Warga 4 Kampung di Puncak Papua Dikabarkan Mengungsi Akibat Serangan Udara

0
2866

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Warga dari empat kampung di kabupaten Puncak Papua, antara lain kampung Tegelobak, kampung Misimaga, kampung Efesusu dan kampung Upaga dikabarkan mengungsi ke dua kampung terdekat akibat serangan udara dari militer Indonesia dalam upaya mengejar pasukan TPNPB dibawah pimpinan Lekagak Telenggen, Selasa (27/4/2021).

Kejadian ini dilaporkan oleh Octovianus Tabuni, seorang advokat dan tokoh Intelektual dari kabupaten Puncak kepada suarapapua.com.

“Hari Selasa jam 09.30 sampai jam 13.30 terjadi penyerangan di empat kampung oleh aparat lewat udara dengan helikopter. Penyerangan itu dilakukan selama 3 jam. Saat terjadi penyerangan itu kami sulit hubungi ke lokasi. Tapi dari informasi awal yang saya terima, warga dari 4 kampung dan 4 gereja sudah mengungsi ke dua kampung terdekat,” jelaanya.

Baca Juga:  Akhiri Polemik Tapal Batas, Pj Gubernur Papua Tengah Diminta Turun Tangan

Tabuni menjelaskan, laporan tersebut ia terima dari salah satu kepala kampung yang sedang mengungsi bersama dengan masyarakatnya ke kampung terdekat.

“Masyarakat dari kampung Tegelobak dan Misimaga mengungsi ke kampung Tanah Merah. Sedangkan masyarakat dari kampung Efesus dan Upaga mengungsi ke kampung Gome,” ungkapnya.

ads

Sementara itu, Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom dalam surelnya yang diterima media ini mengatakan bahwa ada serangan udara dari TNI ke perkampungan masyarakat. Namun dia tidak mendetailkan kampung yang diserang aparat.

Sebby mengatakan, baku tembak dengan pasukan TNI/Polri yang datang dengan helikopter dan TPNPB terjadi pada pukul 08.26 WIT dan pukul 13.00 WIT siang.

Baca Juga:  Lindungi Rakyat Sipil, TNI Polri dan TPNPB Wajib Terapkan Konvensi Jenewa IV Tahun 1949

“Anggota yang gunakan helikopter tembak-tembak di perkampungan warga pukul 08.26 WIT dan pukul 13.00 siang. Tidak ada korban dalam penyerangan ini. TNI/Polri sudah putar-putar di atas kampung sebanyak 3 kali dan tembak perumahan warga,” katanya.

Sebelumnya, seorang warga Ilaga, Selasa (27/4/2021) melaporkan bahwa ada tiga buah helikopter sedang melakukan aktivitas terbang sejak pagi. Satu helikopter TNI dan satu lagi helikopter polisi terbang lalu-lalang sejak pagi dan satu lagi helikopter TNI terbang lalu-lalang pada siang hari setelah dua helikopter yang datang lebih awal kembali ke Timika.

Baca Juga:  Senin Pekan Depan KNPB Ajak Rakyat Papua Gelar Aksi Solidaritas untuk Kanaky

Bahkan, dia juga mengaku warga di kota Ilaga sempat mendengar bunyi tembakan yang berasal dari helikopter yang saat itu melakukan aktivitas.

Pada 26 April, TNI telah mengirimkan surat kepada Kepala Bandara Ilaga untuk menghentikan semua penerbangan dari semua maskapai sipil menuju ke Ilaga dan sebaliknya.

Pada tanggal yang sama, presiden Joko Widodo dalam siaran persnya memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap anggota TPNPB yang telah menembak mati Kepala BIN Daerah Papua di Beoga pada 25 April 2021.

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaTPNPB Akui Baku Tembak dengan TNI/Polri di Puncak Papua
Artikel berikutnyaTPNPB Bantah Lima Anggotanya Ditembak Mati TNI/Polri di Puncak Papua