Tanah PapuaLa PagoMarkas TPNPB Mengakui Satu Anggotanya Gugur Ditembak TNI/Polri di Nduga

Markas TPNPB Mengakui Satu Anggotanya Gugur Ditembak TNI/Polri di Nduga

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengumumkan dua anggota aktif TPNPB telah gugur ditembak aparat TNI dan Polri di Nduga, Papua Pegunungan pada, Kamis (23/3/2023).

Penyerangan hingga menewaskan satu anggota TNPBP dan satu anggota lainnya mengalami luka tembak tersebut dilakukan aparat TNI dan Polri dalam rangka operasi pembebasan pilot asal Selandia Baru, Philips Marks Mehrtens yang disandera TPNPB Kodap III Ndugama Derakma pada 7 Februari 2023.

“Operasi pasukan gabungan TNI dan Polri telah menyerang anggota TPNPB di Nduga pada 23 Maret 2023, dan satu anggota aktif TPNPB gugur, dan satu anggota lainnya mengalami luka tembak,” ujar Sebby Sambom, Jubir TPNPB kepada suarapapua.com dalam pernyataan persnya, Minggu (26/3/2023).

Sebby mengakui, pihaknya di Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB – OPM di bawah pimpinan Kepala Staf Umum Mayjen Terryanus Satto telah terima laporan penembakan yang disampaikan Panglima Kodap III Ndugama Derakma, Bridgen Egianus Kogeya pada, Sabtu (25/3/2023).

Baca Juga:  Cegah Krisis SDM Papua, Kuayo: Selamatkan Anak Dari Pengaruh Negatif!

Lokasi penyerangan yang dilakukan aparat TNI dan Polri, kata Sebby dilakukan di Markas Esa di distrik Mam dan Mugi Kabupaten Nduga Papua Pegunungan pada 23 Maret 2023.

“Operasi aparat TNI dan Polri menyerang anggota TPNPB di Nduga pada, Kamis 23 Maret 2023 pukul 01 malam, yang mana dua orang bersaudara yang merupakan anggota pasukan aktif TPNPB Kodap III Ndugama Derakma di bawah pimpin Panglima Brigjend Egianus Kogeya tertembak.”

Yang tertembak meninggal dunia adalah Wisul Gwijangge, sementara Ebarowak Gwijangge mengalami Luka tembak.

Kata Sebby, dua anggota aktif TPNPB-OPM yang ditembak aparat TNI dan Polri belum diidentifikasi pangkat dan jabatannya.

“Sebagaimana disampaikan bahwa dua anggota TPNPB yang ditembak masih dijaga ketat oleh aparat TNI dan Polri di lokasi di mana mereka mengalami penembakan,” tukas Jubir.

Baca Juga:  Ini Alasan Lampu PLTD Lanny Jaya Tidak Menyala Selama Lima Bulan

Sebby juga mengatakan, tindakan penyerangan yang dilakukan aparat TNI dan Polri di Ndugama secara otomatis telah membahayakan nyawa pilot Philips Mehrtens.

“Penyerangan ke pasukan TPNPB yang telah dilakukan TNI dan Polri [di Ndugama] sudah membahayakan posisi pilot warga negara Selandia Baru yang masih di sandera TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma pimpinan Egianus Kogeya,” pungkas Sebby.

Dua Anggota TNI dan Polri Tewas Tertembak TPNPB di Ilu Puncak
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku menembak mati anggota TNI dan Polri di distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Pegunungan Papua pada 25 Maret 2023.

Dalam aksi itu, tiga personel gabungan TNI dan Polri tertembak, dua diantaranya meninggal dunia yakni Bripda Meizyard Indey personel Polsek Ilu yang terkena tembak pada bagian perut, dan Serda Riswar, personel Koramil 1714-02/Ilu terkena tembakan pada tulang belakang dan bagian leher.

Baca Juga:  Freeport Bersihkan Dampak Longsor, Gereja Banti Dua Kembali Aktif

Sebby Sambom, Jubir TPNPB mengakui bertanggung jawab atas penyerangan yang dilakukan TPNPB terhadap aparat TNI dan Polri di Ilu. Ia mengklaim telah menembak 4 anggota TNI dan Polri, dua diantara meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka tembak.

“Jadi Pasukan TPNPB tembak 4 anggota TNI dan Polri dalam waktu yang sama, dan kami TPNPB Kodap Sinak di bawah Militer Murib bertanggung jawab atas serangan ini. Penanggung jawab tertinggi ada pada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM di bawah Pimpinan Gen Goliath Naaman Tabuni,” ujar Sebby dalam keterangannya pada 26 Maret 2023.

Pihak Polda Papua membenarkan kontak tembak itu. Menurut Polda kontak tembak itu dilakukan antara aparat TNI/Polri dan Orang Tidak Dikenal atau OTK di distrik Ilu Puncak Jaya pada 25 Maret 2023 malam.

Kontak tembak itu terjadi sekitar pukul 19.30 sampai 21.00 WIT malam.

 

Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Politik Praktis dan Potensi Fragmentasi Relasi Sosial di Paniai

0
Politik praktis ini sebagai satu momentum yang disediakan ruang kepada rakyat, sebagai pemilik pesta atau kegiatan rakyat untuk menentukan nasib hidup ke depannya, dengan memperhatikan masa lalu dan kini atas situs-situs potret HAM yang akan melibatkan dan diatur melalui urusan-urusan atau putusan-putusan dan perjuangan pemimpin mereka yang akan terpilih.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.