Biadab! TNI Pukul dan Siksa Tiga Pemuda Sampai Mati di Puskesmas Bilogai, Intan Jaya

0
4373
Pastor Paroki Bilogai, Pastor Yustinus Rahangiar, Pr, kepala BPMK kabupaten Intan Jaya serta sejumlah ASN saat evakuasi korban dari TKP di Amaesiga ke Puskesmas Bilogai. (Supplied for Suara Papua)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pada Senin (15/2/2021) pagi kemarin telah terjadi penembakan dari TPNPB Intan Jaya yang menewaskan seorang anggota TNI. Dalam upaya mengejar pelaku penembakan, TNI melakukan penyisiran di sekitar kampung Mamba hingga mengakibatkan seorang pemuda atas nama Janius Bagau tertembak di lengan kiri hingga tulang hancur.

Dari sejumlah informasi yang dikumpulkan suarapapua.com pada Selasa (16/2/2021), pada  Senin (kemarin) siang hari Janius dievakuasi ke Puskesmas dengan mobil milik bupati dari TKP di Amaesiga.

Dalam mobil tersebut dua pemuda lain dari keluarga korban ikut serta untuk menjaga korban di Puskesmas sambil mendapat perawatan dari pihak medis. Kedua pemuda itu adalah Justinus Bagau dan Soni Bagau.

Pastor Paroki Bilogai, Pastor Yustinus Rahangiar, Pr, Kepala Dinas BPMK Kab. Intan Jaya serta sejumlah ASN saat evakuasi korban dari TKP di Amaesiga ke Puskesmas Bilogai. (Supplied for Suara Papua)

TNI Siksa dan Pukul Sampai Mati

Saat ketiga korban tersebut berada di Puskesmas, TNI datang pada malam hari lalu interogasi ketiganya sambil siksa dan pukul hingga meninggal dunia pada Senin 15 Februari 2021 malam.

ads
Baca Juga:  Sikap Mahasiswa Papua Terhadap Kasus Penyiksaan dan Berbagai Kasus Kekerasaan Aparat Keamanan

“Janius itu korban yang sebelumnya tertembak dari Amaesiga. Dua orang [Soni dan Justinus] itu sehat. Mereka ada di Puskesmas untuk jaga Janius. Tetapi mereka diperiksa dan diinterogasi, lalu dipukul sampai ketiganya meninggal dunia di Puskesmas tadi malam,” kata seorang narasumber suarapapua.com yang tidak ingin dimediakan namanya.

Ketiganya adalah satu keluarga, kemudian dipukul dan disiksa TNI hingga tewas di Puskesmas Bilogai yang berada di Yokatapa, Sugapa.

“Soni Bagau dan Justinus Bagau mereka dua ikut mobil bupati yang membawa Janius Bagau dari Amaesiga ke Puskesmas Bilogai agar korban mendapat perawatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pembagian Selebaran Aksi di Sentani Dibubarkan
Almarhum Janius Bagau meninggal setelah disiksa dan dipukul aparat di puskesmas Bilogai, Yokatapa, Sugapa, Intan jaya sebelum dimakamkan. (Supplied for Suara Papua)

Untuk diketahui, Janius Bagau meninggal dengan luka tembak di lengan kiri dengan kondisi tulang lengan kiri hancur. Sebelum meninggal, ia diinterogasi, disiksa dan dipukul anggota TNI.

Sedangkan Soni Bagau dan Justinus Bagau adalah dua pemuda sehat yang meninggal karena siksaan dan pukulan dari anggota TNI saat interogasi di Puskesmas Bilogai yang berada di Yokatapa, Sugapa, Intan Jaya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini masyarakat sedang siap untuk makamkan tiga korban tersebut di Sugapa.

“Sekarang kami lagi siap-siap untuk makamkan tiga orang korban yang dipukul sampai mati oleh TNI di Puskesmas Bilogai,” pungkasnya.

Ketiga korban, dari informasi sumber Suara Papua, telah dimakamkan di Tambabuga, Kampung Bilogai. Lokasi ketiganya dimakamkan ini tidak jauh dari rumah dinas bupati Intan Jaya.

Baca Juga:  Jokowi Didesak Pecat Aparat TNI yang Melakukan Penganiayaan Terhadap Warga Papua

Masyarakat Mengungsi ke Pastoran Bilogai

Setelah TPNPB tembak seorang anggota TNI, aparat melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku. Dalam upaya itu, Janius Bagau tertembak di lengan kiri hingga tulang hancur.

Setelah terjadi penyisiran dan Janius tertembak, sambil membawa korban ke puskesmas, puluhan masyarakat yang terdiri dari mama-mama, anak-anak dan bapak-bapak telah diungsikan ke pastoran Bilogai.

Puluhan warga kampung Mamba yang diungsikan ke Bilogai. (Supplied for Suara Papua)

Proses evakuasi korban dari TKP di kampung Amaesiga ke Puskesmas dilakukan dengan menggunakan mobil milik bupati.

Pastor Paroki Bilogai, Yustinus Rahangiar, Pr, sejumlah guru SMP YPPK, serta beberapa tokoh pemuda ikut serta dalam proses evakuasi korban ke mobil sebelum ke Puskesmas dan juga mendampingi masyarakat Amaesiga ke Bilogai.

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaPRP Beberkan Bukti Keberhasilan Otonomi Khusus di Papua
Artikel berikutnyaTiga Pemuda yang Dibunuh TNI Sudah Dimakamkan di Bilogai, Intan Jaya