Rakyat Papua Menolak Pemindahan Makam Tokoh Besar Papua Dortheys Eluay

0
247
Makam Ondofolo Dortheys Hiyo Eluay di lapangan Sere Sentani, pertigaan traffic light jalan masuk bandar udara Sentani, kabupaten Sentani, Papua. (Ist)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Rakyat Papua menolak rencana pemindahan makam tokoh besar dan pejuang bangsa Papua Dortheys Hiyo Eluay oleh Pj Bupati Kabupaten Jayapura, Purnomo Triwarno. Makam Theys Eluay terletak di lapangan Sere Sentani, depan traffic light jalan masuk bandara udara Sentani yang rencana dipindahkan ke Obhe Heleybhey Wabouw, Kampung Sere Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Dortheys Hiyo Eluay adalah mantan Ketua Presidium Dewan Papua yang ditemukan terbunuh di Skouw, dekat perbatasan oleh anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat.

Ones Suhuniap, Koordinator Rakyat Papua Menolak Pemindahan Makam Theys Eluay menyatakan, Dortheys Eluay bukan hanya milik keluarga marga Eluay, bukan juga hanya milik orang Sentani, tetapi milik semua bangsa Papua dari Raja Ampat sampai Merauke.

Menurut Ones pemakaman Theys di lapangan Sere Sentani adalah atas persetujuan rakyat Papua sebagai bentuk penghormatan rakyat Bangsa Papua atas jasa beliau membela dan memperjuangkan hak orang Papua, tetapi juga sebagai Ondofolo besar Sentani.

Baca Juga:  Yakobus Dumupa Nyatakan Siap Maju di Pemilihan Gubernur Papua Tengah

“Hasil perjuangan beliau secara ideologis untuk Papua merdeka dari hak ekonomi, hak istiadat dan hak budaya orang Papua. Sedangkan salah satu hasil perjuangannya adalah Otonomi Khusus Papua yang hari ini dinikmati oleh masyarakat Papua, baik orang asli Papua maupun orang non Papua di tanah ini,” tutur Ones dalam pernyataanya di Jayapura pada, Sabtu (11/5/2024).

ads

Oleh sebab itu kata Ones Rakyat Papua menolak rencana pemindahan makam Theys dari lapangan Sere ke Obhe Heleybhey Wabouw Sentani.

“Kami rakyat Papua menolak rencana pemindahan makam Dortheys Eluay dengan alasan apapun. Kita tahu betul bahwa pada 10 November 2021 Dortheys diculik bersama supirnya oleh Kopasus yang dipimpin Hartomo, dan setelah 11 hari pembunuhan kemudian presiden Megawati menandatangani UU Otonomi Khusus Papua tahun 2021.”

Artinya kata Ones, ini pembunuhan yang diseting dan direncanakan. Oleh sebab itu melalui aparaturnya di daerah harus tahu dan tidak melakukan tindakan sewenang-wenang untuk memindahkan makam almarhum ke tempat lain.

Baca Juga:  Polda Papua Diminta Evaluasi Penanganan Aksi Demo di Nabire

Dengan demikian rakyat bangsa Papua menolak rencana tersebut dan dengan alasan apapun.

  1. Rakyat Papua menolak rencana pemindahan makam Dortheys H Eluay dengan alasan apapun.
  2. Sebagai bentuk penghormatan terhadap perkembangan, termasuk otonomi khusus Papua yang dinikmati orang Papua maupun non Papua, yang dibayar dengan darah beliau. oleh karena itu sebelum pemindahan harus mendapatkan persetujuan dari Rakyat Papua (MRP), DPR, seluruh Ondoafi dan Ondofolo di tanah Tabi serta Dewan Adat Papua.
  3. Merujuk dari poin satu dan dua tersebut salah satu bentuk penghormatan terhadap Dortheys Eluay, Pemerintah Kabupaten Jayapura segera membangun monumen atau Patung Dortheys Eluay di depan makam saat ini menggunakan dana otonomi khusus, karena beliau merupakan pejuang Otsus.
  4. Alasan pemindahan makam pahlawan Theys Eluay oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak masuk akal. Seakan-akan makam Theys Eluay sebagai tempat sampah yang harus dibersihkan. Seharusnya Pemerintah Kabupaten Jayapura memperbaiki jalan rusak dan pembangunan Ruko di sembarangan tempat yang merusak wajah kota Sentani, bukan memindahkan makam Theys.
  5. Pemindahan Makam Dortheys Eluay, salah satu bentuk penghinaan terhadap martabat orang Papua, tetapi juga salah satu bentuk pelecehan terhadap struktur sosial masyarakat Sentani. Karena beliau adalah salah satu tokoh besar, termasuk ondofolo besar masyarakat Sentani.
  6. Pemindahan makam Theys bukan milik keluarga anak -anak biologis saja, tetapi seluruh rakyat Papua. Oleh sebab itu perlu mempertanyakan seluruh orang Papua.
  7. Seruan kepada rakyat Papua untuk konsolidasi dan mobilisasi untuk menolak rencana pemindahan makam Theys Eluay.
Baca Juga:  FLNKS Menegaskan Kepada Presiden Macron Tentang Tekad Mereka Untuk Merdeka Dari Prancis

Sebelumnya, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Papua mengecam rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura memindahkan makam tokoh besar Papua Dortheys Eluay di Sentani.

Emanuel Gobay, Direktur LBH Papua mengatakan dasar rencana itu patut dipertanyakan kembali. Bahkan pihaknya tak segan menggugat hukum jika Pemerintah Kabupaten Jayapura tetap melanjutkan rencananya.

Artikel sebelumnyaMantan PM Fiji Frank Bainimarama Dipenjara
Artikel berikutnyaBekuk Labura Hebat FC, Persipani Tatap Laga Derby Papua Tengah