Tanah PapuaLa PagoBerjuang Sejak 2008, Kini PLTMH di Paima Distrik Hogio Menyala 24 Jam

Berjuang Sejak 2008, Kini PLTMH di Paima Distrik Hogio Menyala 24 Jam

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Perjuangan panjang Marten Sugun semenjak tahun 2008 memulai proses rancang alat penerangan, akhirnya tahun 2021 Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kampung Paima, distrik Hogio, kabupaten Yahukimo, Papua, menyala 24 jam.

“Tahun 2008 saya merancang untuk kampung saya harus ada lampu. Saya melakukan diskusi dengan banyak pihak. Sempat terkendala, dan bersyukur karena ada satu cara yang saya temukan yakni menyiapkan proposal yang harus dari provinsi,” kata Marten kepada suarapapua.com di Dekai, Kamis (16/12/2021).

Marten menjelaskan, pembangunan PLTMH tersebut memakan waktu cukup lama, lebih dari sepuluh tahun.

Semenjak tahun 2008 hingga 2014, kata dia, proses perancangan dan dilanjutkan tahun 2014 ketika ada tim yang turun survei dan tahun 2017 barulah ada proyek dari provinsi Papua.

Baca Juga:  TPNPB Mengaku Bertanggung Jawab Dalam Aksi Kontak Tembak di Paniai dan Yahukimo

“Saya bersyukur, proses ini saya jalankan dengan baik. Meskipun dalam perjalanan ada banyak tantangan, tetapi saya berdoa. Saya bersyukur, surat saya bisa dijawab pada tahun 2017 oleh pemerintah provinsi Papua. Memang tahap pertama berjalan baik, tetapi tahap selanjutnya terkendala karena anggaran pemerintah difokuskan ke PON dan Covid-19,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah provinsi baru tahun ini lanjutkan proyek pembangunan PLTMH. Hasilnya, rumah warga di Hogio khususnya Paima sudah terlayani dengan penerangan.

“Sekarang saya diberikan jabatan baru oleh pemerintah sebagai camat di Hogio. Dan hal ini saya sudah laporkan ke bupati Yahukimo. Bapak bupati apresiasi dan respons baik. Kita akan resmikan pada tahun depan bersamaan dengan konferensi gereja,” imbuh Marten.

Baca Juga:  Aparat Kepolisian Diminta Segera Tangani Konflik Antara Masyarakat Asolokobal dan Wouma

Di tempat berbeda, Elius Pase, ketua Himpunan Alumni se-Jawa Bali dan Sumatera (HA-JABASU) di kabupaten Yahukimo memberi jempol kepada Marten Sugun atas perjuangannya sejak tahun 2008.

Bagi Elius, masyarakat terutama generasi muda patut mengapresiasi kepala distrik Hogio. Sebab, perjuangan panjang yang dimulai sebelum dilantik menjadi kepala distrik hingga akhirnya telah membuahkan hasil yang memuaskan.

“Sebagai putra asli Hogio, saya apresiasi bapak Marten Sugun yang sudah kerja keras sebelum jadi camat Hogio. Alat penerangan ini memang baru pertama kali ada di distrik kami. Masyarakat sangat senang. Harapan saya, aset yang sudah ada itu kita semua harus jaga baik,” kata Elius.

Baca Juga:  Stop Mabuk dan Judi, Alpius Yigibalom: Kalau Kedapatan, Polisi Tangkap!

Sekadar diketahui, Marten Sugun dipercayakan memimpin distrik Hogio oleh Didimus Yahuli, bupati kabupaten Yahukimo, akhir Juli 2021. Itu ditandai dengan penyerahan nota dinas pelaksana tugas kepala distrik Hogio. Pemberian jabatan bersamaan dengan 50 kepala distrik lainnya yang ada di wilayah kabupaten Yahukimo.

Distrik Hogio terdapat delapan kampung. Yakni kampung Paima, Dugumhad, Hogio I, Hogio II, Sengsenagaik, Sipnidipmu, Leleak, dan kampung Subsal.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Siklus Kekerasan, Jangan Terjadi di Paniai!

0
Oleh karena itu, perlu ada mediator yang melibatkan berbagai pihak yang bisa diterima pihak TPNPB OPM dan TNI Polri untuk dapat berkomunikasi dan dialog demi mewujudkan kedamaian di wilayah kabupaten Paniai.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.