ADVERTORIALBNPB RI Tiba di Intan Jaya Tinjau Korban Bencana Alam

BNPB RI Tiba di Intan Jaya Tinjau Korban Bencana Alam

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Dalam rangka memastikan Kondisi masyarakat yang terdampak longsor dan penyaluran bama, Tim dari Badan  Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia telah tiba di bandara Bilorai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah pada, Senin (12/2/2024).

Kedatangan tim BNPB di Intan Jaya disambut Penjabat Bupati (Pj) Kabupaten Intan Jaya, Apolos Bagau,  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD), Manfred Sondegau, Wakapolres Kabupaten Intan Jaya, Kompol Langgeng Widodo, Kepala Satgas Yonif 330, Mayor Inf Dedy Pungky Irawanto dan  Danramil 1705-08/Sugapa, Letda Inf Ebenhaezer Situmorang serta Pastor Paroki Bilogai.

Pj bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, mengapresiasi kedatangan tim BNPB di Intan Jaya  dalam penganan dan penyaluran bantuan bagi korban bencana alam di Sugapa dan sekitarnya.

“Saya sebagai penjabat bupati Intan Jaya sampaikan apresiasi atas kedatangan tim BNPB yang dipimpin langsung oleh kepala deputi bidang penanganan darurat, bapak Fajar, yang telah datang memberikan bantuan bahan makanan bagi masyarakat yang mengenai musibah longsor pada 6 februari 2024 sekitar pukul 17: 30 WIT sore di gunung bula dan sekitarnya,” katanya pada rapat terbatas di ruang Keberangkatan dan kedatangan bandar udara Bilorai.

Baca Juga:  Dukung Konferensi GKII Daerah Sugapa, Pemkab Intan Jaya Hibahkan Bantuan Dana

Akibat dari musibah bencana tersebut, Pj Bupati melaporkan, telah menyebabkan kerugian perkebunan warga, ternak,rumah hingga korban nyawa masyarakat kepada pihak BNPB Pusat yang telah datang di Intan Jaya.

“Dari Musibah longsor yang terjadi menyebabkan kerusakan perkebunan warga dalam jumlah yang besar, rumah warga yang rusak bahkan terhanyut longsor, serta ternak yang terhanyut. Juga lebih menyedihkan, lima orang, yang merupakan satu keluarga telah terhanyut longsoran hingga belum temukan jasadnya,” lapor Apolos Bagau yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah kepada BNPB.

Masyarakat yang mengenai dampak longsor dan banjir terdapat di kampung Yoparu, Wandoga, Yogatapa, Bilogai, Kumbalagupa, Baitapa, dan Zambili dan beberapa kampung di distrik Homeyo.

Sebagai wujud nyata kepedulian,  BNPB RI telah menyalurkan bahan makanan bagi masyarakat yang terdampak longsor dan menyerahkan secara simbolis dana siap pakai Rp350 juta yang dapat digunakan untuk operasional oleh tim penanggulangan bencana alam.

Baca Juga:  Semua Pihak di Intan Jaya Sepakat Tolak Eksploitasi Blok Wabu dan Hentikan Pembangunan Patung Yesus

Kedatangan BNPB Republik Indonesia bertujuan memastikan kondisi masyarakat dan korban akibat bencana tanah longsor.

“Kepada semuanya, kami dari BNPB RI mendapat tugas dari atasan untuk datang di tempat ini [ Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya] untuk memastikan adanya bencana alam, tanah longsor yang menyebabkan korban jiwa dan beberapa masyarakat yang mengungsi,” ujar kepala Deputi Bidang Penanganan Darurat, Mayjen TNI Fajar Setyawan.

Pihak BNPB juga mengapresiasi Penjabat Bupati Kabupaten Intan Jaya dan semua pihak yang telah bertindak dan menangani masyarakat dampak musibah longsor yang terjadi di kabupaten Intan Jaya.

“Selebihnya, kami dari pusat mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak bupati, teman-teman TNI/ Polri, BPBD Intan Jaya dan semuanya pihak yang sudah bekerja keras meringankan beban penderitaan masyarakat terdampak,” ucap Fajar Setyawan

Baca Juga:  Masyarakat Sampaikan Harapan Mereka Saat Pj Bupati Intan Jaya Gelar Jalan Kaki di Sugapa

Ia berpesan kepada masyarakat agar mengantisipasi musibah alam yang akan menyusul di kemudian hari. Pesan tersebut disampaikan mengingat masih adanya curah hujan yang tinggi belakangan ini.

“Sangat memungkinkan hujan di kemudian hari dan akan berpotensi longsor dan banjir,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia meminta kepada semua pihak agar menyampaikan informasi kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

“Sehingga, diminta kepada bupati, TNI/Polri, BPBD dan pihak gereja agar mencari tempat yang aman bagi masyarakat bila terjadi lagi banjir dan longsor di kemudian hari,” pesannya.

Di kesempatan yang sama, Fajar Setyawan mengharapkan agar bersama menjaga situasi dan kondisi di Intan Jaya agar pesta demokrasi pada 14 Februari 2024 dapat berjalan kondusif.

“Mari sama-sama menghimbau kepada masyarakat di sini supaya kita sukseskan Pemilu tanggal 14 februari 2024. Semoga semuanya menjadi aman, lancar, dan lebih baik dari hari-hari sebelumnya,” akhirnya. (Adv)

Terkini

Populer Minggu Ini:

Forum Pro Demokrasi Akan Laporkan Pelanggaran Pemilu Distrik Dekai Kepada Bawaslu...

0
“Kemarin kami melihat juga proses rekapan dan pleno yang juga memakan beberapa waktu, sehingga Bawaslu harus bertindak tegas. Karena jadwal pelaksanaan dalam PKPU kan sudah diatur,” ucapnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.