Salah satu korban tembak dalam operasi penyisiran di distrik Bibida, kabupaten Paniai, Papua Tengah. Korban diketahui bernama Denis Tabuni, anggota TNI yang bergabung dengan TPNPB sejak empat bulan lalu. (Ist)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Operasi militer di distrik Bibida, kabupaten Paniai, Papua Tengah, yang diterapkan sejak pekan lalu mulai menelan korban. Denis Murib, anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya, tewas di tangan pasukan militer Indonesia.

Manajemen markas pusat Komando Nasional TPNPB memastikan gugurnya seorang anggota mereka di Bibida.

Sebby Sambom, juru bicara TPNPB, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan lapangan, bahwa salah satu prajuritnya telah tewas saat kontak tembak di Bibida, Paniai.

“Manajemen markas pusat Komnas TPNPB mengumumkan kepada seluruh patriotik perjuangan bangsa Papua bahwa telah gugur dalam medan perang, seorang anggota prajurit TPNPB dalam aksi kontak senjata antara Militer Pemerintah Indonesia dengan pasukan TPNPB di kampung Bibida pada hari Kamis, 13 Juni 2024 sekitar jam 11.00 WP,” tulis Sebby dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/6/2024).

Baca Juga:  TPNPB Mengaku Bertanggung Jawab Dalam Aksi Kontak Tembak di Paniai dan Yahukimo

Dari laporan yang diterimanya, Sebby menyatakan, “Satu prajurit yang telah gugur dalam medan pertempuran yaitu Denis Murib akan dimakamkan secara militer oleh Undius Kogoya selaku panglima Kodap VIII Intan Jaya bersama seluruh pasukan yang sedang dalam medan perang di Paniai.”

ads

Diuraikan lebih lanjut, “Panglima Kodap VIII Intan Jaya telah menyatakan bahwa prajurit TPNPB yang gugur dalam medan perang adalah anggota aktif Tentara Indonesia yang sudah bergabung selama empat bulan bersama TPNPB sebagai bukti dan bentuk jiwa patriotismenya atas nama perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat, jiwa dan raga akan selalu dikenang oleh rakyat Papua.”

Baca Juga:  Kontak Tembak, Pemukiman Warga di Kabupaten Puncak Disasar Hingga Makan Korban

Terkait dengan gugurnya mantan anggota TNI yang telah bergabung bersama TPNPB itu, demikian Sebby, “Kami menyampaikan apresiasi kepadanya sebab telah membuktikan kesetiaan terhadap pembebasan tanah air West Papua. Dan menyampaikan kepada seluruh orang Papua yang bekerja sama dengan TNI Polri agar tetap memiliki jiwa perjuangan kemerdekaan bangsa Papua.”

Pengumuman resmi ini menurut Sebby Sambom dikeluarkan dibawah kendali penanggungjawab markas pusat Komnas TPNPB OPM Jenderal Goliath Tabuni sebagai panglima tinggi TPNPB OPM.

Baca Juga:  TPNPB Mengaku Telah Eksekusi Satu Anggota TNI di Sinak

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, membenarkan pihaknya telah menembak mati satu anggota OPM pimpinan Undius Kogoya di markas Bibida, kabupaten Paniai.

Kata Bayu, penegakan hukum diterapkan pada saat aparat gabungan melakukan penyisiran di distrik Bibida, yang selama tiga bulan terakhir dijadikan sebagai markasnya kelompok Undius Kogoya dari Intan Jaya.

Diakuinya, jenazah telah dievakuasi ke RSUD Paniai dan selanjutnya akan diserahkan ke keluarganya.

Hingga kini menurut Bayu, Satgas ODC bersama pasukan TNI Polri masih menguasai wilayah distrik Bibida setelah warga masyarakat setempat lebih dulu diamankan ke tempat aman. []

Artikel sebelumnyaMRP Papua Pegunungan Apresiasi Masyarakat Adat Mulai Olah Tanah
Artikel berikutnya128 Ekor Hewan Kurban Dari Pertamina Regional Papua Maluku untuk Masyarakat