Tanah PapuaMamtaTheys Adalah Pejuang, Pemindahan Makam Harus Mendapat Persetujuan Rakyat Papua

Theys Adalah Pejuang, Pemindahan Makam Harus Mendapat Persetujuan Rakyat Papua

Editor :
Elisa Sekenyap

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Front Mahasiswa dan Rakyat Papua menolak wacana pemindahan makam mendiang Dortheys Hiyo Eluay yang digagas Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Penolakan itu dilaksanakan rakyat Papua yang tergabung dalama Front Mahasiswa dan Rakyat Papua dengan aksi demo damaia di Kantor Bupati Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada 16 Mei 2024.

“Kami rakyat Papua Menolak Rencana Pemindahan makam almarhum Dortheys Hiyo Eluay dengan alasan apapun,” tegas Etho Tokoro, Koordinator Umum demo damai tersebut di halaman Kantor Bupati Gunung Merah pada 16 Mei 2024.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk penghormatan terhadap perkembangan Papua, termasuk otonomi khusus Papua yang dinikmati orang Papua maupun non Papua.

Ini semua kata dia telah dibayar dengan darah beliau (Theys Eluay). Oleh karena itu sebelum pemindahan harus mendapatkan persetujuan dari Rakyat Papua, MRP, DPR dan seluruh Ondoafi dan Ondofolo di tanah Tabi, termasuk Dewan Adat Papua (DAP).

Baca Juga:  ULMWP: Aneksasi Papua Ke Dalam Indonesia Adalah Ilegal!

Katanya, merujuk dari poin satu dan dua tersebut salah satu bentuk penghormatan terhadap almarhum Dortheys Hiyo Eluay, Pemerintah Kabupaten Jayapura segera membangun monumen atau patung almarhum Dortheys di depan makam menggunakan dana otonomi khusus, karena beliau adalah pejuang.

“Alasan pemindahan makam Theys Eluay oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak masuk akal. Seakan makam Theys Eluayseperti  sampah yang harus dibersihkan. Seharusnya Pemerintah Kabupaten Jayapura memperbaiki jalan rusak, pembangunan Ruko yang sembarangan di kota Sentani, sebab makam Theys tidak mengganggu kota Sentani,” katanya.

Serupa disampaikan Wakil Koordinator Lapangan Seram Matuan, katanya emindahan makam almarhum Dortheys Hiyo Eluay adalah salah satu bentuk penghinaan terhadap martabat orang Papua, tetapi juga salah satu bentuk pelecehan terhadap struktur sosial masyarakat Sentani.

Baca Juga:  Pembagian Paket Tidak Transparan Bagi Pengusaha Asli Papua

Karena beliau adalah salah satu tokoh besar, termasuk ondofolo besar masyarakat Sentani. Sehingga makanya sepantasnya bersemayam disitu (lapangan Sere) karena beliau pemilik tanah adat Sere Sentani.

“Pemindahan makam Theys bukan milik keluarga, Yanto Eluay dan Boy Eluay anak -anak biologis almarhum, tetapi masih banyak anak ideologi yang tersebar di seluruh Papua. Pemindahan ini harus minta pendapat rakyat Papua sebelum pemindahan,” pungkasnya.

Sebelumnya,  Jaringan Damai Papua (JDP) memberikan catatan kepada Pj Bupati Kabupaten Jayapura Purnomo Triwarno terkait rencana pemindahan makam tokoh besar dan pejuang bangsa Papua, Dortheys Hiyo Eluay dari lapangan Sere Sentani ke Obhe Heleybhey Wabouw, Kampung Sere, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Baca Juga:  Literasi di Papua Sangat Rendah, 30 Persen Anak Belum Bisa Membaca

“Sebagai Jubir JDP, saya memberi catatan kepada Penjabat Bupati Jayapura saudara Triwarno untuk dengan kepala dingin dan hati yang bijak merenungkan kembali maksud dan rencananya untuk memindahkan makam dari almarhum Dortheys Hiyo Eluay (mantan Ketua Presidium Dewan Papua/PDP, mantan Ketua Lembaga Musyawarah Adat/LMA Papua serta salah satu ondoafi besar di Sentani) dari lapangan Sere Sentani,” kata  Yan Christian Warinussy, Jubir JDP kepada suarapapua.com pada, Minggu (11/5/2024.

Yan minta agar hal ini perlu dipertimbangkan dengan bijaksana, karena almarhum mantan Pemimpin Besar Rakyat Papua Dortheys Hiyo Eluay, yang biasanya dipanggil Theys Eluay tersebut memiliki jasa yang sangat besar bagi kehadiran Provinsi Irian Barat hasil integrasi politik tanah Papua ke dalam wilayah NKRI sejak 1 Mei 1963.

Terkini

Populer Minggu Ini:

Anggota PKK Intan Jaya Dibekali Pengetahuan Tentang Ketahanan Pangan dan Bisnis

0
“Saya bersyukur kepada Tuhan karena kami bisa tiba di Makassar dan bisa mengikuti kegiatan seminar untuk menambah pengetahuan kami dalam hal ketahanan pangan dan Pariwisata sebagai sumber dan peluang bisnis bagi masyarakat dari akademisi. Ini sangat bagus supaya kami bisa menambah pengetahuan untuk kami,” jelasnya kepada media ini di Makassar pada Rabu (19/6/2024).

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.