Tanah PapuaLa PagoPagi Ini Jalan Trans Tiom-Wamena Dipalang Caleg PPP

Pagi Ini Jalan Trans Tiom-Wamena Dipalang Caleg PPP

TIOM, SUARAPAPUA.com — Tak terima dengan dugaan kecurangan saat proses rekapitulasi perolehan suara, jalan trans Papua ruas Wamena-Lanny Jaya dipalang sekelompok warga masyarakat yang ternyata pendukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rabu (28/2/2024) pagi.

Pelaku pemalangan jalan trans menyatakan, caleg dari PPP nomor urut 1 menolak hasil rekapan dari tiga kampung yakni Wimalome, Wenegom dan Jirene, karena menduga suaranya telah dicurangi oknum dari dua partai lain.

Pantauan suarapapua.com, ruas jalan trans Tiom-Wamena dipalang tepat di depan kantor Bawaslu kabupaten Lanny Jaya, di Yogobak, Tiom. Sejumlah pohon, potongan kayu dan batu menutup rapat badan jalan hingga arus kendaraan macet.

Baca Juga:  Warga Tiom Ollo Duduki Kantor Bupati Lanny Jaya Minta Atasi Bencana Longsor

Ruddy Yigibalom, caleg dari PPP nomor urut 1, mengatakan, surat permintaan agar segera ada rekomendasi untuk rekap ulang sudah diajukan sejak tiga hari lalu.

“Kami palang jalan karena sampai sekarang belum diproses surat rekomendasi untuk rekap ulang di tiga kampung ini. Waktu itu ada dugaan pelanggaran. Terus, masalah yang terjadi pada saat pemilihan itu sudah dua kali dibicarakan dari Bawaslu. Pada saat pertemuan, bupati dan KPU hadir, memang sudah disepakati untuk rekap ulang,” jelasnya saat diwawancarai di lokasi pemalangan.

Ruddy Yigibalom, caleg dari PPP nomor urut 1 saat diwawancarai terkait aksi palang jalan trans Wamena-Tiom di depan kantor Bawaslu kabupaten Lanny Jaya. (Liwan Wenda – Suara Papua)

Hanya saja, kata Ruddy, hingga ini Bawaslu Lanny Jaya belum juga menerbitkan rekomendasi tersebut.

Baca Juga:  Kotak Suara Dibuka di Pleno Tingkat Provinsi PBD, Berkas C1 Tak Ditemukan

“Selama dua hari belum ada tanggapan juga, jadi kami lakukan pemalangan jalan trans Tiom-Wamena. Palang tidak bisa dibuka, ini akan berlanjut tiga hari sampai ada jawaban,” ujarnya.

Yigibalom berharap, Bawaslu dan KPU Lanny Jaya segera merespons aksi massa pendukungnya.

“Kita palang supaya kasih keluar rekomendasi untuk rekap ulang di tiga kampung ini. Pada saat dua kali pertemuan, kita minta Bawaslu dan KPU di hadapan bupati Lanny Jaya segera keluarkan rekomendasi untuk rekap ulang.”

“Fakta-faktanya sudah jelas. Kami tunggu lama ini. Apa alasannya sampai Bawaslu belum mau turunkan surat rekomendasi?,” Ruddy mempertanyakan.

Baca Juga:  Suku Abun Gelar RDP Siap Bertarung Dalam Pilkada 2024

Dikonfirmasi terpisah, Epron Tabuni, komisioner KPU kabupaten Lanny Jaya, tegaskan, pihaknya tidak mungkin eksekusi tanpa ada rekomendasi dari Bawaslu.

“KPU kalau ada rekomendasi untuk rekap ulang barulah kita bisa turun ke lapangan untuk back up badan adhoc merekap ulang. Belum ada rekomendasi itu tidak bisa,” ujar Epron.

Anggota KPU kabupaten Lanny Jaya saat menyampaikan penjelasan kepada massa pendukung PPP. (Liwan Wenda – Suara Papua)

Hingga berita ini tayang, aksi palang jalan raya masih berlanjut.

Sebelumnya, sudah dua kali massa pendukung PPP nomor urut 1 datangi kantor Bawaslu Lanny Jaya. Mereka bahkan sampai melakukan pemalangan sekretariat Bawaslu. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pemkab Yahukimo dan PGGJ Diminta Perhatikan Keamanan Warga Sipil

0
"Sampai saat ini belum ada ketegasan terkait pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di sana. Tidak ada ketegasan dari pemerintah daerah Yahukimo. Kami minta untuk segera tangani.”

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.