Tanah PapuaLa PagoKomunitas Baca DekaiBooks Gelar Nobar Film Perdana

Komunitas Baca DekaiBooks Gelar Nobar Film Perdana

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Komunitas DekaiBooks, cabang dari Komunitas Sastra Papua (Ko’Sapa) di Tanah Papua, menggelar nonton bareng (Nobar) di sekretariat DekaiBooks komplek Pulau, Dekai, kabupaten Yahukimo, Minggu (2/4/2023) malam.

Luis Kabak, koordinator DekaiBooks, dari Dekai, mengabarkan, kegiatan ini bagian dari misi literasi yang dihidupkan sejak beberapa waktu lalu.

Sejumlah judul film dokumenter yang diputar di acara Nobar, kata Luis, salah satunya berjudul ‘Hanna’.

Film tersebut berdurasi 6,41 menit diproduksi oleh rumah kreatif Kaimana, Emovie Production, bercerita tentang pendidikan, ekonomi lemah yang berdampak pada masa depan anak di Tanah Papua.

“Melihat situasi di Yahukimo tidak kondusif, sehingga kita semua takut dan susah beraktivitas. Tetapi kita buat kegiatan nonton bareng karena kami rasa filmnya penting, dan juga untuk menstabilkan situasi di Dekai,” kata Luis.

Baca Juga:  Simamora: Penting Mengajar Anak, Tetapi Juga Pembentukan Karakter

Selain nonton bersama, DekaiBooks juga lakukan diskusi seputar film yang telah ditayangkan agar ada pemahaman dari film tersebut.

“Kita tidak punya niat apapun. Kita bikin ini murni edukasi. Mau belajar bersama-sama dan sekaligus ikut membangun negeri yang kita cintai ini terutama Yahukimo,” kata pendiri DekaiBooks.

DekaiBooks sendiri, kata Luis, telah menyediakan beberapa tempat baca gratis, terutama pengurus DekaiBooks lakukan Lapak Baca di jalan umun bertempat di Tugu Yahukimo.

Beberapa waktu belakangan, diakuinya pembaca setiap Lapak Baca cukup banyak pengunjung.

Baca Juga:  DKPP Periksa Dua Komisioner KPU Yahukimo Atas Dugaan Pelanggaran KEPP

“Kali ini kami putar film berjudul ‘Hanna’. Film ini durasinya pendek, jadi banyak pesan yang tersirat di situ, pesan terkait pendidikan dan bagaimana soal ekonomi lemah itu berdampak ke masa depan anak,” jelasnya.

Pesan yang ditangkap dari film tersebut, salah satunya mengenai birokrasi pemerintahan yang praktiknya hanya punya orang dalam untuk kerja di dalam birokrasi pemerintahan.

“Kita berusaha nonton film supaya kita sama-sama berjuang dan belajar agar melawan pikiran-pikiran tidak sehat dalam diri pejabat yang tidak ada hati nurani dan penuh kepentingan,” lanjut Luis.

DekaiBooks berharap, film yang telah disimak tak hanya diakhiri begitu saja. Kedepannya harus ada perubahan, dari diri masing-masing, termasuk menghindari hal-hal negatif dan pergaulan bebas akibat pengaruh budaya modern.

Baca Juga:  Siswa SMKN 1 Paniai Lulus Dengan Nilai Memuaskan, Kepsek: Kami Bangga

Menurut Gideon Adii, kooordinator Lapak Baca DekaiBooks, sejauh ini masih bersemangat untuk menjalankan misi literasi di Yahukimo. Baginya, literasi sangat penting.

“Sementara ini kami sendiri jalankan literasi perpustakaan jalanan.”

Lanjut Gideon, “Hari ini kami baru pertama kali nonton bareng walaupun situasinya belum aman, banyak pasukan militer di sini.”

“Semoga negeri ini segera pulih. Dan, kami mau, kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan,” imbuh Adii.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pimpinan Gereja Katolik Meminta Semua Pihak Dukung Pemkab Intan Jaya

0
“Untuk membangun Kabupaten Intan Jaya, yang kita ketahui bahwa daerah konflik ini tidak bisa hanya dibebankan kepada satu atau dua orang. Tetapi semua pihak turut serta bahu membahu dan bersatu. Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan yang kokohlah yang akan membuat daerah ini maju,” jelasnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.