Satgas ODC Tembak Dua Pasukan Elit TPNPB di Yahukimo

0
388
Dua pasukan elit TPNPB dari Batalyon WSM dari Kodap III Ndugama Darakma yang ditembak mati militer Indonesia di Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (11/4/2024) jam 2 dini hari setelah rumah tempat tinggal dikepung aparat gabungan bersenjata lengkap. (Dok TPNPB)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Aparat gabungan TNI dan Polri di Dekai, kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan menembak mati dua orang pasukan elit Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dari Batalyon WSM Kodap III Ndugama Darakma yang sedang diperbantukan ke Kodap XVI Yahukimo, Kamis (11/4/2024) jam 02.00 dini hari.

Demikian dijelaskan Sebby Sambom, juru bicara (Jubir) Komnas TPNPB, Jumat (12/4/2024), setelah mendapat laporan dari lapangan.

“Manajemen markas pusat Komnas TPNPB telah terima laporan resmi dari TPNPB Kodap XVI Yahukimo pada hari ini, melaporkan bahwa militer Indonesia serang markas TPNPB dan tembak mati dua pasukan elit TPNPB, melukai satu orang, dan menangkap lima orang lainnya dalam insiden itu,” kata Sebby melalui siaran persnya.

Baca Juga:  AJI, PWI, AWP dan Advokat Kecam Tindakan Polisi Terhadap Empat Jurnalis di Nabire

Dilaporkan, dua orang yang telah ditembak mati adalah pasukan elite TPNPB – OPM Batalyon WSM Kodap III Ndugama Darakma yang diperbantukan ke Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo.

“Komandan Batalyon WSM bersama pasukan tempur di wilayah pertahanan Kodap XVI Yahukimo melaporkan bahwa telah terjadi penangkapan dan penembakan oleh militer Indonesia yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz di Yahukimo. Dalam insiden itu, pasukan elit TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Darakma yang diperbantukan di Yahukimo menjadi korban serangan militer Indonesia,” lanjut Sebby mengutip laporan dari Komandan Batalyom WSM.

ads

Kata Sebby, penangkapan dan penembakan terjadi di kali WO, distrik Dekai, setelah aparat gabungan bersenjata lengkap mengepung tempat tinggalnya.

Baca Juga:  Poksus DPR Papua Mendukung Upaya MRP Soal Rekrutmen Politik

“Adapun korban sebanyak tujuh orang, dua diantaranya telah ditembak mati oleh pasukan kolonial yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz, dua orang yang ditembak mati adalah Namun Senik atau Afrika Heluka komandan operasi Batalyon WSM, Toni Wetapo atau Giban Wetapo, staf komandan operasi Batalyon WSM,” terangnya.

Sedangkan, satu orang atas nama Anius Sigap mengalami luka tembak dan lagi dirawat di RSUD Dekai. Sementara yang masih ditahan antara lain Yoel Heluka (36), Mastenus Nikson Giban,( 18), Osier (19), Kris Giban (16), dan Sauli Payage (19).

“Kami pasukan TPNPB-OPM Batalyon WSM Kodap III Ndugama Darakma yang beroperasi di Yahukimo bersama pasukan TPNPB -OPM di 36 Kodap seluruh Tanah Papua, Sorong sampai Merauke sedikitpun kami tidak akan mundur,” kata Natanius Kerebea, komandan Batalyon WSM dalam siaran pers jubir Komnas TPNPB.

Baca Juga:  Masyarakat Adat di Provinsi PBD Harus Disejahterakan

Natanius menyatakan, TPNPB akan tetap jalankan misi pembebasan bangsa Papua Barat, dan tetap berdiri sebagai pagar rakyat dan lakukan perlawanan sampai Papua merdeka penuh sebagai bangsa yang berdaulat.

“Saya hanya sampaikan selamat jalan kedua pahlawan. Terima kasih sudah ada di garis perjuangan ini. Kami tetap lanjutkan dan akan lawan kolonial sampai mimpi kalian terwujud. Hormat tuan Afrika dan tuan Toni,” ucapnya. []

Artikel sebelumnyaPenyebutan Rumput Mei Dalam Festival di Wamena Mendapat Tanggapan Negatif
Artikel berikutnyaPasukan Keamanan Prancis di Nouméa Menjelang Dua Aksi yang Berlawanan