Tanah PapuaLa PagoTPNPB Mengaku Bertanggung Jawab Atas Sejumlah Aksi Penembakan di Dekai Yahukimo

TPNPB Mengaku Bertanggung Jawab Atas Sejumlah Aksi Penembakan di Dekai Yahukimo

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Sebby Sambom, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) mengaku bahwa pihaknya bertanggung jawab atas sejumlah aksi penembakan dan pembakaran di ibu kota Kabupaten Yahukimo belum lama ini.

“Kami baru terima konfirmasi bahwa aksi pembunuhan itu bagian dari perang revolusi Pembebasan Nasional Bangsa Papua, dan TPNPB-OPM Kodap 16 Yahukimo di bawah pimpinan Elkius Kobak bertanggung jawab atas semua aksi yang terjadi belakangan ini. Elkius Kobak adalah Plt. Panglima Komando Daerah Pertahanan 16 TPNPB Yahukimo,” kata Sebby melalui pernyataan elektroniknya, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga:  Tolak Yonif 762, Warga Tambrauw Palang Pos Satgas 623 di Fef

Ia menyatakan, pihak-pihak yang bekerja di Dekai Yahukimo telah diidentifikasi sebagai agen TNI dan Polri, sehingga TPNPB telah bertindak dengan tujuan pembebasan dari cengkeraman militer Indonesia.

Sebby mengaku, sebelumnya pihaknya telah mewarning warga pekerja imigran di Dekai Yahukimo agar segera keluar dari Yahukimo, karena daerah itu merupakan salah satu daerah perang yang telah ditentukan Markas Komnas TPNPB OPM.

“Namun warga imigran masih melakukan aktivitas di wilayah perang, termasuk Yahukimo, maka para pekerja itu semuanya kami ketahui sebagai anggota TNI dan Polri yang menyamar sebagai tukang bangunan dan lain-lainnya,” pungkas Sebby.

Baca Juga:  Maraknya Destructive Fishing, 5 Pelaku Pengeboman Ikan di Perairan Misool Utara Ditangkap

Sajuah ini katanya, pihaknya masih melakukan kontak tembak dengan pihak TNI/Polri di Dekai Yahukimo. Ada sejumlah anggota TNI dan Polri telah mengenai tembakan anggota TPNPB OPM.

Sebelumnya, pihak TPNPB OPM mengaku menembak mati dua pekerja yang menjadi mata-mata di Dekai Yahukimo dan membakar sejumlah rumah.

Sementara, pihak satgas Nemangkawi terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Senin (23/8/2021).

Kontak tembak terjadi hingga tiga kali di lokasi yang berbeda saat personel Satgas Nemangkawi menggunakan satu unit mobil Hilux singgah di PT Indo Papua untuk membantu evakuasi barang-barang milik karyawan ke tempat pengungsian.

Baca Juga:  POHR Desak TNI Ungkap Proses Hukum Kasus Penganiayaan Moses Yewen

Evakuasi dilakukan setelah dua pekerja PT Indo Papua dibunuh KKB di Jembatan Kali Yegi, Kampung Kribun, Minggu (22/8/2021).

“Personel Satgas Nemangkawi melakukan penyisiran dan pengamanan terhadap Karyawan PT Indo Papua yang masih berada di Camp Kali Yegi Jalan Trans Papua, Distrik Dekai,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, melalui keterangan tertulis, Senin malam, yang dikutib dari kompas.com.

 

REDAKSI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Tolak Yonif 762, Warga Tambrauw Palang Pos Satgas 623 di Fef

0
“Pasca kematian Moses Yewen, keluarga dan masyarakat telah menyampaikan pernyataan penolakan kehadiran Yonif 762 di Tambrauw kepada Kodim 1810, DPRD dan bupati Tambrauw. Tetapi Panglima TNI mengeluarkan surat perintah kepada Yonif 762 untuk melaksanakan tugas di Fef. Hal ini yang memicu pemalangan pos Satgas,” ungkapnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.