Pastor Marthen Kuayo: Selain Bagi Uang dan Beras, Pemerintah Juga Harus Bagi Alat Kerja

0
1527

JAYAPUA, SUARAPAPUA.com—- Administrator Diosesan Keuskupan Timika, Pastor Marthen Ekowaibi Kuayo, Pr mengimbau agar umat Katolik yang ada di Keuskupan Timika untuk memanfaatkan lahan dan pekarangan rumah untuk berkebun dan tanam tanaman lokal.

Untuk masyarakat berkebun dan menanam tersebut, Pastor Kuayo meminta agar pemerintah membagikan alat kerja untuk masyarakat. Karena, menurut hematnya, sejauh ini pemerintah hanya membagi beras, supermi dan uang kepada masyarakat.

Kepada media ini, pada Senin (27/4/2020) dari Timika, Papua, Mantan Vikjen Keuskupan Timika yang sedang menjabat sebagai Administrator Diosesan Keuskupan Timika ini menjelaskan, pembagian uang dengan bahan makanan seperti supermi dan beras dari pemerintah itu bagus.

Tetapi, yang perlu digarisbawahi adalah pemerintah tidak mungkin akan terus memberikan uang, beras, supermi dan makanan lain selama penanganan covid-19 dilakukan. Untuk itu, pemerintah juga harus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk berkebun dan membantu alat kerja.

Baca Juga:  Blok Wabu Diincar, Ini Pernyataan Kepala Daerah di Provinsi Papua Tengah

“Kalau soal bagi uang sa bilang itu bagus, sa maksudkan juga bahwa di uang itu akan beli supermi dan beras tidak mungkin uang itu digunakan untuk beli  ubi dan sayur lagi. Paling tidak bagi uang selama 4 bulan ka atau beberapa bulan yang akan datang oleh pemerintah,” jelasnya.

ads

Menurut Pastor Kuayo, pembagian uang, beras dan supermi itu dari satu sisi baik, tapi bahwa uang itu pasti beli makanan yang datang dari luar. Lebih baik bagaimana membantu mengerakan masyarakat untuk kerja kebun dengan alasan himbauan dari PBB dimana covid-19 berakhir akan ada krisis berarti masalah ini akan berkepanjangan.

Baca Juga:  Konferensi Gereja-Gereja Pasifik Menyampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Lukas Enembe

“Bukan hanya kita tangani corona saja tapi juga akan menyusul krisis ekonomi, kelaparan akan menyusul dan itu PBB yang mengatakan. Maka antisipasinya bukan dengan cara membagi supermi dan makanan atau membagi-bagi uang tapi bagaiman supaya orang kembali ke kebun supaya mengusahakan memanfaaatkan pekarangan untuk tananman lokal,” katanya.

Ia mencontohkan, di Pegunungan Tengah, daerah Paniai sebut Owaada, daerah Migani sebut Nduni dan orang Lani sebut Kunume. Jadi di temppat-tempat itu [Owaada, Nduni dan Kunume] filsafat pemahaman pandangan hidup lokal yang membuat atau mengangkat kearifan lokal itu menghargai makanan dengan beberapa filsafat.

Baca Juga:  Lima Wartawan Bocor Alus Raih Penghargaan Oktovianus Pogau

“Pandangan setempat itu yang perlu digiatkan kembali untuk diangkat,” ujarnya.

Ia menyarankan agar pemerintah selain membagi-bagi sembako, juga megikan alat kerja kepada masyarakat.

“Pembagian beras untuk sementara bisa saja tapi untuk jangka panjang saya rasa harus mengajak untuk berkebun, dan juga bagaimana penyuluhan kepada petani ajak untuk mereka berkebun, melakukan pengadaan alat-alat kerja yang bisa mereka untuk  bekerja.”

“Jangan sampai mereka mau kerja tapi tidak ada alat perlu disediakan serta bibit tanaman sayur,  yang sudah tidak ada perlu sediakan  juga agar mereka juga bisa menangulagi krisis tersebut karena mereka yang punya lahan,” tukasnya.

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaPara Guru di PNG Diminta Persiapkan Ruang Kelas Untuk Belajar
Artikel berikutnyaBupati Nabire Wajibkan Tiap Kampung Bangun Posko Covid-19