Nasional & DuniaKetua Sinode GKI-TP Bicara Kasus Penembakan Tokoh Agama Hingga HAM

Ketua Sinode GKI-TP Bicara Kasus Penembakan Tokoh Agama Hingga HAM

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu turut bersuara terkait penembakan Pdt. Yeremia Zanambani, tokoh agama di Hitadipa, Intan Jaya, pada, Sabtu (19/9/2020).

“Berkaitan dengan peristiwa penembakan hamba Tuhan dari GKII selaku anggota PGI, saya mengajak kita terus mengawal kasus ini secara sungguh-sungguh,” kata Mofu dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/9/2020) sebagaimana dilaporkan seputarpapua.com.

Pdt. Mofu juga selaku Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PGI, menyentil Presiden Joko Widodo yang berpidato hebat di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB, Rabu (23/9), termasuk soal sikapnya mendukung Palestina.

Baca Juga:  Mantan Komisaris Tinggi yang Berbasis di Kaledonia Baru Ditunjuk Sebagai Kepala Staf Presiden Prancis

Kata dia, sangat baik Presiden Jokowi dengan pandangan-pandangannya yang luarbiasa, bagaimana ikut bersama-sama dalam rangka menyelesaikan segala persoalan yang sedang dihadapi dunia.

“Tetapi melihat peristiwa yang terjadi di tanah air, ini memberi pertanyaan. Sejauh mana selaku kepala negara dalam tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, lebih khusus di Papua,” katanya.

Baca Juga:  Masalah Politik Mendominasi Kunjungan Menteri Prancis Gérald Darmanin di Kaledonia Baru

Ia menyebut, peristiwa penembakan tidak hanya menimpa seorang hamba Tuhan Pdt. Yeremia saat ini, tetapi juga ada rentetan peristiwa serupa sebelumnya yang berkaitan dengan kemanusiaan di Papua.

“Kita tidak bisa mengabaikan peristiwa terjadi yang merenggut jiwa masyarakat, termasuk juga anggota TNI dan Polri,” kata Mofu.

Oleh sebab itu, Pdt. Mofu mempertanyakan keseriusan negara untuk menyelesaikan persoalan di Papua.

Baca Juga:  Tanggal Pemungutan Suara Kepulauan Solomon Telah Ditetapkan

Ia ingat betul 4 akar masalah yang pernah direkomendasikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk masalah di Papua.

“Namun sampai saat ini kelihatannya tidak ada ruang untuk diselesaikan. Karena itu, atas peristiwa penembakan yang terjadi, saya kembali mengingatkan supaya segera dibentuk tim independen yang melakukan investigasi secara adil,” imbuh dia. (*)

Terkini

Populer Minggu Ini:

MRP-PP Minta Penyelenggara Pemilu Berkomitmen Dukung Caleg Putra Daerah

0
"Karena itu, saya berharap buat komitmen dan berikan suara rakyat itu kepada yang punya komitmen untuk membangun Papua Pegunungan, meletakkan fondasi pembangunan. Bukan membeli jabatan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu," ungkapnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.