KM Sabuk Nusantara (Sanus) 63 setelah lepas dari dermaga logpond Waubu, distrik Yaur, kabupaten Nabire, Papua Tengah, 12 Januari 2024 lalu. (Dok. Roby Wihiyawari for SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Satu kabar gembira bagi masyarakat di kabupaten Nabire, Papua Tengah. Sejak Januari lalu, Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyetujui masuk dan berlabuhnya Kapal Motor Sabuk Nusantara (Sanus) 63 di Waubu, distrik Yaur dan Yeretuar, distrik Teluk Umar.

Hadirnya sarana transportasi laut dengan label perintis turut melayani dua distrik terhitung pekan kedua Januari 2024 itu menjawab kerinduan masyarakat di sana selama puluhan tahun sejak Papua integrasi ke Indonesia.

Tentu saja masyarakat menyambutnya dengan gembira atas perjuangan John NR Gobai, legislator Papua dari daerah pemilihan Meepago. Anggota DPRP ini memperjuangkan adanya pelayaran bagi masyarakat pesisir terjauh itu sejak beberapa tahun lalu. Terakhir mendatangi Dirjend Perhubungan Laut Kemenhub RI di Jakarta pada akhir tahun lalu hingga sukses di awal 2024.

“Lama kami perjuangkan, dan ini bukti program pemerintah di bidang perhubungan laut, yaitu pelayanan kapal perintis dapat dirasakan oleh masyarakat yang berdomisili di pesisir Nabire bagian barat,” kata John NR Gobai, ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, melalui keterangan tertulisnya belum lama ini.

Masuk dan berlabuhnya kapal perintis Sanus 63, bagi John, bukti Tuhan telah membuka jalan hingga Kementerian Perhubungan RI melalui Dirjen Perhubungan Laut menyetujui rute untuk melayani masyarakat pesisir Nabire terhitung 12 Januari 2024.

ads

Sebelumnya, Capt. Hendri Ginting, direktur Lalulintas Laut dan Angkutan Laut pada Kemenhub RI, menyatakan, dukungan pemerintah pusat melalui program pelayaran kapal perintis ini tentunya demi membantu masyarakat sekaligus mendukung konektivitas di daerah 3TP, yaitu Tertinggal, Terluar, Terdepan, dan Perbatasan (3TP).

“Kami mohon dukungan Pemprov Papua Tengah dan Pemda Nabire agar fasilitas yang kurang dapat dilengkapi dalam mendukung pelayaran dan pelayanan kapal perintis Sanus 63,” harap Ginting.

John NR Gobai juga berharap, kehadiran kapal perintis Sanus 63 dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang menggunakannya.

Selain sarana transportasi masyarakat, kata Gobai, tentunya juga memudahkan dalam mengangkut hasil bumi ke kota untuk dipasarkan.

“Masyarakat kampung sekitarnya bisa bawa hasil bumi ke kota Nabire, Waropen, Serui maupun daerah lainnya. Karena sangat bermanfaat, semua harus ikut menjaga kenyamanan kapal ketika berlabuh,” harapnya.

Dengan kapal perintis itu juga para pegawai pemerintah, guru dan mantri bisa pergi dan pulang dari Nabire ke Yaur maupun Teluk Umar.

Dengan mulai disinggahinya kapal perintis itu diakui Martina Hamberi, kepala distrik Yaur, telah menjawab penantian panjang masyarakat Nabire di wilayah barat. Kendala yang selalu dialami selama ini mulai terjawab dengan kehadiran KM Sanus 63.

“Sudah sekian lama masyarakat Nabire bagian barat selalu kesulitan sarana transportasi laut, dan bersyukur baru tahun ini ada kapal perintis. Luar biasa perjuangannya dari semua pihak yang telah bekerja keras agar ada akses pelayaran. Saya atas nama masyarakat Yaur ucapkan terima kasih banyak,” tutur Martina.

Selain tetap butuh partisipasi segenap masyarakatnya menjaga dan merawat kapal tersebut, ia juga berharap perhatian pemerintah daerah menyediakan dermaga agar arus naik turun penumpang lancar. []

Artikel sebelumnyaUmat Keuskupan Timika Diajak Rayakan 130 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua
Artikel berikutnyaBawaslu Lanny Jaya Minta KPU Perhatikan 30% Perempuan Dalam Perekrutan PPD