Masyarakat Dipaksa Meninggalkan Kampung Halaman Demi Eksplorasi Blok Wabu

0
319

SORONG, SUARAPAPUA.com— Komunitas Mahasiswa Independen Somatua Intan Jaya (KOMISI) mendesak Tentara Militer Indonesia (TNI) untuk menghentikan operasi militer di Sugapa, Intan Jaya.

Berdasarkan pernyataan Komunitas Mahasiswa Independen Somatua Intan (KOMISI) yang diterima suarapapua.com pada, Kamis 17 Oktober 2024, sekretaris KOMISI, Aza Mujijau mengatakan saat ini masyarakat di kampung Titigi, distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya diperintahkan untuk mengosongkan kampung tersebut.

“Saya dapat informasi dari kampung bawah pihak TNI di Migatapa kampung Titigi distrik Sugapa umumkan melalui toa suruh kosongkan tiga kampong, maka saya selaku Sekjen komisi SOMATUA dengan tegas menolak perintah dan pernyataan tersebut,” katanya.

Baca Juga:  Mahasiswa Puncak Jaya se-Jawa dan Bali Desak Hentikan Konflik Pilkada di Mulia

Ditegaskannya, tugas aparat mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan sebaliknya menangkap ataupun membunuh. Jika TNI memerintahkan masyarakat meninggalkan dan mengosongkan kampung Titigi, maka dapat diduga akan terjadi penangkapan bahkan penembakan terhadap masyarakat sipil.

“Tugas TNI bukan menembak dan menangkap serta menyiksa masyarakat. Tugasnya penjaga dan lindungi masyarakat. Jadi tidak bisa seenaknya seperti itu.”

ads

Selain kampung Titigi, ada pula dua kampung lainnya, seperti kampung Eknemba dan Ndugusiga. Tiga kampung tersebut masyarakatnya diminta untuk dikosongkan.

Baca Juga:  John NR Gobai, Dari Adat kè Dunia Politik Kursi Otsus

Mereka menduga, tindakan pengosongan 3 kampung tersebut dilakukan dengan tujuan agar memperlancar eksplorasi sumber daya alam (SDA) di Blok Wabu oleh PT Tbk Antam.

“Kami tahu dibalik ini ada  PT Antam yang beroperasi di wilayah Blok B Wabu. Tapi kalau yang punya tanah, emas menolak jangan memaksa dengan kekerasan, karena akan banyak jatuh korban, terutama anak dan perempuan,” ujarnya.

Serupa disampaikan Ketua KOMISI, Perry Beliau yang menegaskan kepada pemerintah pusat untuk segera menghentikan segala bentuk pengusiran warga masyarakat dari kampong halaman mereka di Intan Jaya.

Baca Juga:  Berhenti Bakar Batu Tak Hambat Usulan Warisan Budaya Menyusul Noken

“D Intan Jaya sudah banyak masyarakat sipil yang menjadi korban dari konflik antara TNI/Polri dan TPNPB-OPM. Selain itu masyarakat sipil juga menjadi korban di balik kehadiran PT Antam yang terus memaksa untuk merebut, merampas dan eksplorasi sumber daya alam di Blok Wabu.”

Oleh sebab itu pihak menolak aktivitas pertambangan di Blok Wabu yang banyak menelan korban. Mahasiswa juga minta kepada aparat TNI dan Polri untuk tidak mem backup pihak PT Antam untuk memaksa rakyat untuk mengexplor Blok Wabu.

Artikel sebelumnyaTim Sukses Paslon YUYUTAE Dilantik, Siap Menangkan Pilkada Dogiyai
Artikel berikutnyaMenunjukan Sikap Arogan, Kapolres Manokwari Diminta Dimutasi