hak Dasar Orang Asli Papua

Menurut mereka Indonesia jangan campur adukan entitas identitas Melanesia dengan entitas identitas Polynesia. Menurut mereka, Timor Leste sampai Kepulauan Maluku hingga ke Saparua dan Sanger Talaud adalah masyarakat Polinesia.

Mereka berisikukuh bahwa Melanesia dimulai dari Sorong sampai Fiji. Bahkan ada yang berpendapat Raja Ampat , Waegeo, dan Missol bisa masuk kedalam kategori masyarakat Micronesia atau Polynesia dari pada Melanesia.

Dari bantahan Vanuatu dan masyarakat Kanak tersebut diatas, maka berikut ini dijelaskan arti dari Melanesia, Polynesia dan Micronesia, sebagai beriiut :

  • Melanesia, artinya Kepulauan Hitam. Pulau-pulau yang termasuk dalam kategori ini, ialah: New Guinea (Papua dan PNG), Kalidonia Baru, Vanuatu, Fiji dan Kepulauan Salomon.
  • Micronesia, artinya Kepulauan Kecil. Pulau-pulau yang masuk dalam kategori ini adalah : Kepulauan Marlana, Guam, Palau, Kepulauan Marshall, Kiribati, Nauru, dan Mikronesia.
  • Polynesia, artinya Kepulauan yang jumlahnya banyak. Pulau-pulau yang masuk dalam kategori ini adalah: Selandia Baru, Kepulauan Hawai, Atol Midway, Samoa, Samoa Amerika, Tonga, Tuvalu, Kepulauan Cook, Polynesia Prancis, dan Pulau Easter.

Dari gambaran arti dan kategori keberadaan pulau dan kepulauan diatas ini, maka kira-kira Kepulauan Maluku dan NTT masuk dalam kategori Polenesia atau Micronesia, bukan Melanesia.

Dalam hal ras pun sama , Maluku dan NTT tidak masuk dalam ras Melanesia. Hal ini merujuk pada studi antropogi Codrington seorang misionaris kebangsaan Inggris (1825) yang mendefenisikan yang masuk ras Melanesia terdiri dari : Vanuatu, Kepulauan Salomon, Kalidonia Baru, Fiji, dan kemudian wilayah New Guinea (papua dan PNG). Maluku dan NTT tidak dimasukan dalam studi antropogi Codrington.

Dengan demikian klaim Indonesia bahwa Indonesia juga bagian dari masyarakat ras Melanesia tidak berdasar pada suatu teori yang kuat. Hanya berdasar pada kepentingan diplomasi politik menghambat dukungan isu papua merdeka di forum Melanesian Spearhead Groep (MSG).

Kesimpulan

Isu Indonesia bagian dari ras Melanesia mulai mengemuka sejak 2014 saat United Liberation Movement for West Papua terbentuk di Vanuatu 2014 lalu, Maluku dan NTT tidak bisa dikategorikan sebagai bagian dari Melanesia karena tidak didukung oleh referensi yang kuat.

)* Penulis adalah politisi dan tokoh masyarakat Papua

Artikel sebelumnyaSekali lagi, Bubarkan NKRI!
Artikel berikutnyaUpdate 17 April, 89 Orang Positif Corona di Papua