Masyarakat dan Mahasiswa Tolak Kehadiran PT. MSL di Intan Jaya

0
1572
Mimbar bebas sebagai aksi penolakan terhadap PT. MSL di Intan Jaya di Nabire, Rabu (19/8/2020). (Disediakan untuk SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Sejumlah organisasi pelajar dan mahasiswa Intan Jaya dari berbagai kota studi yang tergabung dalam Solidaritas Anti Investasi di Wilayah [kabupaten] Intan Jaya (SAIKI) gelar mimbar bebas di Nabire sebagai bentuk penolakan atas PT. Moni Sejahtera Langowan yang berencana membuka tambang emas di atas tanah adat Migani seluas 1 juta hektar. 

“Iya tadi kami sudah lakukan mimbar bebas dan semua organ sosial kemahasiswaan, tokoh masyarakat, agama, pemuda, intelektual, perempuan, dan semua kepala suku pemilik hak ulayat telah menandatangani surat penolakan PT. MSL di Wilayah Intan Jaya. Termasuk menghadirkan Direktur Utama PT. MSL, Salmon Nagapa dan beliau telah tandatangan di atas meterai 6000 untuk ikut menolak rencana itu yang disaksikan ribun orang, alam dan pencipta,” jelas Siprianus Weya melalui panggilan telepon kepada suarapapua.com, Rabu (19/8/2020).

Ia mengakui, sebelumnya, satu tahun lalu, Komisi Somatua Intan Jaya telah melakukan sosialisasi terkait penolakan penambangan emas oleh PT. MSL.

“Kawan-kawan kami dari Komisi sudah lakukan sosialisasi dan penolakan, tapi mereka terus berupaya mau masuk, maka hari ini kami lakukan mimbar bebas dan jumpa pers di setiap kota yang tegasnya untuk hentikan pengoperasian PT. MSL di daerah kami,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolres Sorong Kota Didesak Proses Hukum Pelaku Pengeroyokan Casis Polri

Dewo Wonda, Koordinator SAIKI Kota Numbay tegas menolak masuknya PT. Moni Sejahtera Langowan. Karena menurutnya dengan adanya perusahaan seperti ini akan mengundang pelanggaran HAM terjadi. Ini bisa terjadi hanya karena kepetingan SDA di Papua.

ads

“Teman-teman kami di Nabire hari ini lakukan mimbar bebas, dan di Manokwari, Timika, se-Jawa Bali, Makasar, Menado, dan kami di Jayapura juga melakukan hal yang sama, tapi kami lakukan dalam jumpa persa saja,” tegasnya.

Peryataan sikap SAIKI

Belajar dari pengalaman yang ada di tanah Papua bahwa kehadiran perusahaan pertambangan, akan merusak lingkungan dan mengancam eksistensi masyarakat adat di Wilayah Intan Jaya. Termasuk ada permainan politisi yang akan berdampak pada kerugian masyarakat adat.

Termasuk perusahaan tidak akan mensejahterakan masyarakat adat justru terjadi perampasan lahan, hutan, dan akibatkan kemiskinan, pelanggaran HAM, penyebaran penyakit menular seperti, HIV dan AIDS. kesengsaraan rakyat akibat pendekatan militer yang berdampak pada kekerasan dan pelanggaran HAM.

Baca Juga:  Pusaka Launching Buku Laporan Advokasi Gelek Malak Kalawilis Pasa

Maka, Solidaritas Anti Investasi Wilayah Intan Jaya (SAIKI) menolak tegas dan meminta kepada Bupati Kabupaten Intan Jaya, DPRD Kabupaten Intan Jaya, Gubernur Propinsi Papua, DPRP Propinsi Papua dan MRP Propinsi Papua.

  1. Hentikan pembohongan kepada rakyat, dan membuka informasi secara transparan dan jujur tentang kapan pelaksanaan proses pembuatan AMDAL, surat pelepasan  tanah. Yang dinilai saat ini ada upaya ditutupi oleh Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan perusahaan tambang PT. Moni Sejahtera Langowan.
  2. Segera menghentikan dan cabut kembali rekayasa izin usaha dengan nomor AHU-48742.AH.01.TAHUN 2011.
  3. Segera hentikan aktivitas survei dan tidak boleh memberikan IUP atas rencana PT. Moni Sejahtera Langowan di Wilayah Intan Jaya.
  4. Mendesak Kapolda Papua dan Pangdan XVII/Cenderawasih agar menarik kembali personil yang mengawal PT. MSL, agar tidak meresahkan rakyat dan berpotensi terjadinya pelanggaran HAM, intimidasi dan ancaman yang menakut-nakuti masyarakat adat setempat.
  5. Mendesak Bupati Intan Jaya, DPRD Intan Jaya dan dinas terkait untuk mendorong peraturan daerah tentang lingkungan hidup dan pertambangan. Agar melindungi sumber daya alam dan pengelolahannya sesuai kebutuhan dan keinginan rakyat Intan Jaya.
  6. Segera hentikan pembahasan dan penetapan Omnibus Law oleh Pemerintah Indonesia.
Baca Juga:  Theys Adalah Pejuang, Pemindahan Makam Harus Mendapat Persetujuan Rakyat Papua

Berikut adalah nama-nama organisasi yang tergabung dalam Solidaritas Anti Investasi Wilayah Intan Jaya (SAIKI).

Forum Komunikasi Mahasiswa Intan Jaya Kota Studi Nabire, Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Agisiga, Ikatan Pelajar mahasiswa Intan Jaya se-Kota Studi Jayapura, Komunitas Independent Mahasiswa Somatua Kabupaten Intan Jaya, Forum Komunikasi Mahasiswa Intan Jaya Kota Studi Manokwari, Forum Komunikasi Mahasiswa Intan Jaya Kota Studi Menado, Forum Komunikasi Mahasiswa Intan Jaya Kota Studi, Ikatan Pelajar Mahasiswa Moni Intan Jaya, Ikatan Pelajar Mahasiswa Moni se-Jawa Bali, Komite Nasional Papua Barat, Wilayah Intan Jaya, Forum Independent Mahasiswa West Papua, Tokoh Kepala Suku, Hak Ulayat Suku Moni, Hak Ulayat Suku Nduga, Hak Ulayat Suku Dani dan Hak Ulayat Suku Wolani.

 

Pewarta : Yanuarius Weya

Editor : Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnya94 Siswa P2TIM Teluk Bintuni Lulus Ujian
Artikel berikutnyaPolda Papua Diminta Tak Halangi Acara Penyambutan Tapol