ADVERTORIALHasil Seleksi CPNS Intan Jaya Akan Diumumkan Dalam Waktu Dekat

Hasil Seleksi CPNS Intan Jaya Akan Diumumkan Dalam Waktu Dekat

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Pemda Intan Jaya umumkan bahwa hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018 Kabupaten Intan Jaya akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Saya pikir semua pencari kerja harus sabar, dan pada kesempatan ini tidak boleh ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memprofokasi, tapi semua pihak untuk bisa menahan diri,” kata Bupati Natalis Tabuni pada 17 Agustus 2020 di Sugapa sebagaimana dikutib dari papuaposnabire.com.

Ia mengakui yang lolos merupakan berkat Tuhan, sementara yang belum lolos merupakan mereka yang belum beruntung, namun masih ada kesempatan formasi 2019 dan 2020 yang Pemkab sedang mengupayakan.

Baca Juga:  Dukcapil Intan Jaya akan Lanjutkan Perekaman Data Penduduk di Tiga Distrik

Oleh karena itu tidak ada alasan untuk marah kepada pemerintah atau kepada siapa dan akhirnya mengganggu keamanan ketertiban, apalagi anarkis karena yang diumumkan itu berdasarkan ranking nilainya sendiri.

“Marilah kita belajar kalau kita tidak lolos. Sekolah yang benar, masuk kuliah yang benar, selesaikan kuliah tepat pada waktunya. Pemerintah daerah sudah memberikan bantuan studi, asrama, penginapan. Oleh karena itu jika ada sarjana katakan tidak lulus, saya tidak mengerti, belajarnya dimana, belajarnya apa saja,” tutur bupati.

Baca Juga:  Pemda Intan Jaya Umumkan Jadwal Pelaksanaan Tes CAT K2

Disinggung soal prosentasi lulus untuk OAP dan non OAP, jelas bupati, jika ada yang bertanya kenapa Kabupaten Intan Jaya yang lulus tidak 100 persen OAP, itu keliru.

Dijelaskan bupati soal prosentasi 80 : 20, bisa jadi belum sampai 80 persen kalau formasi OAP baik di jurusan eksata maupun bidang kesehatan kalau itu semua terisi.

Tetapi pendafar OAP misalnya dokter spesialis, guru biologi, guru fisika, guru kimia dan lain-lain, kalau itu belum sempat terisi maka tetap prosentasi 80 persen akan turun.

Baca Juga:  Pemda Intan Jaya Umumkan Jadwal Pelaksanaan Tes CAT K2

“Tetapi kalau disana turun dari 80 persen, maka itu jangan salahkan siapa-siapa. Disini banyak jurusan dokter yang kosong OAP, guru kimia kosong OAP, guru matematika kosong OAP, apoteker dan jurusan lainnya kosong OAP. Kalau kondisi seperti ini bagaimana bisa mencapai 80 persen. Oleh karena itu 80 persen itu bukan jaminan segala-galanya, bukan berarti kita hebat karena dapat 80 persen OAP, formasi ini dikasih oleh negara bukan bupati yang menentukan,” paparnya. (*)

Terkini

Populer Minggu Ini:

Kadis PUPR Sorsel Diduga Terlibat Politik Praktis, Obaja: Harus Dinonaktifkan

0
Kadis PUPR Sorsel Diduga Terlibat Politik Praktis, Obaja: Harus Dinonaktifkan SORONG, SUARAPAPUA.com --- Bupati Sorong Selatan, Papua Barat Daya, didesak untuk segera mencopot jabatan kepala dinas PUPR karena diduga telah melanggar kode etik ASN. Dengan menggunakan kemeja lengan pendek warna kuning dan tersemat lambang partai Golkar, Kadis PUPR Sorong Selatan (Sorsel) menghadiri acara silaturahmi Bacakada dan Bacawakada, mendengarkan arahan ketua umum Airlangga Hartarto dirangkaikan dengan buka puasa di kantor DPP Golkar. Obaja Saflesa, salah satu intelektual muda Sorong Selatan, mengatakan, kehadiran ASN aktif dalam acara silatuhrami itu dapat diduga terlibat politik praktis karena suasana politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilaksanakan secara serentak tanggal 27 November 2024 mulai memanas. “ASN harus netral. Kalau mau bertarung dalam Pilkada serentak tahun 2024 di kabupaten Sorong Selatan, sebaiknya segera mengajukan permohonan pengunduran diri supaya bupati menunjuk pelaksana tugas agar program di OPD tersebut berjalan baik,” ujar Obaja Saflesa kepada suarapapua.com di Sorong, Sabtu (20/4/2024).

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.