TPNPB Mengaku Bertanggung Jawab Dalam Aksi Kontak Tembak di Paniai dan Yahukimo

0
503

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap VIII Intan Jaya mengaku bertanggung jawab atas penembakan seorang warga yang diketahui bernama Rusli (40) yang berprofesi sebagai supir taksi. Kejadian itu terjadi di kampung Kopo, distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah pada, Selasa (11/6/2024).

Belakangan diketahui bahwa mobil yang dikendarai supir tersebut terbakar dan supirnya dalam keadaan tersungkur di dalam mobil.

Pangkodap VIII Intan Jaya, Brigjen Undius Kogoya mengakui bertanggung jawab atas penembakan seorang supir taksi, yang menurut Undinus adalah anggota TNI yang menyamar sebagai supir taksi di kampung Kopo, Paniai.

“Hal itu kami lakukan sebagai bentuk pembalasan terhadap satu anggota pasukan elit TPNPB Kodap VIII Intan Jaya yang tertembak pada tanggal 21 Mei 2024 di Paniai,” kata Undinus pada, Selasa (11/6/2024).

“Di manapun juga kami siap beroperasi, baik di Enarotali, Dogiyai, Deiyai dan Nabire dalam hal memperjuangkan Papua untuk merdeka penuh. Oleh sebab itu kami sampaikan kepada orang imigran yang datang ke Paniai segera kosongkan wilayah Paniai, karena kami sudah tidak main-main lagi,” tegasnya.

ads
Baca Juga:  Pameran Kerajinan Tangan Memajukan Industri Kreatif Perempuan Kebar

“Aparat TNI-Polri juga tidak boleh membohongi publik bahwa korban itu masyarakat sipil. Yang jelas dari kami itu anggota TNI yang menyamar masuk ke wilayah zona siaga kami,” tukasnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 Faizal Ramadhani sebagaimana dikutib dari jubi.id mengatakan kejadian itu terjadi di Kampung Timida, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai sekitar pukul 13.30 Waktu Papua (WP).

“Yang melakukan itu adalah kelompok TPNPB Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya, dan yang menjadi korban adalah seorang sopir angkutan umum beserta kendaraannya turut dibakar,” kata Faizal di Kota Jayapura, Selasa malam.

Baca Juga:  Askab PSSI Lanny Jaya Resmi Dilantik

Menurut Faizal, kelompok TPNPB pimpinan Undius Kogoya kerap melakukan aksi kriminal di Kabupaten Paniai. Ia telah memerintahkan Satuan Tugas Penegakkan Hukum Damai Cartenz untuk mengambil langkah tegas dan terukur.

Kepala Satuan Tugas Humas Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno mengatakan warga sipil yang menjadi korban diketahui bernama Rusli (40), dan berprofesi sebagai sopir angkot.

“Korban telah meninggal dunia dalam mobil yang terbakar. Jenazahnya sudah dievakuasi oleh Satgas Damai Cartenz bersama personel Brimob Batalyon C Polda Papua ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai,” kata Bayu.

TPNPB Kodap XVi Yahukimo, Papua Pegunungan. (Dok. TPNPB)

Bayu menegaskan, Satgas Damai Cartenz akan terus melakukan langkah-langkah penindakan dan penegakan hukum yang tegas dan terukur terhadap kelompok TPNPB pelaku pembakaran dan penembakan warga sipil.

“Satgas Damai Caretnz dan Brimob Batalyon C Polda Papua telah merespons dan melakukan pengejaran terhadap kelompok pimpinan Undius Kogoya,” tegasnya.

Kontak tembak di Yahukimo
Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB dalam pernyataanya mengatakan, pada 6 Juni 2024 pukul 22:00 WP telah terjadi kontak tembak antara aparat TNI-Polri dan TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Menurut Sebby, kejadian itu terjadi di sekitar area Kilo 2, arah kali Biru, Logbon dan sekitar bandara Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua.

Baca Juga:  Masyarakat Adat di Provinsi PBD Harus Disejahterakan

Dalam kontak tembak itu pihaknya mengklaim telah menembak mati satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kat Sebby, korban penembakan dalam keadaan kritis di RSUD Yahukimo.

“Dalam hal ini pasukan TPNPB Kodap VXI mengatakan kepada seluruh rakyat Papua untuk sadar dengan adanya penerimaan aparat TNI dan Polri yang di khususkan untuk orang Papua. Ini sama saja dengan mengadu domba kita sesama orang Papua. Orang Papua harus sadar dan melakukan perlawanan, bukan terlibat dalam strategi politik pemerintah Indonesia,” pungkas Sebby.

Artikel sebelumnyaDatangi MRP PBD, Mama-mama Papua Tuntut Bangun Pasar Khusus OAP
Artikel berikutnyaMRP Berhak Memutuskan Hak-Hak Dasar Orang Asli Papua