Diduga Sarat Nepotisme, Honorer Palang Kantor Distrik Tobouw

0
1189

SORONG, SUARAPAPUA.com — Edianus Feri Yekwam, koordinator forum pencari kerja (Pencaker) di distrik Tobouw, mendesak bupati kabupaten Tambrauw mengkaji ulang empat dari delapan nama honorer yang diusulkan oleh kepala distrik Tobouw.

Edianus menilai pengusulan pegawai honorer tersebut diwarnai unsur nepotisme dan tidak mengakomodir putra daerah.

“Nama-nama honorer yang diusulkan itu harus segera direvisi. Karena semuanya kerabat kepala distrik dan sekretaris distrik saja,” ujarnya melalui telepon seluler dari Tambrauw, Senin (24/1/2021).

Menganggap tidak fair dalam pengusulan honorer, pihaknya mengancam tidak akan membuka palang hingga nama-nama tersebut direvisi.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Stok Avtur Tersedia Selama Arus Balik Lebaran 2024

“Dari delapan nama yang diajukan itu empat orang ada hubungan keluarga dengan kepala distrik Tobouw. Diantaranya Aprilia Yesnath dan Helena Yesnath adalah adik kandung, sementara Noflin Makawimbang adalah istri dari kepala distrik Tobouw. Terus, Agustina Majefat yang juga sudah diusulkan itu istri sekretaris distrik Tobouw. Kami tidak akan buka palang sampai bupati revisi empat nama itu,” tegasnya.

ads

Yekwam menyatakan, empat nama yang diusulkan dari distrik sarat kepentingan keluarga dan mengabaikan hak pencaker asli Tobouw. Perekrutan pegawai honorer sebagai calon pegawai negeri sipil, kata dia, harus mengakomodir pencaker asli Tobouw yang berasal dari 6 kampung.

Baca Juga:  Sikap Mahasiswa Papua Terhadap Kasus Penyiksaan dan Berbagai Kasus Kekerasaan Aparat Keamanan

“Harus ada keseimbangan karena ada dua kampung yakni Omom dan Syukwes yang sama sekali tidak ada perwakilan.”

Selain itu, pihaknya mendesak pergantian kepala distrik.

“Ganti kepala distrik saja, karena dia gagal memberdayakan putra daerah. Dia tidak akomodir pencaker dari distrik Tobouw,” ujar Feri.

Senada, koordinator forum pencari kerja kabupaten Tambrauw, Vincentius Paulinus Baru, menegaskan, usulan honorer dari distrik Tobouw akan dievaluasi untuk selanjutnya disampaikan ke bupati Tambrauw.

Tetapi dia mengingatkan, dari 8 nama yang telah diusulkan itu tidak seluruhnya diganti.

Baca Juga:  Pelaku Penyiksaan Harus Diadili, Desakan Copot Pangdam Cenderawasih Terus Disuarakan

“Usulan nama honorer yang sudah masuk, tidak diubah semuanya. Kita akan cek kembali nama yang memang dipermasalahkan, apa penyebabnya dan bagaimana solusinya, lalu kita menyurat ke bupati,” tuturnya.

Paul berharap dengan adanya pelimpahan kewenangan perekrutan pegawai honorer dari bupati kepada kepala distrik mestinya dijadikan sebagai peluang emas untuk mengakomodir para pencaker asli kabupaten Tambrauw.

“Forum mengapresiasi kebijakan bupati, karena itu kepala distrik harus adil dan bijak dalam mengakomodir pencaker di setiap distrik secara merata dan adil,” pungkasnya.

Pewarta: Reiner Brabar
Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaSejarah dan Asal Usul Nama Sorong
Artikel berikutnyaUntuk Kedua Kalinya, Masyarakat Lokasi Baru Panen Padi Ladang di Yahukimo