TPNPB Intan Jaya Mengaku Mendapat Serangan Udara Aparat TNI dan Polri

0
212

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengaku mendapat laporan dari Kodap VIII Intan Jaya bahwa aparat TNI dan Polri telah melakukan penyerangan menggunakan helicopter dari udara pada tanggal 4-5 Mei 2024.

Sebby Sambom, Jubir TPNPB dalam pernyataanya mengatakan, penyerangan TNI dan Polri itu dilakuka berkaitan dengan penyerangan pihak TPNPB Kodap VIII di kampong Pogapa distrik Homeo Kabupaten Intan Jaya pada 30 Maret hingga 5 Mei 2024.

Penyerangan menggunakan helicopter itu dilakukan dalam misi pengejaran terhadap pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, akibat dari penyerangan kami terhadap TNI-Polri di kampung Pogapa, distrik Homeo, Kabupaten Intan sejak 30 Maret hingga 5 Mei 2024 yang mengakibatkan satu intel tertembak,” jelas Sebby pada 10 Mei 2024.

Baca Juga:  Pilot Selandia Baru Mengaku Terancam Dibom Militer Indonesia

Sebagaimana keterangan Afrianus Bagubau, Komandan Batalyon Ogobogo TPNPB Kodap VIII Intan Jaya kata Sebby, sejak 4 Mei 2024, militer Indonesia melakukan operasi di kampung Pogapa dan penembakan secara brutal ke rumah-rumah warga.

Akibatnya kata dia tiga rumah milik warga sipil terbakar dan warga telah meninggalkan rumah serta kampung halaman mereka untuk mencari tempat yang aman.

ads

“Semua warga sipil yang mengungsi pergi amankan diri di kampung Sanepa, Bilae, dan sejumlah kampung lainnya diluar wilayah yang sedang berkonflik,” katanya.

Terkait dengan serangan udara yang dilakukan oleh militer indonesia secara masif dan pembakaran rumah warga sipil di Kampung Pogapa, Keny Tipagau selaku komandan operasi Batalyon Ogobogo melalui sambungan telepon mengatakan bahwa;

Baca Juga:  TPNPB Mengaku Membakar Gedung Sekolah di Pogapa Karena Dijadikan Markas TNI-Polri

Terkait pembakaran gedung sekolah di kampung Pogapa kata Sebby sebagaimana keterangan Keny Tipagau, Komandan Operasi Batalyon Ogopoga, sekolah itu dibakar lantaran aparat militer Indonesia menempatinya sebagai pos militer.

“Aparat juga selain tempati gedung sekolah, mereka mengajar anak-anak sekolah di sekolah tersebut. Maka kami minta Presiden Jokowi dan Panglima TNI segera klarifikasi dan standar hokum humaniter.”

Warga masyarakat Pogapa ketika mengungsi ke kampung lain. (Dok. Pribadi)

Sementara, warga sipil yang mengungsi masih berada di kampung-kampung tempat di mana mereka mengungsi.

Oleh sebab itu pihak TPNPB minta agar aparat militer, baik TNI dan Polri untuk segera tinggalkan gedung sekolah dan rumah warga yang selama ini dijadikan pos militer.

Baca Juga:  Penangkapan AN di Enarotali Diklarifikasi, TPNPB: Dia Warga Sipil!

“Militer Indonesia segera berhenti menjadi guru, tenaga kesehatan dan mengambil alih dinas sosial pemerintah daerah dalam membagi-bagi makanan terhadap masyarakat sipil dan anak-anak di wilayah konflik bersenjata.”

Mereka juga minta agar aparat militer segera tinggalkan Kabupaten Intan Jaya.

Bupati Intan Jaya, Kepala Dinas Pertambangan di Provinsi Papua dan pihak-pihak terkait untuk segera hentikan pembahasan mengenai rencana penambangan emas di wilayah adat suku Moni/Migani di Intan Jaga (Blok B Wabu).

“TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dengan satu pucuk senjata siap menghadapi militer Indonesia yang dikirim ke Intan Jaya,” pungkasnya.

Artikel sebelumnyaDiduga Dana Desa Digunakan Lobi Investasi Migas, Lembaga Adat Moi Dinilai Masuk Angin
Artikel berikutnya10 Nakes Mimika Ikuti Konferensi Internasional Neurovaskular