Aksi Hari Aneksasi di Manokwari Dihadang Aparat, Pernyataan Dibacakan di Jalan

0
306
Massa aksi dari Front Rakyat Papua (FRP) di Manokwari ketika dihadang aparat keamanan, Rabbu (1/5/2024). (Supplied for SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Delapan organisasi sipil yang tergabung dalam Front Rakyat Papua [FRP] gelar demonstrasi damai memperingati 61 tahun Aneksasi Bangsa Papua (1 Mei 1963 – 1 Mei 2024) di jalan Gunung Fanindi Manokwari, Papua Barat pada, Rabu (1/5/2024).

Delapan organisasi pergerakan yang tergabung dalam FRP adalah KNPB, FNMPP, SONAMAPA, GPRP, FIM – WP, Mahasiswa dan rakyat Papua.

Demonstrasi itu dilakukan di tiga titik, titik pertama depan Asrama Mahasiswa Mansinam, kedua depan Kantor Lurah Amban dan titik ketiga di depan Gerbang Kampus Universitas Papua Manokwari, Papua Barat.

Aksi damai memperingati hari aneksasi, yang mana pemerintah Indonesia menyebutnya hari integrasi itu mengusung tema ‘Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi bangsa Papua dan darurat militer di tanah Papua.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo damai, Lotty Selak mengatakan, aksi memperingati hari aneksasi Papua ke dalam NKRI pada 1 Mei 2024 ini dilakukan dengan aksi long march ke kantor DPR Papua Barat.

ads
Baca Juga:  Penolakan Memori Banding, Gobay: Majelis Hakim PTTUN Manado Tidak Mengerti Konteks Papua

Di mana aksi itu dimulai pukul 07.25 waktu Papua, di mana  massa aksi mulai keluar dengan membawa atribut aksi seperti pamflet, megaphone, speaker, tali rafiah sebagai tali komando dan bendera Komite Nasional Papua Barat.

Selanjutnya, massa aksi kumpul di masing-masing titik kumpul. “Massa aksi di titik kumpul depan Asrama Mahasiswa Mansinam mulai bergerak menuju ke tujuan aksi sambil diiringi yel-yel kami bukan merah putih, Indonesia jaman ini bunuh – bunuh orang dan sambil orasi jalan,” jelas Lotty Selak.

Selak mengatakan, pada pukul 08. 25 WP, 1 buah mobil polisi, 2 buah water Canon, 1 mobil patrol serta 1 buah truk berisi aparat polisi mengambil posisi untuk menghadang massa aksi di tugu Makalo Manokwari.

Pada pukul 09. 15 WP, 1 buah water Canon menghadang massa aksi di tengah badan jalan sebelum bernegosiasi. Pukul 09. 20 WPB massa aksi dari titik kumpul depan lurah Amban datang dan bergabung dengan massa aksi depan Asrama Mahasiswa Mansinam di tugu Makalo.

Baca Juga:  Wawancara Eksklusif Daily Post: Indonesia Tidak Pernah Menjajah Papua Barat!

Pukul 09. 43 WP massa aksi maju sekitar 5 meter dan pihak keamanan menghadang massa aksi.

“Pihak keamanan tidak mengizinkan aksi long march ke Kantor DPR Provinsi Papua Barat. Massa diminta menyampaikan aspirasi dengan menggunakan transportasi yang disiapkan keamanan ke Kantor DPR PB. Negosiasi itu buntut, sehingga massa aksi menduduki badan jalan,” jelasnya.

“Pukul 11. 04 WP pihak keamanan hadirkan pihak DPR PB. Pukul 12. 05 WP, massa aksi kami arahkan untuk menyampaikan orasi politik dari masing-masing organisasi. Akhir dari orasi politik membacakan pernyataan sikap.”

Dalam pernyataan sikap katanya pihaknya  menyatakan bahwa klaim yang dibuat pemerintah Indonesia mengenal status tanah Papua sebagai bagian integral dari NKRI adalah tidak sah, karena tidak memiliki bukti-bukti sejarah yang otentik, murni dan sejati dan bahwa bangsa Papua Barat telah sungguh-sungguh memiliki kedaulatan sebagai suatu bangsa yang merdeka sederajat dengan bangsa-bangsa lain di muka bumi sejak 1 Desember 1961.

Baca Juga:  Rakyat Papua Menolak Pemindahan Makam Tokoh Besar Papua Dortheys Eluay

Rakyat West Papua secara tegas menolak hasil pepera 1969 karena dilakukan atas dasar New York Agreement yang cacat moral dan cacat hukum dilaksanakan dalam suasana penindasan diluar batas-batas perikemanusiaan.

Bangsa Papua mempunyai hak untuk menentukan masa depannya untuk menentukan nasib sendiri, merdeka dan berdaulat secara politik, hukum dan ekonomi.

West Papua saat ini merupakan zona darurat militer, oleh sebab itu segera hentikan operasi militer.

1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia, maka Bangsa Papua mendukung perjuangan kaum buruh di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Artikel sebelumnyaULMWP: Aneksasi Papua Ke Dalam Indonesia Adalah Ilegal!
Artikel berikutnyaAMAN Sorong Malamoi Gelar Musdat III di Wonosobo