Tanah PapuaLa PagoIni yang Dilakukan Umat Katolik Minimo III untuk Bangun Gedung Kapela Baru

Ini yang Dilakukan Umat Katolik Minimo III untuk Bangun Gedung Kapela Baru

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Umat Katolik di Kapela Kristus Gembala Agung, Minimo III, Paroki Hepuba, Dekenat Pegunungan Tengah, Papua, bersyukur karena lokasi pembangunan gedung gereja baru dikerjakan dengan exavator pada Rabu (23/3/2022).

“Kami umat Katolik Kapela Kristus Gembala Agung merasa bersyukur kepada Tuhan, karena apa yang kami tidak pikirkan, Tuhan sudah menjawabnya dengan menyediakan exavator melalui anak Tuhan,” kata Elgius Wamu, ketua Lingkungan Gereja Katolik Kristus Gembala Agung Minimo III, kepada suarapapua.com.

Ide pembangunan gedung gereja baru, jelas Elgius, muncul ketika evaluasi tahunan yang dilakukan pihaknya Januari 2022, sekaligus dilakukan pembentukan panitia. Namun selama ini terkendala luas lokasi bangunan yang tidak memungkinkan karena bangunan gereja ada dibawah kaki gunung.

“Memang kami tidak punya apa -apa, tapi kami hanya punya mimpi dan rencana. Jadi, untuk saat ini kami sekali lagi saya sampaikan bersyukur sekali, karena pembongkaran atau perluasan areal ini bisa dilaksanakan atas dukungan anak-anak Tuhan dari sembilan paroki di dekenat Pegunungan Tengah,” tuturnya.

Baca Juga:  Komunikasi Publik Lenis Kogoya Diminta Diperbaiki

Sejauh ini kata dia, bahan bakar dari exavator itu ditanggung oleh 9 paroki, dan salah satu anak Tuhan. Sedangkan pihaknya hanya menanggung biaya operator, sesuai dengan kemampuan panitia.

Untuk pembangunan gedung gereja, Elgius belum bisa memastikan. Sejauh ini pihaknya fokus menyelesaikan lokasi dengan meratakan luas area pembangunan gedung gereja.

Wamu mengaku, pihaknya tidak punya apa-apa untuk merencanakan dan memulai pembangunan gedung gereja baru. Tetapi intinya pihaknya memiliki semangat dan tentu Tuhan akan berperkara atas semua ini.

Baca Juga:  MRP Papua Pegunungan Dukung Pemkab Jayawijaya Tertibkan Peredaran Miras dan Narkoba

“Orang tua kami memiliki tanggungjawab dengan membangun gedung gereja dengan menggunakan kayu, tetapi kami anak-anak yang sudah dibesarkan ini memiliki tanggungjawab untuk membangun gedung bau dengan tembok permanen.”

Untuk itu ia berharap uluran tangan pemerintah kabupaten Jayawijaya dan anak-anak Tuhan yang memiliki kelebihan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan gedung gereja baru tersebut.

Baca Juga:  Sertijab Bupati Paniai, Martha Pigome: Setiap Pemimpin Ada Masanya

Sementara, Keliopas Mulait, ketua panitia pembangunan, mengaku akan terus mendorong dengan kemampuan dan hikmat yang diberikan oleh Tuhan dalam pembangunan gedung gereja ini.

“Banyak rancangan dari manusia, tetapi hanya kuasa Tuhan yang terlaksana. Itu kata Fiman Tuhan, dan kami jadikan itu sebagai kekuatan kami untuk memulai pekerjaan Tuhan, membangun Kapela ini,” tukas Mulait.

Kapela Kristus Gembala Agung Minimo III terletak di kampung Menagaima, distrik Maima, kabupaten Jayawijaya.

Pewarta: Onoy Lokobal
Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Tong Bicara Tapi Dong Jalan Terus, Buku Analisis Tentang Lingkungan dan...

0
“Jadi buku ini ditulis melalui analisis kritis. Jadi disitu ada persoalan, tetapi A bilang saya tidak tahu, B bilang saya tidak tahu. Nah dibelakang ini siapa yang bermain. Misalnya otonomi khusus. Otsus itu sebuah paradikma baru. Jakarta bilang kami sudah kasih [dana] miliaran, tapi faktanya di Papua tidak sejahtera,” kata Prof. Levan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.