PANIAI, SUARAPAPUA.com — Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari sumber anggaran Dana Desa Tahun 2020 tahap pertama yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan masyarakat terdampak Covid-19 oleh pemerintah pusat, di kabupaten Paniai akan disalurkan pada bulan Juni mendatang.
Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Paniai, Alberth Adii, ketika ditemui suarapapua.com, belum lama ini, di Madi, Paniai.
“Penyalurannya nanti bulan Juni. Diharapkan bersamaan dengan penyaluran bama dari tim kabupaten,” ujar Adii.
Adii mengaku, kini pihaknya sedang melakukan tindakan pendataan di 216 kampung, bekerja sama dengan seluruh pengurus kampung dan 24 kepala distrik.
“Yang mengkoordinir tim kami P3MD, pendamping tingkat distrik (PD) dan Desa (PLD),” ungkapnya.
Dijelaskan, data sedang dikerjakan tersebut, batas pengumpulannya hingga tanggal 20 Mei.
“Setelah dikumpul akan kami sortir (cocokan) di tingkat kabupaten secara bersama dengan data milik beberapa dinas terkait. Selanjutnya dari hasil sortiran akan ditetapkan sebagai acuan dalam menyalurkan bantuan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.
Untuk besar dana bagi penerima bantuan BLT, sebut dia, per KK mendapat Rp 600.000 selama tiga bulan, terhitung April hingga Juni.
“Dari regulasi yang ada pembayaran dilakukan tiga kali. Tapi kami harap dapat dibayarkan langsung sekali. Sebab dari letak geografis daerah tidak memungkinkan tiga kali bayar. Nanti soal itu akan kita sesuaikan, bisa tidak,” ujarnya.
Sedangkan untuk penyalurannya, dikatakan, akan disalurkan melalui tim yang akan dibentuk dari tingkat kabupaten hingga kampung.
Terkait pendataan, Mitra, pendamping distrik (PD) Paniai Timur, mengatakan 90 persen rampung.
“Yang belum ini karena ada revisi data. Banyak terjadi dobol nama. Juga banyak dalam satu keluarga semua nama dimasukkan. Ini yang kami ada suruh pengurus desa perbaiki. Tapi tidak semua kampung, ada beberapa saja. Lain semua sudah beres,” terangnya, Senin (18/5/2050), di Enarotali, kepada suarapapua.com.
Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Arnold Belau