Gereja Protestan Kanaky Minta Presiden Prancis Bekukan Perubahan Konstitusi dan Melanjutkan Dekolonisasi

0
193

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Gereja Protestan di Kanaky, Kaledonia Baru mengirimkan statemen kepada Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron pada 6 Mei 2024. Surat tersebut ditandatangani oleh Presiden dan Dewan Gereja Protestan Kanaky – Kaledonia Baru, Pastor Höcë Léonard Var Kaemo

Pastor Höcë Léonard Var Kaemo dalam pernyataan itu meminta Presiden Macron untuk membekukan perubahan konstitusional terkait pemilihan yang belakangan ini menjadi masalah di Kaledonia Baru.

Selain itu ia mendesak agar melanjutkan dekolonisasi yang diprakarsai dalam “Perjanjian Nouméa” yang akan mengarah pada kewarganegaraan Kaledonia.

Baca Juga:  Manasseh Sogavare Mengundurkan Diri Dari Pencalonan Perdana Menteri

“Jika ada yang bisa membantu kami menggulingkan batu nisan yang saat ini menghalangi kebangkitan kembali, itu adalah Anda, Bapak Presiden Republik,” kata pastor Kaemo dalam pernyataan itu.

Ia juga mengatakan agar tidak takut untuk meninjau kembali proses legislatif yang telah Anda jalankan dan yang menempatkan anak-anak Tuhan di Kaledonia Baru dalam ketakutan, perlawanan dan keputusasaan.

ads

“Dengan sebuah kata sederhana dari Anda, anak-anak Allah di Kanaky Kaledonia Baru ini dapat memperoleh kembali kepercayaan diri dan harapannya.”

Ia mengatakan, Allah menerima setiap manusia apa adanya, tanpa jasa apapun.

Baca Juga:  Senin Pekan Depan KNPB Ajak Rakyat Papua Gelar Aksi Solidaritas untuk Kanaky

“Roh-Nya memanifestasikan diri-Nya di dalam diri kita, mengajar kita untuk saling mendengarkan. Gereja berhutang dan rasa hormat kepada otoritas-otoritas politik dan adat, dan juga sebaliknya.”

Dalam konteks saat ini, katanya yang secara khusus kekacauan yang terjadi di Kaledonia, ekspresi iman Gereja dan kesetiaannya pada Injil menantang Gereja untuk menjadi saksi dan mewartakan pengharapan Kristen.

“Allah menciptakan kita sebagai manusia yang bebas, mengundang kita untuk hidup dalam kepercayaan kepada-Nya. Kita sering mengkhianati kepercayaan ini karena kita sering dihadapkan pada dunia yang ditandai dengan kejahatan dan kemalangan.”

Baca Juga:  128 Ekor Hewan Kurban Dari Pertamina Regional Papua Maluku untuk Masyarakat

Tetapi sebuah terobosan telah dibuka dengan Yesus, yang dikenal sebagai Kristus yang diumumkan oleh para nabi, yang mana pemerintahan Allah telah bekerja di antara umat.

“Oleh sebab itu kami percaya bahwa di dalam Yesus, Kristus yang disalibkan dan bangkit, Allah telah menanggung kejahatan dosa kita. Dibebaskan oleh kebaikan dan belas kasihan-Nya, Allah berdiam di dalam kelemahan kita dan dengan demikian mematahkan kuasa maut. Dia membuat segala sesuatu menjadi baru!”

Artikel sebelumnyaAncaman Pada Bumi Tinggi Akibat Investasi, Aries Ap Ajak Tanam Pohon Bersama
Artikel berikutnyaGenerasi Muda Anim Ha Perlu Membangun Pemahaman Dampak Investasi