Papua akan Lockdown 28 Hari, Semua Tempat Publik akan Ditutup

0
1020

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pemerintah Provinsi Papua akan lakukan lockdown selama 28 hari selama bulan Agustus 2021 mendatang. Kebijakan ini diambil karena penyebaran virus Corona semakin memburuk.

Doren Wakerkwa, Pelaksana HArian Sekda Papua memastikan bahwa kebijakan lockdown selama 28 hari di Provinsi Papua akan diberlakukan pada Agustus mendatang. Lockdoqn dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang terus meluas dan mengkwatirkan di provinsi paling timur dari Indonesia ini.

Baca Juga:  Kompleksitas Persoalan Papua, Perlu Adanya Kementerian Khusus

Selain menutup jalur keluar masuk lewat udara dan laut. pemerintah provinsi juga akan menutup mall, pasar swalaya, rumah makan, cafe dan tempat-tempat publik sejenis lainnya.

“Lalu restoran atau cafe bisa menjual tapi makanan dan minuman dibawa pulang atau take away. Untuk kabupaten dan kota kebijakanny adikembalikan kepada para bupati dan wali kota. Artinya bisa diatur, misalnya mall, swalayan bisa dibuka dengan batas waktu yang ditentukan,” jelasnya pada Rabu (21/7/2021) kemarin di Jayapura usai menggelar rapat bersama kepala-kepala OPD dalam rangka dengar pendapat tentang penanganan pandemi Covid-19 bersama gubernur.

Baca Juga:  Badan Pengarah Otsus Papua Semakin Tidak Jelas Keberadaannya

Kendati demikian, lanjut Doren, pada masa lockdown dari 1 – 28 Agustus 2021 arus keluar masuk Papua untuk kepentingan PON dan Peparnas 2021 dapat diijinkan.

ads

“Tapi masyarakat umum untuk keluar masuk akan ditutup,” tegasnya.

Dalam beberapa hari, tambah dia, teknis pembahasan terkait kebijakan lockdown akan dibahas bersama pihak terkait. Pembahasannya sampai kepada memberi sanksi bagi para pihak yang melanggar ketentuan lockdown.

Baca Juga:  Badan Pengarah Otsus Papua Semakin Tidak Jelas Keberadaannya

“Sebab tujuan pemberlakuan lockdown ini tentunya untuk selamatkan nyawa manusia. Karena semakin naik penularan virus ini. Harapanya semua pihak bisa mengerti dan menjalankan kebijakan itu. Karena tujuan besarnya untuk mengendalikan virus corona yang semakin memprihatinkan di Papua,” tutupnya.

REDAKSI

SUMBERPAPUA.GO.ID
Artikel sebelumnyaDua Aktivis AMP Divonis Lima Bulan Penjara
Artikel berikutnyaPekan Depan PSU Pilkada Nabire, Ini Imbauan Asosiasi Bupati Meepago