Kerang Unik dari Pulau Kapotar Nabire

0
1341

Oleh: Hari Suroto)*
)* Penulis adalah arkeolog, tinggal di Jayapura.

Pulau Kapotar merupakan pulau kecil memanjang di Kepulauan Moora, kawasan Teluk Cendrawasih, Nabire, Papua. Karena bentuknya yang memanjang, pulau ini sering disebut dengan Pulau Panjang. Di pulau ini terdapat sejenis kerang yang unik lagi menarik.

Sekeliling Pulau Kapotar, pantainya berpasir putih dan banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Pulau Kapotar sangat unik, walaupun kecil tetapi terdapat Telaga Mambekora pada bagian barat daya pulau ini. Telaga Mambekora berair asin. Untuk mencapai telaga ini yaitu dari tepi pantai menyusuri jalan setapak di dalam kebun kelapa sejauh sekitar 100 meter.

Baca Juga:  Ini Keputusan Berbagai Pihak Mengatasi Pertikaian Dua Kelompok Massa di Nabire

Telaga ini berair jernih, bagian tepinya dibatasi oleh batu karang dan ditumbuhi pepohonan. Telaga Mambekora mempunyai biota endemik yaitu kerang yang menempel pada dinding karang atau menempel pada kayu, sepintas bentuknya jelek tidak menarik. Tetapi jangan salah, rasanya sangat enak gurih.

ads

Jenis kerang ini tidak ditemukan di tempat lain, hanya dijumpai di Telaga Mambekora saja. Tinggi permukaan air Telaga Mambekora mengikuti pasang surut air laut. Saat permukaan air telaga menurun, mama-mama dari Pulau Mambor akan mencari kerang ini, mereka menyebut kerang ini dengan nama tatoiri.

Baca Juga:  Anggota DPRP Usulkan Beberapa Rute Penerbangan Perintis di Papua Tengah

Pulau Mambor terletak di sebelah selatan Pulau Kapotar. Cara memasaknya sangat unik, setelah dibersihkan dengan air laut, kemudian disiram dengan air panas. Didiamkan sebentar, kemudian langsung bisa dinikmati.

Untuk membuka cangkang kerang yang agak keras maka digunakan pisau kecil. Namun kerang tatoiri bukanlah lauk utama, tetapi hanyalah sekedar makanan selingan. Kerang tatoiri bagi warga Mambor dianggap sebagai snack atau makanan ringan, tentu saja lebih menyehatkan karena tidak memakai bumbu penyedap dan bahan pengawet. (*)

Baca Juga:  Banyak Masalah di Kapiraya, JDRP2 Desak Pihak Terkait Turun Tangani

Artikel ini telah ditayang di situs portalsains.org

SUMBERPortalsains.org
Artikel sebelumnyaCovid-19 Meningkat, Tomi Mano minta Pemprov Papua Lakukan Lockdown
Artikel berikutnyaKisah Penyintas COVID-19 di Papua