Kondisi Kamtibmas di Papua Barat Daya Sedang Tidak Baik-baik Saja

0
259
Johan
adv
loading...

SORONG, SUARAPAPUA.com — Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Doberai menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah provinsi Papua Barat Daya.

FGD bertema “Resolusi Konflik dan Strategi Penanganan Kamtibmas di Papua Barat Daya” digelar di aula SMK YPK Imanuel Kota Sorong, Kamis (16/5/2024) dihadiri Polresta Sorong, DAP wilayah III Doberai, Cipayung, perwakilan mahasiswa dari 5 kabupaten 1 kota di provinsi Papua Barat Daya.

Johanis Paa, ketua panitia FGD, mengatakan, kondisi ibu kota provinsi Papua Barat Daya yakni kota Sorong saat ini sedang tidak baik-baik saja, sehingga butuh perhatian serius dari semua pihak.

Baca Juga:  Rapat Koordinasi DAP Wilayah Domberai Lahirkan Delapan Poin Penting

“Kota Sorong ini banyak sekali kasus pencurian, begal, pemerkosaan dan lainnya. Itu sudah sangat mengganggu kenyamanan masyarakat,” katanya saat ditemui usai FGD.

Menurut Johanis, kondisi Kamtibmas yang terjadi meresahkan masyarakat di kota Sorong akan menyebar ke daerah lain di provinsi Papua Barat Daya. Hal inilah yang menjadi alasan bagi pihaknya mengadakan FGD.

ads

“Jika kita belum mencari solusi untuk atasi masalah-masalah ini, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi pencurian, begal hingga pemerkosaan di kabupaten yang lain juga,” ujarnya mengkhawatirkan.

Tidak Ada Resolusi

Johanis mengaku dalam forum grup diskusi itu tidak menghasilkan sebuah kesepakatan bersama. Namun ada sejumlah poin penting telah dicatat panitia.

Baca Juga:  Jasad Anggota TPNPB yang Tertembak di Paniai Telah Diserahkan Ke Pihak Keluarga

“Kita inginkan dalam diskusi ini ada kesepakatan yang bisa menjadi acuan untuk pihak pemerintah dan penegak hukum, tapi dalam diskusi awal ini tidak ada kesepakatan bersama.”

Kata Johanis, tidak ada kesepakatan dalam diskusi tersebut dikarenakan pihak pemerintah provinsi Papua Barat Daya, MRP PBD dan Pemkot Sorong tidak hadir sebagai pemateri.

“Kita sudah berikan undangan kepada pihak pemerintah dan MRP, tapi tidak hadir, entah mungkin ada kesibukan lain. Ini diskusi awal. Nanti kita akan bikini kegiatan yang sama di kabupaten Sorong, Maybrat, Tambrauw, Sorong Selatan dan Raja Ampat,” jelasnya.

George Ronald Konjol, wakil ketua I DAP wilayah III Doberai didampingi ketua GMM saat memberikan keterangan pers, Kamis (16/5/2024) siang. (Reiner Brabar – Suara Papua)

Paulus Syufan, ketua Generasi Muda Moi (GMM) menambahkan, melalui forum-forum diskusi seperti ini akan mengurangi aksi-aksi demonstrasi terkait Kamtibmas.

Baca Juga:  TPNPB Umumkan Duka Nasional Atas Meninggalnya Mayor Detius Kogoya di Paniai

“Kita tidak sedang mencari siapa yang bertanggungjawab atas Kamtibmas, tetapi justru lewat kegiatan diskusi seperti ini kita bisa berbicara dari hati-hati untuk mencari solusi bersama,” kata Paul.

Paul juga mengaku sangat kecewa atas ketidakhadiran pemerintah dan MRP PBD. Menurutnya, tentu tak bisa ambil keputusan sepihak tanpa ada kesepakatan bersama semua pihak.

“Diskusi akan berlanjut terus. Kami sangat berharap ada keterlibatan pemerintah, DPRD maupun MRP PBD sebagai pemangku kebijakan, sehingga ada kesepakatan bisa dibuat bersama guna menjaga Kamtibmas di provinsi baru ini,” ujarnya. []

Artikel sebelumnyaDestructive Fishing di Kofiau, Ekosistem Bawah Laut Raja Ampat Terancam
Artikel berikutnyaKepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Tanah Papua Harus OAP, Aspirasi Lama