BeritaLingkunganMenjual Surga Demi Ambisi Investasi EV di Pulau Gag Raja Ampat

Menjual Surga Demi Ambisi Investasi EV di Pulau Gag Raja Ampat

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dengan bangganya bilang tidak perlu khawatir dengan kemungkinan menipisnya cadangan nikel karena masih banyak cadangan yang ada di Tanah Papua.

Tetapi, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua dalam siaran persnya ke suarapapua.com, Selasa (19/9/2023), pertanyakan di mana lokasi pertambangan itu terletak dan seperti apa ancaman yang akan didapat jika pertambangan terus dilakukan?.

Maikel Primus Peuki, direktur eksekutif Walhi Papua, mengatakan, hingga saat ini ada 4 izin usaha pertambangan nikel yang dikeluarkan di wilayah Papua, tiga diantaranya berlokasi di pulau-pulau kecil di kawasan Raja Ampat, yakni pulau Gag, pulau Kawe, dan pulau Manuran.

“Laporan ekspedisi Tanah Papua dari Kompas menunjukkan bahwa di pulau Gag kini ikan-ikan sudah mulai menghilang dan warga takut berenang di lautnya lantaran takut terkena penyakit kulit. Padahal, dulu warga bisa dengan mudah menjaring ikan di sana. Saking banyaknya ikan, warga setempat menyebut pesisir itu sebagai “sarang ikan”. Tetapi lokasi itu kini telah dibangun dermaga bongkar muat material nikel dan ikan-ikan tidak lagi terlihat. Selain kerusakan dasar laut, pada saat angin kencang dari selatan mulai bulan Juni hingga September, debu material nikel beterbangan ke arah pemukiman penduduk. Hujan debu menyebabkan warga dengan mudah terserang batuk,” beber Maikel.

Baca Juga:  Marga Moifilit dan Kalapain di Salteng Raja Ampat Tolak PT PKA

Sementara di pulau Kawe yang memiliki luas tidak lebih dari 50 kilometer persegi juga dikhawatirkan akan hilang dalam 15 tahun kedepan. Hal itu berdasarkan pemberitaan Liputan 6.

Kata Peuki, pertambangan nikel yang dijalankan di wilayah pulau yang berdekatan dengan kawasan suaka alam perairan Waigeo Sebelah Barat (mencakup perairan Kepulauan Sayang dan Piai, gugusan pulau Wayag) itu lama kelamaan akan menggerogoti keberadaan pulau Kawe.

“Pertambangan pada pulau-pulau kecil dengan luasan lebih kecil atau sama dengan 2000 Km² yang secara teknis dan atau ekologis dan atau sosial dan atau budaya menimbulkan kerusakan lingkungan dan atau pencemaran lingkungan dan atau merugikan masyarakat sekitarnya dengan jelas dilarang untuk dilakukan, sebagaimana yang tertera dalam Pasal 35 huruf K Undang-undang nomor 27 tahun 2007 jo Undang-undang nomor 1 tahun 2014,” urainya.

Baca Juga:  Demi Generasi Bangsa, Kabulkanlah Suara Masyarakat Adat Awyu dan Moi!

Data dari Walhi, gugusan pulau-pulau kecil di Raja Ampat memiliki kekayaan hayati yang beragam. Kepulauan ini merupakan rumah bagi lebih dari 1.600 spesies ikan, 75% spesies karang yang dikenal dunia, 6 dari 7 jenis penyu yang terancam punah, dan 17 spesies mamalia laut yang diketahui.

“Jika wilayah konservasi dan surga terumbu karang Raja Ampat kehilangan daya tarik utamanya yakni kelestarian pulau-pulau, terumbu karang, dan keanekaragaman hayatinya di sana, untuk kepentingan siapa sesungguhnya mempromosikan pertambangan nikel di wilayah ini?” tanya Walhi.

Aktivitas penambangan nikel di pulau Gag, kawasan Raja Ampat. (Dok. Walhi)

Walhi merupakan organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia. Berdiri sejak 1980 hingga kini terus aktif mendorong upaya penyelamatan lingkungan hidup.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengklaim saat ini cadangan nikel Indonesia di Papua sangat melimpah. Karenanya, ia meminta sejumlah pihak tak perlu khawatir dengan cadangan nikel Indonesia.

Baca Juga:  PT PKA Targetkan 4.000 Ha di Kepulauan Salawati Raja Ampat

“Jadi, saya enggak yakin 15 tahun, masih banyak. Di Papua itu masih banyak nikel. Jadi, saya pikir bahwa apa yang dikhawatirkan 15 tahun itu enggak benar,” kata Bahlil.

Menurut data dari Badan Geologi, per Desember 2020, sumber daya nikel yang masih tersedia sebesar 13,7 miliar ton bijih, dengan total cadangan terbukti sebesar 4,6 miliar ton bijih.

Diberitakan berbagai media massa beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia telah mengantongi investasi dari tujuh produsen baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terbesar di dunia. Karenanya, Bahlil meyakini investasi untuk pengembangan ekosistem EV di Indonesia dan ASEAN akan terus mengalami pertumbuhan ke depannya.

Rencananya, satu investor raksasa dari China bakal segera masuk beroperasi di Indonesia. Selain Bahlil, hal itu juga dipastikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada pekan lalu. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Mahasiswa Nabire di Jayapura Nyaman Setelah Dibangun Asrama Megah

0
”Tolong jaga asrama ini dengan baik-baik. Adik-adik ke Jayapura untuk kuliah. Harus aktif kuliah, aktif dalam organisasi dan rajin ibadah di gereja supaya adik-adik jadi orang berguna. Kalian ini sudah yang nanti jadi penerus kami,” pesan Mesak Magai saat berbicara pada peresmian asrama mahasiswa Nabire di kota studi Jayapura.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.