Wawancara Dengan Bucthar Tabuni, Ketua Parlemen Nasional West Papua (Bagian II/Habis)

Sabtu 2013-03-23 10:24:30

PAPUAN, Jayapura — Wartawan suarapapua.com, Oktovianus Pogau, beberapa waktu lalu, mendapat kesempatan untuk wawancara langsung dengan Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP) Bucthar Tabuni.

Pada bagian II,  Tabuni bicara soal kriminalisasi perjuangan damai Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang dilakukan oleh aparat Kepolisian di tanah Papua. Ikuti petikan wawancaranya dibawah ini.

Bagaimana Sikap Aparat Terhada KNPB?

Saya lihat aparat takut yang sangat berlebihan kalau KNPB eksis ditanah Papua. Ini karena massa dan basis KNPB sudah berakar kuat. Memang, selama kepemimpinan saya, kekuatan rakyat telah kami bangun dengan serius. Makanya, saat ini aparat sedang giring kami ke hal-hal yang tidak masuk diakal dan berusaha menghancurkan perjuangan damai yang kami dorong.

 

Saya harap, ini tidak menjadi halangan untuk KNPB semakin maju dan berkembang kedepannya. Kalau ada apa-apa, maka harus dikordinasikan dengan PNWP sebagai lembaga politik rakyat Papua. Dan kami sudah siap bertanggung jawab terhadap rakyat, juga terhadap pengurus KNPB sendiri.

Bagaimana Kepemimpinan Kapolda Yang Baru?

Untuk Kapolda Papua saat ini, saya kira kita tinggal komunikasi saja secara intesif, namun, saya hanya menyesal, terkait penahanan beberapa aktivis KNPB di penjara Wamena, Jayapura, Biak, dan Timika yang berlarut-larut tanpa proses hukum yang jelas.

Saya sudah pernah sampaikan secara resmi kepada Kapolda, saya tetap jamin keamanan di seluruh tanah Papua, dengan catatan bisa bebaskan tahanan politik, hapuskan daftar pencarian orang bagi aktivis KNPB, dan membukan ruang demokrasi, tapi juga tuntutan itu belum maksimal dipenuhi.

Saya harap, kedepannya semua bisa di penuhi, kalau memang itu belum dijawab, saya akan sampaikan beberapa pernyataan  kepada publik dan kepada Kapolda, tapi saya sedang menunggu jawaban dari pernyataan itu.

Apa Respon Kapolda?

Beliau respon baik, namun tidak maksimal. Contoh, persoalan hukum beberapa tahanan KNPB seharusnya selesai di Kepolisian, tapi aparat akhirnya serahkan juga ke Kejaksaan, sehingga proses hukum di pengadilan yang berlarut-latur, dan buat kami sangat kecewa saat ini..

Persoalan Papua perlu di komunikasikan. Kalau di hiraukan, justru akan menimbulkan kekecewaan, dan membuat kekerasan tidak akan pernah hilang. Ada apa-apa, maka harus dikomunikasikan. Pak Kapolda merespon baik, tapi tidak maksimal. Dan saya sampai saat ini masih menunggu lagi.

KNPB Dituding Dalangi Kekerasan di Papua?

Aparat  masih punya stigma miring soal KNPB, mulai dari dianggap sebagai aktor kekerasan, sampai pelaku kekerasan di Papua. Saya membantah itu, selama kepemimpinan saya, kampanye perjuangan damai dengan aksi-aksi demonstrasi damai yang selalu kami kedepankan.

KNPB adalah media rakyat, karena itu tidak pantas kalau kami disebut dalangi kekerasan. KNPB juga tidak pernah memerintahkan rakyat Papua, juga anggota KNPB dilseluruh tanah Papua untuk berjuang dengan cara-cara kekerasan.

Kalaupun ada, itu oknum, tidak bisa generalisir atau semua disamakan. Dalam lingkungan hidup, ada orang baik, ada yang jahat, ada yang bisa dengar nasehat, dan ada pula yang tidak bisa dengar nasehat, dan itu hal yang lumrah, dan terjadi dimana-mana saja, termasuk di dalam KNPB hari ini.

Sekalipun Kapolda minta jangan lakukan kekerasan, yang perlu diketahui adalah itu lebih banyak di lakukan TPN/OPM. Dan diluar sipil kota, tapi kalau di kota, saya akan memberikan jaminan keamnanan. Saya tidak punya hak intervensi kebijakan TPN/OPM. Saya pimpinan sipil kota. Medan TPN/OPM berbeda dengan medan saya.

Kondisi Aktivis KNPB Yang Ditahan di Wamena, Timika, dan lain-lain?

Mereka semua menyesal, karena proses hukum yang sedang berjalan belum bisa dibuktikan fakta hukum. Kalau mereka memiliki, atau menyimpan alat tajam, maka hampir semua orang Papua, termasuk orang pendatang juga ada, seperti pisau, dan alat tajam lainnya.

