KNPB Menolak Kekerasan dalam Perjuangan Papua Merdeka

0
1460

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menolak kekerasan dalam perjuangan pembebasan Papua Barat. Pernyataan ini disampaikan Ones Suhuniap, Juru Bicara KNPB Pusat, Sabtu (23/7/2022) kepada suarapapua.com.

Suhun menegaskan, pihaknya menolak cara-cara kekerasan dalam perjuangan pembebasan Papua dari tangan kolonial Indonesia.

“Kami KNPB menolak kekerasan dalam perjuangan pembebasan nasional Papua Barat. Oleh karena itu, pihak manapun tidak boleh menggunakan nama KNPB dan menggunakan simbol-simbol KNPB dalam aksi kekerasan di Papua atas nama Papua merdeka,” tegas Ones.

Menurutnya, KNPB berjuang dengan dengan damai dalam kota dengan mengedepankan nilai nilai humanisme secara demokratis tanpa kekerasan, itu prinsip perjuangan KNPB.

“Kami menyerukan MSN atau Mogok Sipil Nasional adalah  perlawanan tanpa kekerasan. Siapapun yang hidup di Tanah Papua dari Sorong sampai Merauke yang merasa tertindas itu teman kami,” katanya.

ads

Lanjut Suhun, KNPB berjuang anti rasisme dan anti SARA dalam perjuangan pembebasan nasional Papua Barat.

“Kami sangat mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap rakyat sipil baik orang asli Papua maupun non Papua atas nama Papua merdeka,” ujarnya.

Baca Juga:  Musdat Sukses, Sub Suku Imu Komitmen Bangkit dari Ketertinggalan

KNPB menyatakan, Tentara Nasional Papua Barat (TPNPB) yang berjuang di rimba maupun TNI/Polri untuk tidak boleh membunuh rakyat sipil baik orang asli Papua maupun orang non Papua yang datang cari makan di West Papua.

“Perjuangan Papua merdeka oleh bangsa Papua bukan karena kami membenci orang Indonesia ada di Papua, namun musuh kami adalah sistem dan praktik kolonialisme di West Papua, kapital dan imperialisme global serta militerisme di Papua.”

Atas nama kemanusiaan KNPB menyampaikan berbela sungkawa dan mengutuk tindakan kekerasan terhadap rakyat sipil yang dilakukan atas nama Papua merdeka.

“Kasus pembunuhan orang non Papua di Korowai apabila korban sipil berarti kami kutuk tindakan tidak berperikemanusiaan tersebut. Karena kami belum mengetahui kronologi lebih jelas apakah korban militer non organik atau rakyat sipil,” kata Ones.

Kejadian di Korowai, kata dia, sampai sekarang KNPB belum tahu motifnya, siapa pelakunya, apakah korban di Korowai dibunuh oleh TPNPB atau pihak lain mengatasnamakan TPNPB wilayah Yahukimo.

Baca Juga:  Panglima TNI Bentuk Koops Habema Tangani Papua

“Karena sampai sekarang kami belum mengetahui pernyataan resmi dari Kodap Yahukimo terkait pembunuhan yang diduga warga sipil tersebut,” katanya.

Menurutnya, video yang dipublikasikan di media sosial terkait kasus Korowai ada dua bendera yakni bendera Bintang Kejora dan satu bendera kain merah diduga bendera organisasi KNPB.

“Untuk bendera merah itu kalau benar-benar bendera KNPB berarti kami dengan tegas minta pertanggungjawaban dari pihak pelaku dan segera klarifikasi terkait bendera merah tersebut,” tegasnya.

Dia mengaku, jika benar itu bendera KNPB berarti KNPB akan bertanya apa motif pelaku dan Bocor Sobolim menampilkan bendera KNPB.

“Apakah ini adalah bagian dari skenario pihak tertentu dengan para pelaku untuk menjebak dan mengkriminalisasi KNPB sebagai organisasi kriminal sama seperti kasus di Kisor Maybrat tahun 2021 yang lalu. Apabila bendera merah tersebut benar bendera organisasi KNPB, maka kami meminta kepada pelaku segera menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi segera. Karena kami KNPB tidak berjuang dengan kekerasan,” ujar Ones.

Baca Juga:  Cegah Krisis SDM Papua, Kuayo: Selamatkan Anak Dari Pengaruh Negatif!

KNPB, kata dia, melihat kasus pembunuhan salah satu orang Indonesia yang diduga rakyat sipil di Korowai tersebut terkesan skenario mengkriminalisasi KNPB.

“Karena secara struktur organisasi KNPB Wilayah Yahukimo tidak ada basis atau sektor KNPB di daerah Korowai. Sehingga apa motifnya dan tujuan para pelaku menampilkan bendera merah diduga bendera organisasi KNPB itu? Kalau benar bendera KNPB, maka kami meminta pertanggungjawaban pihak pelaku,” tuturnya lagi.

KNPB pusat menyerukan kepada 32 Pengurus KNPB Wilayah dan seluruh anggota KNPB se-Papua agar selalu berjuang damai dalam kota sesuai dengan prinsip perjuangan perjuangan KNPB yang diatur dalam aturan organisasi.

Pernyataan yang disampaikan Nesta Suhun ini untuk menanggapi bendera merah yang diduga bendera KNPB yang dipegang oleh beberapa pemuda usai penggal kepala seorang warga sipil di Korowai. Video itu beredar luas di jagat maya beberapa waktu terakhir.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaBupati Waropen: Tuhan Percayakan Kami Melaksanakan Sidang Sinode GKI-TP
Artikel berikutnyaTidak Puas Mekarkan Tiga Provinsi Baru, DPR RI Usulkan Mekarkan Provinsi Baru di Papua Barat