PartnersTahiti Menawarkan Diri Menjadi Tuan Rumah Pemilihan Sekjen PIF Baru

Tahiti Menawarkan Diri Menjadi Tuan Rumah Pemilihan Sekjen PIF Baru

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Polinesia Prancis telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah khusus pertemuan Forum Kepulauan Pasifik (FIP) pada Oktober atau November 2020 yang memilih Sekretaris Jenderal organisasi tersebut.

Masa jabatan Dame Meg Taylor, Sekjen PIF saat ini sebagai kepala badan berbasis di Fiji berakhir pada pertengahan Januari 2020, namun karena pandemi Covid-19, maka KTT PIF tahun ini di Vanuatu telah dibatalkan.

Baca Juga:  Warga Sipil Kanak di Noumea Terus Mendapat Ancaman Serius

Tawaran itu dibuat oleh Presiden Polinesia Prancis, Edouard Fritch dalam peryataannya di video conference dengan Ketua PIF, Kausea Natano yang adalah Perdana Menteri Tuvalu.

Fritch mengatakan sejumlah anggota Forum menginginkan pertemuan tersebut dilakukan dengan pertemuan tatap muka untuk memilih pengganti Dame Meg, namun jika hal ini tidak dapat diadakan di Brisbane atau Auckland, maka kemungkinan akan dibantu oleh Prancis Polinesia.

Baca Juga:  Perdana Menteri PNG: Tidak Terpengaruh Oleh Kemungkinan Mosi Tidak Percaya Oposisi
Sekjen PIF, Dame Meg Taylor. (RNZ / Jamie Tahana)

Pada bulan lalu Kausea Natano menyarankan agar pemilihan ditunda sampai tahun depan.

Fritch mengatakan dia setuju dengan rencana Forum untuk mengadakan pertemuan puncak berikutnya di Fiji tahun depan dan untuk Vanuatu menjadi tuan rumah pada tahun 2023 sebagai gantinya.

Sumber: Radio New Zealand

Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Anggota PKK Intan Jaya Dibekali Pengetahuan Tentang Ketahanan Pangan dan Bisnis

0
“Saya bersyukur kepada Tuhan karena kami bisa tiba di Makassar dan bisa mengikuti kegiatan seminar untuk menambah pengetahuan kami dalam hal ketahanan pangan dan Pariwisata sebagai sumber dan peluang bisnis bagi masyarakat dari akademisi. Ini sangat bagus supaya kami bisa menambah pengetahuan untuk kami,” jelasnya kepada media ini di Makassar pada Rabu (19/6/2024).

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.