Delapan Upaya Pemkab Nabire Usai 16 Positif Covid-19

0
1509
Bupati Nabire Isaias Douw bersama para kepala dinas saat pertemuan menindaklanjuti penetapan status Siaga Darurat Covid-19 menjadi Status Tanggap Darurat Covid-19 di Kabupaten Nabire. (Dok. Humas Setda Nabire)
adv
loading...

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di kabupaten Nabire, Papua, terus dilakukan hingga kini apalagi setelah Selasa (28/4/2020) pekan lalu diumumkan 16 kasus positif Covid-19.

Bupati Nabire, Isaias Douw, bahkan langsung menyikapinya dengan mengadakan rapat bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Nabire, antara lain ketua sementara DPRD H Suyono, Kapolres AKBP Sonny M Nugroho, dan Dandim 1705/Paniai Letkol Inf. Benny Wahyudi. Rapat dipandu Penjabat Sekda Daniel Maipon. Hadir pula para asisten dan Jubir Gugus Tugas Covid-19, dr. Frans Sayori.

Dalam rapat itu membicarakan berbagai upaya pemerintah daerah menyusul bertambahnya kasus positif Covid-19 di kabupaten Nabire.

Setidaknya ada delapan langkah yang diambil Pemkab Nabire pada pertemuan ini.

Pertama, sebanyak 22 ODP yang dinyatakan negatif tak dibebaskan langsung, tetapi diwajibkan melakukan isolasi selama 14 hari sampai benar-benar tak menunjukkan gejala dan dinyatakan sembuh total.

ads

Kedua, seluruh keluarga dan semua yang telah berkontak dengan pasien diteruskan masa isolasi dan kebutuhan Sembako dijamin pemerintah dan akan kembali dilakukan rapid tes dan swab test.

Ketiga, memperketat pengamanan, pelayanan makanan dan kontrol petugas medis kepada warga yang telah positif yang sudah diisolasi. Pengamanan dilakukan aparat Polri dan TNI untuk memastikan agar mereka yang positif tak keluar dan berkontak dengan keluarga atau pihak lain serta meningkatkan patroli kepatuhan warga atas edaran Bupati Nabire.

Keempat, memerintahkan kepada seluruh Puskesmas agar beberapa hari ke depan memantau, mendata dan melaporkan perihal warga yang menunjukkan gejala Covid-19 atau perihal kontak dengan para warga yang positif kepada Gugus Tugas Covid-19 Nabire. Hal ini dilakukan untuk melihat atau mendeteksi kemungkinan persebaran kasus Covid-19 di kabupaten Nabire untuk membuat kebijakan selanjutnya, yakni kemungkinan penerapan pembatasan sosial skala besar di Kabupaten Nabire.

Kelima, Rabu (29/4/2020) alat kesehatan yang telah dipesan oleh Pemkab Nabire tiba di bandar udara Nabire menggunakan pesawat Cassa milik TNI-AU.

Keenam, mengingatkan seluruh masyarakat Kabupaten Nabire ikut membantu Gugus Tugas Covid-19 Nabire dengan mematuhi imbauan atau edaran pemerintah daerah. Melaporkan diri di Puskesmas atau kepada Gugus Tugas apabila memiliki riwayat kontak dengan warga yang telah positif. Juga, kepada seluruh masyarakat agar tetap tinggal di rumah, jaga jarak, hindari kerumunan, mengkonsumsi makanan bergizi, tetap gotong-royong serta percepat pembuatan Posko di tiap kampung hingga komplek.

Ketujuh, mempercepat pendataan oleh Dinas Sosial dan pembuatan posko tiap kampung untuk berbagai kepentingan antara lain untuk penyaluran sembako bagi masyarakat.

Kedelapan, tetap menutup semua akses masuk ke Nabire baik lewat darat, laut dan udara. Jika kedapatan, sudah pasti akan diambil tindakan tegas dan kendaraan yang tumpangi akar diledakkan.

Baca Juga:  Freeport Serahkan Tiga Ton Bama Bagi Warga Distrik Iwaka yang Terdampak Banjir

Isaias mengimbau semua pihak di kabupaten Nabire dan umumnya di kawasan Meepago wajib patuhi semua anjuran pihak medis dan pemerintah dalam rangka mencegah virus Corona. Apalagi di Nabire sudah 16 pasien positif Covid-19.

“Data resmi 16 orang positif Covid-19. Saya minta kepada semua warga Nabire maupun dari kabupaten tetangga, jangan kita musuhi mereka ini. Harus kita sayang dan doakan mereka supaya mereka bisa menjalani perawatan dengan baik. Tentu juga harapan kita agar mereka cepat sembuh,” tuturnya.

