Tanah PapuaLa PagoFPD Yahukimo Aksi di Kantor KPU Papua Pegunungan Tuntut Pleno Dibatalkan

FPD Yahukimo Aksi di Kantor KPU Papua Pegunungan Tuntut Pleno Dibatalkan

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Forum Peduli Demokrasi (FPD) kabupaten Yahukimo melancarkan aksi protes di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Papua Pegunungan, Wamena, Sabtu (9/3/2024), meminta agar pleno tingkat provinsi untuk kabupaten Yahukimo dibatalkan.

Otniel Sobolim, koordinator aksi demonstrasi damai, mengatakan, tuntutan mereka adalah kembalikan kedaulatan rakyat sekaligus selamatkan integritas pemilihan umum (Pemilu) karena KPU Yahukimo dinilai melakukan pleno berbeda dengan perolehan suara para caleg di masing-masing distrik.

“Dengan melihat dan merasakan fakta dinamika Pemilu di kabupaten Yahukimo benar-benar penyelenggara dan pengawasan pesta demokrasi tahun 2024 adalah yang paling terburuk sepanjang periode,” ujarnya.

Berdasarkan data FPD, lanjut Otniel, pembungkaman demokrasi serta rusaknya moralitas dalam pelaksanaan Pemilu di hadapan rakyat, partai politik dan para caleg di kabupaten Yahukimo mesti menjadi perhatian serius dari semua pihak baik yang berkepentingan maupun simpatisan dan partisipan.

Baca Juga:  PGGY Kebumikan Dua Jasad Pasca Ditembak Satgas ODC di Dekai

“Hari ini kami demo damai untuk desak segera tinjau kembali. Kami juga minta KPU Yahukimo untuk melakukan penghitungan ulang karena data lapangan berbeda dengan yang diplenokan KPU,” ujarnya.

Kata Otniel, aksi tersebut dilakukan atas nama rakyat Yahukimo dan didukung 14 partai politik, sertai para Caleg yang merasakan dirugikan.

“Tadi pada saat aksi sudah sampaikan tuntutan kami melihat pleno tingkat kabupaten oleh KPU Yahukimo tidak sah karena tidak memenuhi syarat dan forum sidang.”

Oleh karena fakta lapangan berbeda dengan hasil yang diplenokan, FPD menurut Otniel, menyampaikan aspirasi kepada Bawaslu dan KPU Papua Pegunungan untuk bertindak tegas kepada Bawaslu dan KPU Yahukimo agar meninjau kembali hasil rekapitulasi suara tingkat kabupaten sebelum dibawa ke tingkat provinsi.

Baca Juga:  DPC PDIP Tolikara Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah

“Rakyat Yahukimo bersama 14 partai sudah sepakat bahwa Bawaslu dan KPU harus menerima setiap pengaduan untuk dipelajari setiap poin yang menjadi temuan, baik administrasi, hukum atau pidana ataupun pelanggaran kode etik, itu semua mohon untuk segera merekomendasikan ke tingkat lebih lanjut agar ada efek jera,” tegas Otniel.

Yosep Payage, ketua DPC Partai Demokrat mengemukakan, pada saat Pemilu tanggal 14 Februari lalu ada beberapa distrik yang telah memberikan hak suaranya kepada caleg dari Demokrat, tetapi hilang pada saat pleno KPU. Hal sama dialami partai politik lainnya.

“Kami punya suara di distrik Sela di lapangan 6.050, tapi di KPU dibacakan 5.050. Begitu juga dengan dapil empat dan lainnya. Ini bukan kami saja, partai lain juga sama. Sementara suara DPR RI dan DPR provinsi belum dibacakan oleh saat pleno kabupaten,” bebernya.

Baca Juga:  DKPP Periksa Dua Komisioner KPU Yahukimo Atas Dugaan Pelanggaran KEPP

Kata Payage, pleno di tingkat kabupaten tidak diketahui partai politik. Hal itu karena pleno dilakukan jam dua dini hari.

“Kami baru ketahui pagi hari kalau KPU sudah pleno malam. Kami mau laporkan pengaduan ke Bawaslu Yahukimo, tapi komisioner sudah tinggalkan Dekai dengan KPU setelah pleno langsung kabur. Jadi, hari ini kami datang ke Bawaslu provinsi untuk telusuri dan ambil keputusan tegas terhadap temuan-temuan itu,” ujar Yosep.

“Kami minta pleno tingkat provinsi ini dibatalkan selama proses transparansi belum dinyatakan oleh KPU,” imbuhnya dengan tegas. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Kisah Dortea Karubuy Nekat Numpang Pamer Hasil Karya di Festival BI...

0
“Seharusnya begitu. Kalo bisa dalam kegiatan begini, pemerintah harus datang jamah orang-orang kecil di pasar supaya bisa tampilkan kita punya hasil karya, sehingga tra susah cari modal ke tempat lain. Pemerintah bisa melihat kita, orang banyak bisa melihat kita. Modal itu akan datang dalam kegiatan seperti ini. Kita mendapatkan rezeki dalam kegiatan ini. Rezeki itu yang menopang kehidupan rumah tangga. Dari sItulah modal yang kita dapat. Nanti kalo ada event, dorang ke pasar, lihat mama-mama yang betul-betul berjualan, hari-hari ada di pasar dan betul-betul ciptakan karya sendiri, sehingga dia tampilkan dia pu hasil kerja hari-hari yang dia bawa ke pasar itu,” tutur Dortea Karubuy.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.