TPNPBTPNPB Umumkan Duka Nasional Meninggalnya Pejuang Papua, Brigjend Yesaya Serewi

TPNPB Umumkan Duka Nasional Meninggalnya Pejuang Papua, Brigjend Yesaya Serewi

Editor :
Admin

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) umumkan duka nasional atas meninggalnya Brigjend Yesaya Serewi pada 26 Februari 2025 di Papua Nugini.

Oleh sebab itu Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi mengumumkan duka nasional kepada seluruh pejuang TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) se- tanah Papua yang masih bergerilya melawan Militer Pemerintah Indonesia.

“Informasi duka ini juga kami sampaikan kepada rakyat Papua dan kepada diplomat Papua Merdeka di seluruh dunia atas meninggalnya Bridjen Yesaya Serewi sebagai pejuang sejati kemerdekaan bangsa Papua yang bergerilya selama hidupnya di Wutung, Wilayah perbatasan Jayapura – PNG,” tukas Sebby Sambom, Jubir TPBPN dalam keterangan tertulisnya pada, Senin (3/3/2025).

Baca Juga:  Sebby Sambom: Tidak Benar Pembentukan Kodap Baru Dengan Nama yang Sama

Menurut Sambom, Bridjen Yesaya Serewi akan dimakamkan secara kemiliteran TPNPB pada hari ini Senin, 3 Maret 2025 di Kampung Wutung, PNG sebagai tempat bersejarah semasa hidupnya bersama seluruh pasukan TPNPB yang menaruh hidupnya dalam medan perang melawan militer Indonesia di wilayah perbatasan PNG.

Yesaya Serewi lahir di Mambui, Serui pada 26 Juni 1949. Ia meninggal pada usia ke- 75 Tahun (2025).

Baca Juga:  Komnas TPNPB Sikapi Penyitaan Senjata dan Amunisi di Keerom

Ia merupakan anggota TPNPB Reguler Papua Barat. Pangkat Terakhir adalah Brigadir Jendesal dan pangkat penghargaannya karena dedikasinya dalam perjuanga adalah Jenderal dengan nomor NBP A.7101298.

Sambom mengatakan, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menghimbau kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh tanah Papua untuk tetap berjuang merebut kembali kemerdekaan Bangsa Papua dari jajahan asing, yaitu Indonesia.

Baca Juga:  TPNPB Rilis Ratusan Anggota Militer Telah Tiba di Kabupaten Puncak

“Perjuangan kemerdekaan bangsa Papua adalah perjuangan yang suci dan dibayar dengan darah dan air mata. Oleh sebab itu perjuangan tetap dilanjutkan hingga titik darah penghabisan,” tukas Sambom.

Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Senin, 3 Maret 2025 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

Terkini

Populer Minggu Ini:

KM Sanus 114 Terhambat Masuk Jita, Pemkab Mimika dan Freeport Harus...

0
“Dari pengamatan kami selama beberapa kali pelayaran bersama kapal perintis Sabuk Nusantara 114, masih terdapat pendangkalan di sekitar pulau Tiga menuju ke sungai Muras Besar dan sungai Agimuga. Jarak dangkalnya kurang lebih 20 mile. Beberapa tempat dangkal itu harus dikuras supaya kapal tidak terkendala dalam pelayaran,” kata Gobai.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.