BeritaOlahragaKONI Papua Targetkan 84 Medali Emas di PON XX

KONI Papua Targetkan 84 Medali Emas di PON XX

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua menegaskan, Papua menargetkan 84 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 yang akan digelar pada 2-15 Oktober 2021 di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Target tinggi yang dipatok KONI Papua dengan alasan, para atlet Papua telah menjalani persiapan cukup matang. Katanya, kurang lebih 38 bulan masa persiapan yang dilalui para atlet sebelum tampil di multi-event empat tahunan itu.

Dalam keterangan tertulis yang diterima suarapapua.com, KONI Papua menyatakan target medali emas dibebankan kepada semua nomor yang dipertandingkan di ajang PON XX.

“Memang saat ini masih berada dalam masa pandemi Covid-19, tetapi sebagai tuan rumah kami telah mempersiapkan segala daya dan upaya untuk menyelenggarakan PON XX. Papua sebagai tuan rumah harus mempersembahkan yang terbaik, dengan meraih prestasi terbaik,” kata Kenius Kogoya, sekretaris umum KONI Papua.

Kenius mengemukakan, seluruh persiapan telah dimulai sejak tahun 2018 hingga kini jelang penyelenggaraan yang tinggal menghitung hari.

“Kami telah melakukan rangkaian kegiatan yang cukup panjang dan bersyukur bahwa semua berlangsung dengan baik. Tentunya ini dalam rangka mencapai sukses prestasi di PON XX,” bebernya.

Demi sukseskan pelaksanaan PON XX Papua, pihaknya berharap dukungan dari pemerintah dan Puslatprov, juga berbagai pihak di tanah air.

“Dukungan sangat penting agar kita sebagai tuan rumah bisa sukseskan PON XX. Dan dukungan itu juga bagi kontingen Papua bisa meraih prestasi terbaik di PON XX agar kita membawa harum nama Papua di kancah nasional hingga dunia,” tutur Kenius.

Baca Juga:  Jamu Kalteng Putra di Stadion Mandala, Ujian Terakhir Persipura

Tuan rumah PON XX, kata Kenius, kontingen Papua telah dilepas secara resmi dalam sebuah seremonial yang berlangsung di Stadion Mandala, Jayapura, Kamis (9/9/2021). Kapolda Papua didaulat sebagai ketua Kontingen Papua.

Keikutsertaan Papua dalam PON XX terbilang cukup lengkap.

Kenius menjelaskan, pada PON XX, kontingen Papua berkekuatan 945 orang atlet.

Para atlet itu menurutnya terdiri dari 541 putra dan 404 putri, dengan 234 oang pelatih dan asisten pelatih. Sedangkan ofisial masing-masing cabor 133 orang, dan jumlah ofisial pengurus kontingen sebanyak 215 orang.

Janji Bonus Miliaran

Saat pelepasan kontingen Papua, Gubernur Lukas Enembe berjanji akan memberikan bonus 1 miliar rupiah bagi atlet peraih medali emas perorangan pada ajang PON XX.

Bonus untuk peraih medali perak Rp500 juta, medali perunggu Rp250 juta, medali emas beregu Rp650 juta per atlet, medali perak Rp325 juta, dan medali perunggu Rp162,5 juta.

Khusus atlet yang tidak meraih medali juga dijanjikan akan kebagian bonus. Nilai bonusnya Rp10 juta.

Gubernur mengatakan, setiap keringat dari atlet merupakan bukti cinta Papua. Karena itulah pemerintah berkewajiban menghargainya sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan setiap atlet di ajang empat tahunan itu.

Baca Juga:  PSBS Siap Menuju Liga 1 Usai Ambil Satu Poin di Aceh

Dari PON XX di Tanah Papua, Enembe yakin akan muncul Boaz Solossa, Liza Rumbewas (Alm) Carol Renwarin yang baru untuk mengharumkan nama Papua di persada Nusantara.

“Saya percaya PON di Papua akan lahir mutiara-mutiara baru Papua yang akan mengharumkan Indonesia di kancah dunia,” kata Gubernur Papua.

Target Papua masuk lima besar klasemen perolehan medali pada PON XX, kata Enembe, bukan hal yang sulit. Apalagi persiapan yang dilakukan sejak tahun 2018.

“Dengan persiapan yang sudah matang selama ini kalian para atlet lakukan, dan dengan dukungan seluruh masyarakat Papua secara langsung akan membakar gelora juang kalian semua dalam bertanding. Maka, saya percaya, dan percayalah, Torang Bisa,” ujar Enembe.

Selesai TC Luar Papua

Selain pemusatan latihan di daerah, para atlet PON Papua juga telah dikirim ke luar Papua untuk menjalani training center dan try-out untuk menambah jam terbang sekaligus mengukur kesiapan tim maupun atlet itu sendiri.

Menurut Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, ketua Puslatprov KONI Papua, atlet PON Papua saat ini 90% telah kembali ke Papua usai menjalani TC. Sementara, sekitar 10% masih melanjutkan TC di luar Papua.

Data dari Puslatprov KONI Papua, cabor yang telah kembali dari TC untuk cluster Kota Jayapura, antara lain cabor Tinju, Karate, Taekwondo, Sepak Takraw, Renang Perairan Terbuka, Sepatu Roda, dan Tenis.

Baca Juga:  Ramai Rumakiek Beringas, Persipura Sikat Kalteng Putra 2-1

Untuk cluster Kabupaten Jayapura, cabor yang telah kembali, meliputi cabor Sepakbola Putra, Softball, Baseball, Cricket, Pencak Silat, Muaythai, Panahan, Polo Air, Loncat Indah, Selam Kolam, dan Renang Artistik.

Untuk cluster Kabupaten Mimika, cabor yang telah kembali, adalah cabor Terjun Payung, Panjat Tebing, Bola Tangan, Futsal, Judo, dan Biliar.

Sedangkan untuk cluster Merauke, cabor yang telah kembali, yakni cabor Sepakbola Putri, Wushu, Anggar, dan Gulat.

Masih menurut Bambang, sesuai rencana pada minggu ketiga September 2021, seluruh cabor sudah tiba di Papua sesuai cluster untuk selanjutnya masuk persiapan akhir menuju kompetisi pada Oktober mendatang.

“Saat ini secara umum kondisi atlet Papua berada di posisi peak performance menuju kompetisi. Melalui periodisasi latihan yang telah diprogramkan, para atlet kita telah sudah siap untuk memberikan yang terbaik demi kehormatan dan kebanggaan Papua,” ujarnya.

Bambang mengakui pembentukan Puslatprov KONI Papua merupakan wujud komitmen KONI Papua untuk menorehkan prestasi terbaik pada perhelatan PON XX.

Puslatprov dibentuk berdasarkan surat Ketua Umum KONI Papua nomor 108/SKEP-KONI PAPUA/III/2019 tertanggal 15 Maret 2019.

Sekadar informasi, PON XX Papua akan diselenggarakan selama dua pekan (2-15/10/2021). Cabor sepak bola dipertandingkan lebih dulu, yakni mulai tanggal 27 September hingga 14 Oktober 2021.

Pewarta: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Referendum Vanuatu Berupaya Menanamkan Stabilitas Setelah Pemerintahan Terbuka

0
"Vanuatu memiliki sistem pemerintahan yang demokratis, tetapi ketika referendum berfokus pada penghapusan hak konstitusional seorang anggota Parlemen, apakah kita masih berada di negara demokrasi?" kata seorang pengguna bernama Peserta Anonim di grup Facebook Yumi Tok Tok Stret.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.