Dari kasus anggota KNPB di Wamena, bisa terlihat kalau memang aparat sudah punya strategi untuk tangkap mereka. Kenapa aparat masuk periksa alat tajam hanya di rumah aktivis KNPB, padahal banyak orang pendatang yang juga memiliki dan menyimpan barang-barang tersebut.

Yang jadi pertanyaan, barang-barang itu ada, tapi digunakan untuk apa, siapa dirugikan, berapa dirugikan, ini fakta hukum tidak ada. Ini yang saya minta Kapolda harus bebaskan mereka, tapi belum maksimal tuntutan saya.

Para tahanan sampai saat ini menyesal, karena tanpa pembuktiaan dan fakta hukum yang jelas, mereka masih menjalani masa tahanan. Satu pertanyaan saya, kenapa aparat polisi tidak tangkap penjual pisau-pisau atau alat tajam di pasar? Kan ini aneh sekali.

Bagaimana Pendampingan Dari Penasehat Hukum?

Saya sampaikan ucapan terima kasih untuk teman-teman penasehat hukum yang selama ini biasa damping aktivis KNPB di  berbagai penjara di Papua. Cuma, untuk kasus yang di Wamena, tidak ada teman-teman PH yang dampingi sampai saat ini.

Saya lihat, teman-teman PH juga sedikit takut, padahal, soal biaya dan tempat tinggal kami akan tanggung dan fasilitasi. Tapi, kalau mungkin karena ada kesibukan lain, tidak masalah. Saya minta kerja sama antara hakim, jaksa, agaar bisa membantu saya, semua putusan harap bisa dibebaskan.

Dalam tuntutan, memang aspek politik lebih banyak dari hukum, sehingga berbagai cara harus dilakukan untuk membungkam perjuangan rakyat Papua, termasuk menghukum mereka yang ditahan. Aparat akan cari cela, dan kemudian masuk dan terus hantam perjuangan di tanah Papua, jadi ini perlu mendapat perhatian khusus dari teman-teman pejuang lainnya.

KNPB Dianggap Hanya Dari Pegunungan Tengah?

Saya heran ada yang keluarkan bahasa seperti itu. Lihat saja, di KNPB berasal dari seluruh tanah Papua, ada Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Biak, PRD Manokwari, PRD Wamena, PRD Merauke, ini semua perwakilan dari seluruh tanah Papua.

Saya kira Itu pikiran orang-orang yang tidak tau konsolidasi rakyat, dan hanya tau bicara saja. Kami telah bekerja selama enam tahun. Saya juga bisa katakan itu pikiran orang-orang yang stres. Mereka tidak kerja lapangan, tapi hanya tau omong.

Jangan melihat KNPB, tapi yang paling penting melihat agenda yang di dorong. Kalau agenda KNPB masuk akal, rasional, kenapa yang lain tidak memberikan dukungan. Manusia-manusia seperti kita, tapi kalau agendanya bisa membawah bangsa Papua bebas, tentu harus mendapat dukungan dari mereka, khususnya yang suka jelek-jelekan KNPB.

Saya lihat, teman-teman di LSM juga punya ketakukan yang berlebihan terhadap KNPB. Ini seperti penglihatan penjajah. Hampir semua orang selalu mau berusaha cari aman, tapi yang perlu diketahui, tidak ada yang aman di negara Indonesia ini.  

Pesan Untuk Aktivis KNPB?

Kalau menyimpan alat tajam di rumah sebaiknya dibuang, atau di hindari saja. Biarkan orang-orang pendatang saja yang pegang alat tersebut. Beberapa hari ini,  KNPB memang sunyi dan diam, bukan berarti KNPB mundur dan takut terhadap penjajah.

Situasi saat ini masih tidak memungkinkan, sehingga kami lebih memilih diam dan bersabar. Mari, kita juga tentangkan jiwa, tenangkan pikiran, untuk menyusun strategi baru untuk bangkit kembali. Tidak perlu dengan statergi yang dibuat musuh, kita juga perlu berpikir strategi lain.

Pesan Untuk Rakyat Papua Barat?

Di dunia ini, tidak ada kemerdekaan sebuah negara yang di dapat dengan instan. Rakyat Papua jangan bosan, malas, dan menyerah untuk berjuang. Tidak ada perjuangan yang tidak membuahkan hasil, semua pasti ada hasilnya, hanya saja waktu yang akan menjawab semua itu.

Karena itu, saya himbau mari kita rapatkan barisan, tekad, dan komitmen, untuk terus berjuang, agar negara West Papua dapat bebas dari penjajahan Indonesia.  Ini juga bagian dari penghargaan kita terhadap pengorbanan dan tulang belulang Arnold Ap, Thomas Wanggai, Kelly Kwalik, Mako Tabuni, Victor Kogoya, Hubert Mabel, dan aktivis kemerdekaan Papua lainnya yang telah dibunuh oleh militer Indonesia (HABIS).

OKTOVIANUS POGAU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *