Emanuel You menyerahkan dokumen formulir pendaftaran bakal calon bupati kabupaten Paniai periode 2024-2029 kepada pengurus Partai Nasdem provinsi Papua Tengah di sekretariatnnya. (Anes for SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 yang tinggal beberapa bulan saja, partai politik (Parpol) telah membuka kesempatan bagi para kontestan untuk mendaftarkan diri agar diseleksi sebelum jatuh keputusan mendukung mewujudkan target meraup suara rakyat menangkan pesta demokrasi.

Pada Pilkada kabupaten Paniai, Papua Tengah, salah satu figur potensial yang berpeluang menghiasi daftar peserta calon kandidat adalah Emanuel You.

Hal ini terbukti dari pergerakan Emanuel You memburu dukungan parpol. Ia bahkan resmi mendaftar diri sebagai bakal calon bupati kabupaten Paniai periode 2024-2019 di sejumlah parpol.

“Pada kesempatan ini saya memastikan komitmen untuk mencalonkan diri menjadi bakal calon bupati Paniai periode 2024-2029,” kata Emanuel You dalam siaran persnya, Selasa (7/5/2024).

Politisi Gerindra yang telah belasan tahun bekerja sebagai jurnalis itu menjelaskan, sebagaimana para bakal calon lainnya, ia juga tengah sibuk mendaftarkan diri secara formal di sejumlah parpol.

ads
Baca Juga:  DKPP Periksa Dua Komisioner KPU Yahukimo Atas Dugaan Pelanggaran KEPP

“Sejauh ini saya sudah mendaftar di Partai Hanura, Nasdem, dan PKB. Terus, PSI dalam tahap pemberkasan,” kata Emanuel.

Pria asal Tage Biru itu menyatakan, sebagai warga negara, ia mempunyai hak politik yang sama untuk terlibat sebagai peserta pesta demokrasi. Asalkan memenuhi syarat sesuai dengan amanat Undang-undang yang berlaku di negara Indonesia.

“Saya sebagai warga negara yang juga dan generasi muda mempunyai kewajiban dan kerinduan dalam mengisi ruang demokrasi yang disediakan oleh negara, sehingga saat ini saya sudah berkomitmen untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati Paniai,” kata mantan ketua Komisi A Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) kabupaten Paniai periode 2009-2014 dari Partai Barisan Nasional (Barnas) itu.

Baca Juga:  MRP dan DPRP Fraksi Otsus se-Tanah Papua Minta Jokowi Terbitkan Perppu Hak Politik OAP

Bagi Emanuel You, munculnya sejumlah putra Paniai yang sedang bersiap-siap untuk mencalonkan diri itu wajar saja karena setiap warga negara mempunyai kerinduan untuk membangun daerahnya. Hal ini menurutnya, dilatarbelakangi oleh pemahaman kompleksitas persoalan yang sudah dan sedang terjadi dalam menemukan jalan keluarnya, sehingga tentunya diwajibkan agar harus berpikir global dan bertindak lokal melalui kesamaan visi birokrasi dari pemerintah pusat hingga pemerintah kampung.

Lanjut mantan staf khusus bupati Deiyai periode 2013-2018 itu, dalam konteks tersebut, perlu adanya sebuah pergerakan yang menggerakkan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan tindakan pembangunan baik itu perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan.

“Sejalan dengan Undang-undang nomor 22 tahun 1999 dan Undang-undang Otonomi Khusus. Pada intinya bagaimana pemerintah daerah menggerakkan rakyat untuk bersama-sama menemukan dan memecahkan persoalan pembangunan, pelayanan, dan pemberdayaan yang selama ini kurang baik atau tidak terwadahi dengan baik, sehingga kemajuan pembangunannya tidak selaras dengan keinginan rakyat,” tutur alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (FISIP) Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire tahun 2006.

Baca Juga:  Parpol Harus Terbuka Tahapan Penjaringan Bakal Calon Bupati Tambrauw

Karena itu, menurut Eman, perlu adanya sebuah pergerakan yang mengajak masyarakat untuk menentukan nasib hidup yang baik, yang diperoleh melalui pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan oleh pemerintah daerah.

“Di sini pergerakan yang saya maksudkan adalah Gerakan Membangun Bersama Inisiatif Rakyat atau disingkat Gembira. Supaya pembangunan yang dihasilkan adalah hasil kerja bersama antara pemerintah dan rakyat dalam rangka mewujudkan kabupaten Paniai yang terampil untuk berdikari dalam suasana kehidupan yang harmonis,” jelas mantan staf khusus bupati Dogiyai (2017-2022) dan staf ahli Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Nabire (2019-2024) itu. []

Artikel sebelumnyaAnggota DPRP Usulkan Beberapa Rute Penerbangan Perintis di Papua Tengah
Artikel berikutnyaNasionalisme Papua Tumbuh Subur di Tengah Penjajahan