BeritaMelestarikan Alam dan Budaya Suku Matbat Melalui Festival Film Dokumenter di Limalas

Melestarikan Alam dan Budaya Suku Matbat Melalui Festival Film Dokumenter di Limalas

Editor :
Elisa Sekenyap

RAJA AMPAT, SUARAPAPUA.com— Pemuda kampung Limalas, distrik Misool Timur, Kabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat Daya yang tergabung dalam komunitas Matbat Inisiatif mengelar festival mini film dokumenter pada tanggal 19-21 Juni 2024.

Festival mini film dokumenter yang dilaksanakan di kampung Limalas tersebut bertemakan “Bersama Menjaga Kelestarian Alam dan Budaya Dengan Cinta” merupakan kolaborasi antara komunitas Matbat Inisiatif, Belantara Papua, Papuan Voices dan Atap Langit.

Mei Urboy, Koordinator Komunitas Matbat Inisiatif mengatakan komunitas ini baru dibentuk setelah bertemu dan mendapatkan dukungan dari koordinator Komunitas Atap Langit.

Baca Juga:  Freeport Grassroot Tournament 2024 di Jayapura Diikuti 10 Klub

“Komunikasi Matbat Inisiatif terbentuk setelah mendapatkan dukungan dan dorongan dari bapak Engelbert Maspaitella, selaku koordinator Atap Langit beberapa bulan lalu,” ujar Urboy kepada suarapapua.com pada 19 Juni 2024.

Katanya ada sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan dalam festival mini film dukumenter yang mana diantaranya pemutaran film dokumenter karya Matbat Limalas.

“Selain putaran film, ada juga perlombaan suling tambur,” katanya.

Terkait film dukumenter, Urboy menyebut ada sejumlah film yang telah diproduksi komunitas Matbat Inisiatif.

Baca Juga:  KNPB Gelar Rapim VI, Ini Delapan Poin Keputusannya

Katanya film-film dukumenter tersebut merupakan karya Matbat Inisiatif yang menceritakan kehidupan kampung Limasa.

Kordinator Atap Langit, Kepada Kampung Limalas dan perwakilan gereja saat membuka kegiatan festival mini film dukumenter di Limalas. (Reiner Brabar – SP)

“Film-film itu diantaranya Perahu Kayang, Mata Air Abadi (Aujapo Jei), Minyak Kelapa, Limalas Dalam Lensa, Suling Tambur, dan Tokok Sagu. Film-film ini menceritakan kehidupan masyarakat suku Matbat di kampung Limalas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, koordinator komunitas Matbat Inisiatif mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan festival mini flim dukumenter tersebut.

“Ini kegiatan perdana, untuk Papuan Voices, Atap Langit, Belantara Papua, pemerintah kampung Limalas, pihak gereja dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan. Terima kasih semua telah mendukung kami komunitas Matbat Inisiatif,” ujarnya.

Baca Juga:  KontraS Mendesak Jokowi Tuntaskan Peristiwa Biak Berdarah dan Hentikan Praktek Impunitas

Yesaya Moom, Kelapa Kampung Limalas Barat mengapresiasi komunitas Matbat Inisiatif atas kegiatan festival mini film dukumenter di kampung Limalas.

“Sejak kecil hingga saat ini baru ada kegiatan festival di kampung Limalas,” ujar Moon.

“Terima kasih komunitas Matbat Inisiatif – kalian hebat. Saya berharap kegiatan positif seperti ini terus dilanjutkan,” pungkasnya.

Terkini

Populer Minggu Ini:

Satu Anggota TNI AL Diduga Tembak Diri di Markas Lantamal XIV...

0
Anggota TNI AL berinisial SO diduga mengakhiri hidupnya dengan cara tembak diri, Minggu (7/7/2024). Sempat dilarikan ke RSAL Oetojo Sorong, namun tak tertolong.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.