Dari data update Covid-19 yang sebelumnya 3 pasien positif Covid-19, kini 16 orang berdasarkan hasil pengujian sampel swab test di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Provinsi Papua di Jayapura.

Bupati Nabire mengajak semua pihak untuk turut membantu pemerintah dalam upaya penanganan para pasien maupun pencegahan yang terus menerus disosialisasikan hingga ke seluruh kampung.

Selain itu, siapapun tak diizinkan melakukan perjalanan dari Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat ke Kabupaten Nabire melalui lintas darat maupun laut.

“Hal ini karena pasien positif Covid-19 di Nabire ini ternyata warga yang datang dari wilayah provinsi Papua Barat beberapa waktu lalu. Jadi, dari antara mereka kalau ada yang masih sembunyi, saya minta supaya semua segera melaporkan diri ke Posko Covid-19 Nabire,” ujarnya.

Untuk memutuskan rantai penularannya di wilayah kabupaten Nabire, Bupati Isaias Douw tegaskan kepada semua pihak taati anjuran pemerintah, termasuk patuhi instruksi dan edaran pemerintah daerah.

“Saya minta, Kapolres dan Dandim menjaga keamanan sekaligus menegur keras orang-orang yang belum menaati kebijakan pemerintah kabupaten Nabire,” tegas Douw.

Dari pendataan Gugus Tugas Covid-19 Nabire, ODP maupun PDP dan yang positif dipastikan terinfeksi saat berada di luar daerah. Diduga kuta, klaster penularannya dari Gowa, provinsi Sulawesi Selatan.

Bupati bahkan menyebutkan hal itu saat jumpa pers di aula Setda Nabire, Selasa (28/4/2020) pekan lalu.

Karena itu, ia menegaskan, warga Nabire yang datang dari luar daerah terutama dari Sulawesi Selatan maupun Jakarta segera melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas Covid-19 Nabire.

“Saudara-saudara kami yang baru-baru ini datang dari Papua Barat, baik melalui kendaraan darat maupun laut, saya ingatkan sekali lagi, segera melaporkan diri. Jangan berdiam diri. Segera datangi Puskesmas atau langsung ke kantor Dinas Kesehatan Nabire sebagai pusat posko Covid-19,” tutur Douw.

Jika masih ada yang belum melaporkan diri dengan berbagai alasan tertentu misalnya karena takut diketahui orang lain, menurut Bupati Nabire, virus ini bukan aib karena siapapun bisa terinfeksi dan tentu membutuhkan upaya perawatan intensif agar sembuh.

“Selain yang datang dari luar melalui darat dan laut, keluarga inti mereka termasuk tetangga dan kenalan, perlu diperiksa. Untuk itulah tim medis terus menerus ingatkan soal ini supaya segera lapor diri agar bisa diperiksa dan hasilnya diketahui,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemuda Adat Bersama Pemilik Dusun Tolak Perusahaan Ilegal di Kapiraya

Dalam kaitan ini, Bupati Nabire minta kesadaran setiap orang untuk melaporkan diri supaya diketahui kondisinya dan tindaklanjut penanganannya.

“Tidak usah tunggu sampai ada gejala sakit. Dari sekarang laporkan ke Puskesmas, RSUD atau datang ke Posko Covid-19 di kantor Dinas Kesehatan Nabire.”

Lanjut Douw, “Harus ada kesadaran dari dalam diri maupun didesak pihak keluarga. Ini bagian dari upaya mencegah dan memutuskan mata rantai penularan yang lebih besar dan meluas.”

Hasil Real Time PCR

Sejak Selasa (28/2/2020) sore, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Nabire telah bertambah dari sebelumnya tiga kasus positif menjadi 16 kasus positif Covid-19. Ini resmi diumumkan dr. Frans Sayori, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, saat jumpa pers di aula Setda Nabire.

Penambahan kasus positif Covid-19, kata dia, diketahui setelah dilakukan pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) atas 38 sampel swab test Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 3 sampel positif Covid-19 dari Kabupaten Nabire.

Pengujian dilakukan di laboratorium Balitbangkes Papua di Jayapura setelah semua spesimen dikirim tim Gugus Tugas Covid-19 Nabire dengan menggunakan pesawat pada beberapa hari sebelumnya, Jumat (24/4/2020).

“Berdasarkan hasil PCR atas swab test itu telah menunjukkan hasil bahwa dari 38 swab test ada 13 ODP dinyatakan positif terpapar Covid-19, dan bersyukur pada Tuhan karena satu dari tiga pasien positif sebelumnnya itu dinyatakan negatif,” kata Frans.

