BeritaOlahragaPSSI Sahkan 21 Pemain, Dogiyai FC Siap Berlaga

PSSI Sahkan 21 Pemain, Dogiyai FC Siap Berlaga

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Dogiyai FC memastikan diri berlaga di kompetisi Liga 3 zona Papua tahun 2021 setelah seluruh persyaratan pemain yang diminta sesuai aturan dinyatakan sah.

“Manajemen Dogiyai FC mulai melakukan pendaftaran pemain termasuk official tim pada tanggal 18 November 2021. Setelah beberapa syarat yang belum lengkap sudah penuhi, terakhir kemarin siang dinyatakan tuntas. Jumlah pemain kami yang telah disahkan PSSI adalah 21 pemain, dan 10 orang official,” jelas Emanuel Bagou You, sekretaris tim Dogiyai FC, Selasa (23/11/2021).

Peraturan baru dari PSSI dalam urusan pendaftaran tim memaksa sejumlah pemain yang juga didaftarkan tak dapat disahkan.

“Tahun ini pendaftarannya secara online melalui aplikasi SIAP (Sistem Informasi dan Administrasi PSSI). Dari 27 pemain yang kami ajukan dan daftarkan, PSSI sahkan hanya 21 pemain. Enam lainnya tidak dapat disahkan dengan berbagai alasan berbeda,” kata Eman.

Meskipun kecewa, keputusan tersebut harus diterima dengan lapang dada karena memang ketika sistem tolak tak dapat ditolerir lagi.

Dari jumlah yang disahkan PSSI, tim asuhan pelatih Eduard Isir itu berkuatan pemain lokal dengan komposisi dua orang kiper, tujuh pemain belakang, tujuh pemain tengah, dan lini depan lima pemain.

Eduard Isir, mantan pemain Persipura Jayapura, ditunjuk sebagai pelatih kepala Dogiyai FC, membesut Robi Goo dan kawan-kawan berlaga di kompetisi Liga 3 zona Papua tahun ini.

Baca Juga:  Atlet Papua Raih 8 Medali di Kejurda Atletik Jatim Open 2024

Terpisah, Bernardo Boma, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kabupaten Dogiyai, mendukung keikutsertaan tim asal kabupaten Dogiyai itu berlaga di Jayapura dalam kompetisi resmi PSSI pada tahun ini.

“Tentu pemuda merasa senang Dogiyai FC bisa bertanding di kompetisi Liga 3. Secara pribadi saya sangat mendukung adik-adik pemain bisa bertanding dengan 13 klub dari kabupaten lain,” ucapnya.

Membawa nama baik kabupaten Dogiyai di ajang Liga 3, Dogiyai FC harap Bernardo Boma mampu memperlihatkan yang terbaik dengan tetap mematuhi semua aturan PSSI yang diterapkan pihak panitia penyelenggara kompetisi.

“Selama kompetisi berlangsung, saya akan bersama tim. Kami pemuda harus memberikan dukungan moril kepada tim untuk tetap semangat dalam setiap pertandingan.”

Bernardo juga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Dogiyai dan umumnya Meepago kepada tim berjuluk “Anggrek Hitam” itu.

“Dogiyai FC merupakan wakil dari wilayah adat Meepago. Kami minta dukungan doa dari seluruh masyarakat Dogiyai dan Meepago umumnya,” pintanya sembari menyebut komitmen pemerintah daerah dibawah kepemimpinan bupati Yakobus Dumupa dan wakil bupati Oskar Makai mengangkat persepakbolaan Dogiyai ke level yang lebih tinggi.

Diberitakan media ini sebelumnya, Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Indonesia (Asprov PSSI) Papua akan menggelar kompetisi Liga 3 tahun 2021 dengan jumlah peserta 14 tim dari berbagai daerah di provinsi Papua. Kompetisi mulai digeber 25 November mendatang.

Baca Juga:  Freeport Grassroot Tournament 2024 di Jayapura Diikuti 10 Klub

Rocky Bebena, wakil ketua Asprov PSSI Papua, saat manager meeting yang dihadiri pengurus Askab dan pengurus klub, Jumat (19/11/2021), mengatakan, sejauh ini pihaknya merencanakan pertandingan digelar di tiga stadion yang sebelumnya digunakan untuk cabang olahraga sepak bola putra pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Yakni Stadion Mandala, Stadion Mahachandra Uncen, dan Stadion Barnabas Youwe, Sentani.

Hasil dari kompetisi kasta ketiga yang akan berakhir 20 Desember 2021, kata Rocky, tim terbaik akan melaju ke putaran nasional pada Januari 2022. Di putaran nasional PSSI sediakan kuota 64 tim.

“Dari kompetisi tingkat provinsi besok, mudah-mudahan pada tanggal 20 Desember nanti kita sudah punya hasil, tim yang bisa mewakili Papua di putaran nasional,” imbuh Rocky.

Untuk sistem kompetisi, sesuai hasil diskusi sudah disepakati formatnya setengah kompetisi, dan dibagi dua atau tiga grup.

Malhai Mabel, anggota Exco Asprov PSSI Papua, menegaskan, seluruh peserta patuh pada aturan yang cukup ketat karena proses pendaftarannya melalui aplikasi SIAP.

“Tahun-tahun lalu kita biasa secara manual, tetapi tahun ini wajib daftar melalui SIAP. Surat apapun yang diminta harus input secara online. Kalau sistem tolak berarti ada yang kurang, atau keabsahannya diragukan,” jelas Mabel.

Baca Juga:  Pemprov Papua Tengah Siap Gelar Multi Event Cabor U-12 dan U-16 di Nabire

Dari berbagai persyaratan yang diminta, termasuk juga KTP elektronik, kartu keluarga, akte kenal lahir, ijazah, sertifikat vaksin, keabsahan status pemain, dan lain-lain.

Tak hanya Liga 3, pemberlakuan aplikasi SIAP menurut Mabel, juga untuk setiap kontestan Liga 1 dan Liga 2.

Ketua panitia pelaksana Liga 3 Asprov PSSI Papua ini menyatakan siap menggelar kompetisi yang akan dimulai hari Kamis (25/11/2021).

Untuk wujudkan komitmen sukseskan kompetisi tahun ini, Mabel minta 14 tim wajib patuhi semua aturan dan ketentuan.

“Tidak boleh buat aturan sendiri. Kita selenggarakan kompetisi ini dengan berpatokan pada regulasi yang ditetapkan PSSI,” ujarnya.

Sementara menyangkut hal-hal teknis termasuk pembagian jadwal pertandingan dan penetapan stadion akan dibahas saat technical meeting, 24 November 2021.

Adapun 14 tim yang ditetapkan Asprov PSSI Papua sebagai peserta kompetisi Liga 3 tahun 2021, yakni Dogiyai FC, Persemi Mimika, Persimer Merauke, Persigubin Pegunungan Bintang, Persitoli Tolikara, Persilani Lanny Jaya, Persiker Keerom, Elang Brimob FC, Persidafon Dafonsoro, Persimi Sarmi, Sarmi FC, Persimar Mamberamo Raya, Mamberamo United, dan PS Embun Supiori.

Awalnya 16 tim mendaftar, tetapi setelah dikonfirmasi hingga hari terakhir, hanya 14 tim yang memastikan diri untuk mengikuti kompetisi Liga 3 zona Papua di Jayapura.

Pewarta: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.