Tolak Bandar Antariksa, KKB Siap Kembalikan Uang Negara

0
1625

SORONG, SUARAPAPUA.com — Dewan Adat Byak siap mengembalikan uang negara sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap pembangunan bandar antariksa yang direncanakan akan dibangun di wilayah tersebut.  

Manfun Kawasa Byak Apolos Sroyer, Ketua Dewan Adat Suku Byak usai melakukan rapat pleno khusus I tahun 2021 di Biak pada 7 April 2021 lalu menegaskan, oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan Mananwir dari Kainkain Karkara Byak (KKB) mendukung Proyek Pembangunan bandar antariksa di Kabupaten Biak Numfor adalah tidak sah.

“Kami tegaskan bahwa pernyataan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan Mananwir dari KKB Bar Napa mendukung rencana pengembangan bandar antariksa untuk peluncuran satelit beberapa waktu lalu adalah tidak sah dan tidak mewakili keseluruhan masyarakat adat di Bar Napa serta masyarakat adat di lokasi tersebut,” tegas Apolos Sroyer kepada suarapapua.com pada Jumat (9/4/2021) dari Biak.

Baca Juga:  Dukung Perjuangan Tolak Sawit, Filep Wamafma Kritik Kebijakan Investasi di Papua

 Apolos Syorer juga menyatakan, Dewan Adat Byak menolak pembangunan bandara antariksa serta akan mengembalikan uang negara yang digunakan Lembaga Penerbangan dan Atariksa Nasional (LAPAN) Biak tahun 1980 untuk membayar paksa tanah adat warbon.

“Dewan Adat Byak juga menerima pernyataan masyarakat pemilik tanah adat untuk mengembalikan uang negara Tahun 1980. Masyarakat adat warbon mendapatkan ancaman dari pihak TNI (Koramil Biak Utara sat itu) akhirnya masyarakat pemilik tanah adat warbon menerima uang sebesar Rp.15 juta dari LAPAN Biak sebagai imbalan dan menyerahkan tanah 100 hektar,” ungkap Sroyer.

ads
Baca Juga:  Pameran Foto FJPI “We Work Too”, Lima Foto dari PBD Tentang Potret Mama-mama Papua Pekerja Keras

Lebih lanjut, Apolos menjelaskan Dewan Adat Byak akan membentuk tim advokasi menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami akan membentuk tim advokasi untuk menidaklanjuti masalah ini. Tim ini akan dipimpin oleh pdt. Hofni Simbiak dan beberapa anggota lainnya sesuai kebutuhan,” jelas Sroyer.

Sementara itu, Sekertaris Kainkain Karkara Byak, Mananwir Gerad Kafiar mengatakan pihaknya akan melakukan musyawarah adat Byak di wilayah Bar Napa.

Baca Juga:  Butuh Koordinasi dan Kerja Kolaborasi Untuk Turunkan Angka Stunting

“Bulan April-Mei 2021 kami akan melakukan musyawarah di Bar Napa serta melakukan konsolidasi kepemimpinan KKB di Bar Napa,” ujar Kafiar.

Manawir Gerad Kafiar menyebutkan, sesuai keputusan rapat pleno khusus I tahun 2021,  Dewan Adat Byak akan melakukan sidang peradilan adat biak untuk memastikan kepemilikan tanah adat tersebut.

“Dewan Adat Byak akan melaksanakan sidang khusus untuk membahas dan memutuskan hal-hal yang berhubungan dengan rencana pengembangan bandara   antariksa, serta sidang peradilan adat Byak untuk memastikan pemilik sah tanah adat di wilayah tersebut,” tutup Kafiar.

Pewarta: Reiner Brabar

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaReuters Soroti Pembunuhan Tiga Bersaudara di Sugapa: Laporan Tentara dan Saksi Berbeda
Artikel berikutnyaSegera Selidiki Dugaan Penculikan dan Pembunuhan Yermias Nagen di Kab. Nduga