Dengan demikian, kata dokter Sayori, “Total per 28 April 2020 adalah 13 kasus positif baru ditambah 3 pasien positif yang lama, menjadi 16 kasus positif secara kumulatif. Atas hasil pemeriksaan PCR itu satu dari tiga pasien telah dinyatakan negatif atau sembuh, maka kasus positif saat ini berjumlah 15 orang dan satu sembuh.”

“Dua orang sedang dirawat di RSUD dengan kondisi ringan sedang. Sementara 13 orang lainnya berada di tempat isolasi khusus di Sanoba dan Girimulyo karena belum ada gejala. Tim Gugus Tugas terus memantau setiap saat dan memastikan mereka dalam kondisi aman, sehat dan tidak melakukan aktivitas di luar dari tempat isolasi,” jelasnya.

Sedangkan 22 ODP yang dinyatakan negatif, kata Frans, saat ini sedang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar negatif Covid-19.

“Tim Gugus Tugas saat ini sedang bekerja untuk mendata, mengisolasi, dan melakukan rapid test dan swab test kepada semua pihak, keluarga dan semua yang telah kontak dengan mereka yang telah positif. Hasilnya akan kita kirim ke Jayapura dalam waktu dekat.”

Baca Juga:  Warga Bibida Mengungsi ke Pastoran Madi, Pemuda Katolik Desak Penanganan Cepat

Pasien Sembuh

Satu dari tiga pasien positif Covid-19 yang dinyatakan negatif Covid-19 adalah warga Kelurahan Kali Bobo, distrik Nabire, kabupaten Nabire.

Dokter Sayori mengatakan, meski dinyatakan negatif, dalam data kumulatif tetap dihitung 3 kasus. Yang bersangkutan diperbolehkan kembali ke rumahnya setelah 14 hari menjalani perawatan di RSUD Nabire.

“Kita bersyukur, satu sudah negatif. Itu langkah awal yang baik. Tetapi, negatif bukan berarti sembuh. Kami menunggu keputusan tim medis setelah 14 hari, itu pasti kami izinkan kembali ke rumahnya,” jelas Sayori.

Setelah dinyatakan sembuh pun harus menjalani isolasi secara mandiri di tempat yang sudah disiapkan. Meski sudah kembali ke rumah, yang bersangkutan tetap dalam pengawasan tim kesehatan.

“Dua pasien positif Covid-19 akan menjalani perawatan di RSUD. Kondisi kesehatan terus membaik,” katanya.

“Kita berharap swab test berikutnya kedua pasien ini harus negatif agar mereka bisa dinyatakan sembuh dan diizinkan kembali ke rumah mereka,” imbuh dokter Sayori.

Selama selama menjalani perawatan di rumah sakit, katanya, tiga pasien menuruti semua saran dari tenaga medis.

Ia berharap, dua pasien yang masih menjalani perawatan segera menyusul seperti warga Kali Bobo itu.

Begitupun 13 pasien positif baru yang ditangani RSUD Nabire, secara umum berada pada kondisi ringan sedang, saat ini di tempat isolasi khusus yakni Pondok Pesantren Daarut Taqwa Sanoba dan beberapa lainnya di kelurahan Girimulyo.

Diakuinya, meski mereka menunjukkan gejala sakit berat, tim Gugus Tugas Covid-19 Nabire terus memantau setiap saat dan memastikan mereka dalam kondisi aman, sehat dan tidak melakukan aktivitas di luar dari tempat isolasi khusus.

Menyangkut hal-hal lebih lanjut untuk 14 hari kedepan, kata Sayori, akan dilakukan spesifik oleh tim Covid-19 dan RSUD Nabire.

Sedangkan 22 ODP yang dinyatakan negatif akan dikembalikan ke keluarga masing-masing, namun dengan ketentuan melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Isolasi mandiri wajib agar memastikan bahwa mereka benar-benar negatif Covid-19.

Dokter Sayori mengajak seluruh warga Nabire agar senantiasa mengikuti anjuran pemerintah dengan menjaga diri, jaga keluarga dan jaga Nabire agar terbebas dari Covid-19. Juga diharapkan konsumsi makanan sehat, serta olahraga dan istirahat yang cukup.

Selain itu, pakai masker jika keluar rumah, tetapi sebaiknya tetap tinggal di rumah. Ini hal simpel yang dilakukan setiap orang untuk mencegah sekaligus mendukung kerja tim menangani pandemi Covid-19 di kabupaten Nabire.

Diketahui, dari 16 pasien positif Covid-19, dua diantaranya berusia anak dan satunya ibu rumah tangga. Selebihnya laki-laki dengan kisaran umur 30 tahun hingga 50-an tahun.

Pewarta: Markus You

Artikel sebelumnyaPapua Menunggu Kepunahan
Artikel berikutnyaSatgas Pangan Lokal Paniai Diminta Kerja Menyeluruh