Yeimo: Hukum Indonesia Rasis

0
1618

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menegaskan bahwa hukum Indonesia rasis. Buktinya, korban rasisme justru dipenjara, pelakunya tidak dipenjarakan.

“Akibat orang Papua dipenjara karena protes, justru membuat pelaku rasis semakin kebal dan meningkat di Indonesia. Setiap hari kita baca komentar rasis orang Indonesia di media sosial terhadap orang Papua,” tegas Victor Yeimo, Juru Bicara Internasional KNPB Pusat tidak lama ini.

Baca Juga:  KNPB Menyatakan Kematian Enembe Adalah Kemenangan Oligarki

Menurut Yeimo, hukum Indonesia melayani kepentingan penguasa Indonesia. Bukan untuk memberi keadilan hukum kepada orang Papua yang menjadi korban. Orang Papua dianggap tidak pantas dibela hak-haknya sebagai manusia dalam hukum Indonesia. Hukum jadi rasis. Hukum jadi senjata menjajah orang Papua.

“Jadi, dengan demikian, yang punya niat untuk memisahkan orang Papua dari Indonesia adalah negara Indonesia. Hukum Indonesia adalah separatis, yang memisahkan manusia dan
monyet. Hukum Indonesai sedang membentuk nasionalisme Papua. Hukum Indonesia menyadarkan orang Papua bahwa dirinya bukan orang Indonesia,” katanya.

Baca Juga:  Kampanye Pemilu Damai di Tanah Papua Adalah Upaya Negara Mempertahankan Kekuasaan

Jadi, kata Yeimo, para Polisi, Jaksa, Hakim, Ahli hukum, di Indonesia silahkan jadi tim sukses kemerdekaan Papua.

ads

“Kalian sedang membangkitkan niat orang Papua untuk berpisah dan merdeka. Sebab, memenjarakan 63 korban rasis itu membangkitkan niat 2,5 juta orang Papua untuk merdeka. Biarlah sakit hati ini menjadi ideologi, dan tindakanmu menjadi kutuk.”

Baca Juga:  Vonis Bebas Haris dan Fatia Disambut Rakyat Meepago dan KNPB, Victor: Hentikan Bisnis Militer di Papua

“Penjara tidak akan pernah memenjarahkan perjuangan kemerdekaan! Sebaliknya, penjara akan membebaskan bangsa Papua. Bila bukan hari ini, besok, atau lusa. Itu pasti!
Sebab, terjajah bukan takdir, karena nasib bangsa ini adalah kemerdekaan,” tegas Victor.

REDAKSI

Artikel sebelumnya7 Tahun “Jangan Diam, Papua”: dari Jalanan hingga Nyanyian Tapol Papua
Artikel berikutnyaFOTO: Sayur Mayur Khas Papua