Maria Kebar, aktivis perempuan asal Kebar, kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. (Ist)
adv
loading...

SORONG, SUARAPAPUA.com — Persekutuan Wanita Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (PW GPKAI) 7 Jemaat di Majelis Daerah (MD) Kebar, kabupaten Tambrauw, provinsi Papua Barat Daya, akan menggelar pameran kerajinan tangan.

Kegiatan pameran kerajinan tangan itu akan diadakan di Jemaat Ebenhaizer Akrin, Kebar Timur, Tambrauw, Kamis (6/6/2024).

Arinace Amnam, ketua PW GPKAI 7 Jemaat MD Kebar, mengatakan, pameran bertujuan menggali dan mengangkat sekaligus mempromosikan hasil kerajinan tangan perempuan Tambrauw di wilayah Kebar.

“Intinya untuk meningkatkan kreativitas perempuan di Kebar,” kata Arinace melalui pesan singkat, Selasa (4/6/2024).

Terpisah, Maria Kebar, salah satu intelektual muda asal Kebar ditemui suarapapua.com di Sorong, mengatakan, event tersebut satu kebanggaan tersendiri bagi perempuan suku Mpur di wilayah Kebar.

ads
Baca Juga:  Mama-Mama Pedagang Papua di PBD Tuntut Keadilan dan Bangun Pasar Khusus

“Kami selaku perempuan Mpur untuk event ini secara langsung memberi edukasi positif bagi perempuan perempuan Mpur, sebab melalui GPKAI 7 Jemaat MD Kebar perempuan Mpur mulai memberanikan diri berinovasi dengan kekayaan alam di lembah Kebar,” kata Maria.

Pameran kerajinan tangan menurutnya salah satu strategi untuk memajukan industri kreatif di wilayah Kebar. Dalam pameran akan ditampilkan beragam produk kerajinan tangan yang unik dan menarik, serta menggambarkan keanekaragaman budaya dari masyarakat adat di kabupaten Tambrauw.

Baca Juga:  Kondisi Kamtibmas di Papua Barat Daya Sedang Tidak Baik-baik Saja
Beberapa hasil kerajinan tangan yang akan dipamerkan pada tanggal 6 Juni 2024 di Kebar Timur, kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. (Ist)

“Di pameran akan ditampilkan berbagai kerajinan tangan khas perempuan Tambrauw, diantaranya noken, topi, noken handphone, bunga dan lainnya. Semua bahan hasil kerajinan tangan berasal dari rumput Vetiver yang dibudidayakan jemaat besar di GPKAI,” jelasnya.

Aktivis perempuan yang konsen pada isu perempuan, pendidikan dan budaya ini mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah daerah guna meningkatkan perekonomian masyarakat di kabupaten Tambrauw.

“Gerakan seperti harus didukung dan diperhatikan dengan baik dari berbagai pihak terutama Pemkab Tambrauw melalui dinas terkait, seperti memberikan bantuan stimulus berupa dana untuk pengembangan inovasi kreasi dan pemberdayaan,” kata Maria berharap.

Baca Juga:  Papuan Voices Bentuk Panitia FFP Ke-VII yang Akan Berlangsung di Wamena

Maria juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghadiri pameran tersebut. Ia akui ada banyak hal yang perlu dikembangkan lewat perempuan Tambrauw.

“Semoga pameran kerajinan di wilayah Kebar ini menjadi daya pacu semangat perempuan di 29 distrik yang ada di kabupaten Tambrauw dalam mengembangkan potensi budaya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. Akhir kata saya, selamat dan sukses untuk kegiatan pameran kerajinan tangan di Kebar. Ayo datang dan saksikan pameran kerajinan tangan hasil karya perempuan di Kebar,” pungkasnya. []

Artikel sebelumnyaIstri Kadis DPMK Yahukimo Disandera Tim ADEKAYA Selama 5 Jam di Dekai
Artikel berikutnyaSekretaris Umum PIF Disambut di Sekretariat Demi Kepentingan Masyarakat Pasifik