Pemerintah Diminta Segera Deteksi Jaringan Teroris Sebelum Merebak

0
1182

MANOKWARI, SUARAPAPUA.com— Septi Meidodga, Aktivis HAM Pemuda Papua di Manokwari, mendesak pemerintah pusat segera mendeteksi jaringan Teroris di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Septi untuk menanggapi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Menurutnya, tindakan bom bunuh diri itu merupakan aksi sistematik dan itu akan berpotensi ke tempat lain jika pemerintah lambat dalam mendeteksi.

“Saya prihatin atas tindakan tidak terpuji yang di lakukan. Saya harap pemerintah melalui aparatnya sesegera mungkin menemukan mereka sebelum merebak ke yang lain,” ucapnya kepada suarapapua.com di Manokwari pada Senin (29/3/2021).

Peristiwa tersebut, kata dia, menjadi perhatian  semua kalangan di Indonesia. Hal tersebut bukan pertama kali terjadi namun sudah sekian banyak peristiwa seperti itu terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menganut sistem Demokrasi ini.

Baca Juga:  Pemkab Sorong Serahkah SK Pengakuan MHA Tujuh Sub Marga

Septi mengatakan, mestinya hal itu sepatutnya menjadi fokus pemerintah dalam menjaga nilai – nilai keberagamaan sesuai dengan simbol negara “BHINEKA TUNGGAL IKA.”

ads

Ativis HAM asal Papua barat ini mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Presiden dan Kapolri agar segera Pertama, Membentuk tim untuk mencari tahu semua sel-sel jaringan teroris di Indonesia lalu memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Kedua, Menkopolhukam segera ambil sikap tegas perlindungan terhadap semua umat Kristen di pulau jawa dan sumatera.

Baca Juga:  Pilot Philip Mehrtens Akan Dibebaskan TPNPB Setelah Disandera Setahun

Ketiga, Pemerintah Pusat segera melakukan larangan dan swiping di bandara internasional terhadap negara negara asing yang memiliki jaringan teroris, agar dapat mencegah serta mengankan kondisi di Indonesia dari ancaman terorisme.

Menurutnya, hal tersebut harus di lakukan oleh pemerintah pusat secepatnya, agar tidak memunculkan kegaduhan dalam peristiwa-peristiwa seperti itu.

Dengan demikian maka harus ada kefokusan dan ketegasan pemerintah dalam melindungi rakyatnya dari ancaman tindakan terorisme di Indonesia, agar masyarakat tetap percaya keamananya sudah terjaga dan bisa melakukan aktifitas ibadah tanpa sebuah trauma dan tekanan.

Aksi Teroris di Makasar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan kronologi peristiwa berulah ketika Teroris melakukan aksi bom bunuh diri di depan tersebut pada, Minggu (28/3/2021).

Baca Juga:  Beberapa Tuntutan TPNPB OPM Kodap VIII Intan Jaya

Kejadian terjadi pukul 10.20 Wita, selepas umat Gereja Katedral Makassar menjalankan ibadah Misa, pelaku bom bunuh diri diduga sebanyak dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic dengan plat nomor DT 5984 MD.

“Jadi awalnya memang, pelaku yang diduga menggunakan roda dua ini dia akan masuk pelataran maupun pintu gerbang dari gereja Katedral,” jelas Argo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta. Dilansir dari Kompas.com.

Pewarta: Charles Maniani

Editor  : Arnold Belau

Artikel sebelumnyaDPRD Lanny Jaya Serahkan Aspirasi Penolakan Otsus dan DOB Wilayah Lapago ke DPR Papua
Artikel berikutnyaPemprov Papua Setujui Rencana Pemekaran Provinsi Papua Tengah