PasifikPendiri WikilLeaks, Julian Assange Bebas Setelah Mengaku Bersalah Atas Tuduhan Spionase di...

Pendiri WikilLeaks, Julian Assange Bebas Setelah Mengaku Bersalah Atas Tuduhan Spionase di Amerika Serikat

Editor :
Elisa Sekenyap

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Seorang hakim Amerika Serikat pada hari Rabu sore menyetujui kesepakatan pengakuan bersalah dengan jaksa penuntut di Saipan, yang mengakhiri cobaan hukum selama 14 tahun yang dihadapi pendiri WikiLeaks, Julian Assange.

WikiLeaks telah memposting di media sosial bahwa Julian Assange akan terbang ke ibukota Australia, Canberra, setelah mengaku bersalah atas tuduhan spionase Amerika Serikat di Pengadilan Distrik AS untuk Kepulauan Mariana Utara.

Koresponden RNZ Pasifik di Saipan, Mark Rabago, mengatakan bahwa pendiri WikiLeaks tersebut mengabaikan hiruk-pikuk media yang telah menunggu sekitar 20 hingga 30 wartawan.

Baca Juga:  Masyarakat Sipil dan Gereja di Pasifik Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk West Papua - Kanak

Rabago mengatakan ada beberapa pintu keluar yang bisa digunakan Assange untuk keluar dari bandara dan sulit untuk menebak pintu keluar yang mana.

“Kami mencoba berbicara dengannya agar dia melihat ke arah kamera tapi dia tidak mengenali kami. Saya pikir dia tahu bahwa ada hiruk-pikuk media di luar sehingga dia keluar melalui pintu belakang.”

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan bahwa pembebasan Julian Assange adalah perkembangan yang disambut baik.

Baca Juga:  Perdana Menteri PNG: Tidak Terpengaruh Oleh Kemungkinan Mosi Tidak Percaya Oposisi

Albanese mengatakan kepada ABC bahwa ia akan berbicara lebih banyak tentang masalah ini setelah Assange kembali ke tanah Australia.

Kasus ini sudah berlangsung terlalu lama. Tidak ada yang bisa diperoleh dari penahanannya yang terus berlanjut dan kami ingin dia dibawa pulang ke Australia.

Sebelumnya

Assange dan Jenifer. (Ist)

Assange tiba di Pengadilan Distrik AS di Siapan sekitar pukul 7.40 pagi waktu setempat bersama pengacaranya Richard Miller untuk mengaku bersalah atas tuduhan melanggar Undang-Undang Spionase AS.

Baca Juga:  Pengacara Kanak Ingatkan Bahwa 'Ideologi Separatis' Akan Berlanjut Menciptakan Ketidaksetaraan di Kaledonia Baru

Assange mengenakan setelan jas hitam dan dasi berwarna oranye/emas.

Ia turun dari mobil van putihnya yang dikawal oleh dua mobil SUV hitam dari Bandara Internasional Francisco C. Ada/Saipan, tempat pesawat jet pribadinya mendarat sekitar pukul 6.17 pagi.

Sebelum datang ke pengadilan, ia singgah di Crowne Plaza Resort Saipan untuk sarapan.

Di pengadilan, dia disambut oleh kerumunan media setidaknya 40-50 orang, dan butuh waktu sekitar 10-15 menit untuk diproses di bagian keamanan sebelum diizinkan masuk.

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.