Aksi damai mendesak KPU RI mengakomodir hak politik rakyat Papua dalam penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024, Kamis (6/6/2024) di Jakarta. (Ist)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Perjuangan Majelis Rakyat Papua (MRP) enam provinsi di Tanah Papua agar gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota se-Tanah Papua harus orang asli Papua (OAP) digaungkan mahasiswa Papua di Jakarta.

Saat berunjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2024), para mahasiswa menegaskan perlunya satu regulasi untuk mengakomodir aspirasi rakyat yang tengah diperjuangkan oleh Asosiasi MRP (AMRP) se-Tanah Papua.

Baca Juga:  Menjadi Bapak Bagi Semua Calon Kandidat Bupati Lanny Jaya

Mereka mendesak KPU RI menerbitkan satu peraturan (PKPU) khusus tentang syarat pencalonannya hanya OAP baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota terhitung Pemilu serentak 2024.

‘’Kami menuntut kebijakan proteksi hak politik rakyat Papua di Pilkada besok. KPU harus segera keluarkan satu regulasi tentang jabatan kepala daerah harus putra asli Papua. Dasar hukumnya Undang-undang Otsus dan peraturan pemerintah nomor 106 tahun 2021, itu jaminan kepala daerah di Tanah Papua harus OAP,’’ ujar Alfred Pabika, koordinator aksi mahasiswa Papua di Jakarta.

Baca Juga:  Emanuel You Mantapkan Langkah Bertarung di Pilkada Paniai

Tuntutan tersebut mencuat setelah hak politik rakyat Papua dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2024 dirampas warga Nusantara di Tanah Papua. Di hampir sebagian daerah, Caleg terpilih kebanyakan didominasi non putra daerah.

ads

’’Pengalaman pada saat Caleg kemarin jangan terulang lagi di Pilkada besok. Cukup. Jangan semuanya pendatang yang kuasai. Kepala daerah dan wakil kepala daerah harus putra asli Papua,’’ tegasnya.

Desakan mereka, tekan Alfred, harus direspons segera sebelum tahapan Pilkada berlanjut. Mengingat pada November mendatang sudah puncak pungut hitung suara.

Baca Juga:  Rakyat Papua Menunggu Sikap Politik Istana Terkait Permintaan MRP Tanah Papua

’’Dalam waktu dekat kami turun lagi dengan jumlah yang lebih besar,’’ ujar Jery Daby, salah satu orator dalam aksi di depan kantor KPU RI.

Sebelumnya, Agustinus Anggaibak, koordinator AMRP se-Tanah Papua, mengaku pihaknya telah menyampaikan aspirasi tersebut ke sejumlah lembaga negara. Antara lain, Mahkamah Agung (MA), KPU RI, DPD RI, DPR RI, dan pihak terkait lainnya di Jakarta.

’’Kami akan sampaikan juga kepada bapak presiden Republik Indonesia jika berkenan menerima kami,’’ kata Agus. []

Artikel sebelumnyaTamatkan 25 Siswa SSB, Kogoya: Kami Selenggarakan Tiga Program
Artikel berikutnyaGerakan “All Eyes on Papua” Mendukung Perjuangan Melawan Ekosida